Atrk
ads skin gagal

Masyarakat Tidak Berencana Ganti Ponsel Dalam Waktu Dekat

  • Thursday, 11 September 2014 17:17
  • Published in Blog
Prev
Next »

Cell Phone Savings Images Stories Imagesseptember2014 Thumb Other400 0

Dalam Lamporan keuangannya selama kuartal kedua 2014, Samsung mencatatkan penurunan laba bersih sekitar 20%, menjadi 6,25 triliun won Korea Selatan. Penurunan laba bersih ini menjadi yang pertama dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Meskipun permintaan ponsel pintar tetap stabil, namun Samsung menjelaskan bahwa penurunan penjualan ponsel pintar dan tablet lah yang turut memicu penurunan laba ini. Faktor lainnya, gencarnya upaya pabrikan lainnya semisal Xiaomi, Huawei dan ZTE turut menggerus pangsa pasar Samsung.

Sementara untuk pasar tablet, data keluaran terbaru IDC menyebutkan bahwa penjualan tablet yang dikapalkan sepanjang kuartal pertama 2014 secara global mencapai 50,4 juta unit. Angka ini turun 35,7% dibandingkan unit tablet yang dikirimkan pada periode yang sama tahun sebelumnya. IDC mengatakan, penurunan jumlah ini menjadi sinyal negatif bagi industri tablet di tahun 2014 ini.

Dari dalam negeri pun tak jauh berbeda. Erajaya Swasembada mencatat penurunan 1,21 persen penjualan bersih tahun 2013. Penurunan ini berimbas pada anjloknya laba usaha sebesar 12,89 persen, dari Rp 627,27 miliar di tahun 2012 menjadi Rp 546,36 miliar di 2013.

Beberapa tahun lalu, kita sempat dibuat tercengang dengan dahsyatnya kegandrungan masyarakat Indonesia akan kemunculan model ponsel terbaru.

Masih ingat dengan Nokia 9500 Communicator? Pertama kali diluncurkan ke pasaran Indonesia di sekitar oktober 2004. Waktu itu, masyarakat rela antri berjam-jam hanya untuk sekadar menjadi yang pertama memiliki ponsel bongsor ini.

Antrean manusia mengular menjejali lobi grand ballroom sebuah hotel di kawasan Kuningan. Padahal, harga resmi ponsel ini sempat dibanderol Rp 12 juta. Itulah kedasyatan tren yang melanda masyarakat Indonesia waktu itu, hinga rela merogoh kocek dalam untuk mendapatkan sebuah ponsel bongsor seharga motor.

Prev
Next »
Rate this item
(1 Vote)
  • Last modified on Thursday, 11 September 2014 19:32
  • font size