Atrk
ads skin gagal

Pamor Tablet yang Mulai Kendur

Prev
Next »

Tablets Versus Images Stories Imagesseptember2014 Thumb Other400 0

Masih ingat pernyataan yang pernah dilontarkan oleh mantan Chief Executive Officer BlackBerry Thorsten Heins? Heins pernah mengatakan bahwa lima tahun mendatang tablet akan punah. Menurut dia tablet akan segera ditinggalkan karena pengguna lebih banyak melakukan kegiatannya melalui smartphone. Dia menilai, smartphone akan menjadi sumber daya utama komputasi pengguna dalam lima tahun mendatang.

Dengan alasan itulah yang pada waktu itu membuat Heins berpikir BlackBerry tidak harus membuat tablet baru. Menurutnya, orang-orang akan memasangkan apa pun termasuk layar, keyboard atau aksesoris lainnya yang mereka butuhkan untuk bekerja dengan smartphone. Bagi banyak pekerja, kata Heins, smartphone akan menjadi satu-satunya perangkat yang mereka butuhkan.

Hal serupa ternyata tak hanya diungkap CEO BlackBerry. Dilansir dari laman Techradar, Direktur Pelaksana Toshiba di Australia, Mark Whittard, juga pernah mengatakan bahwa permintaan akan tablet akan turun dalam beberapa tahun mendatang.

Menurut Whittard smartphone dan notebook akan terus memiliki tempat di pasar perangkat. Sedangkan perangkat yang masuk dalam kategori "di antaranya" seperti tablet dan phablet, tak akan lagi memiliki peminat. Walaupun pada saat kedua petinggi perusahaan teknologi itu berpendapat tablet sedang booming. Tapi kata Whittard disejumlah media, itu sebenarnya berusia pendek.

Pernyataan Heins dan Whittard itu dikeluarkan medio 2013 disaat penjualan tablet sedang booming. Waktu itu Indonesia termasuk negara yang paling besar mengkonsumsi tablet di kawasan Asia Tenggara. Tahun lalu juga perangkat tablet PC di Indonesia mencatat prestasi yang membanggakan. Daya serap pasar yang meningkat signifikan, bahkan melampaui pertumbuhan laptop atau notebook.

Tablet Group Test 206PCA 206 Photoshoot 212 Images Stories Imagesseptember2014 Thumb Other400 0

Indonesia sempat menjadi pasar tablet terbesar di antara enam negara di kawasan Asia Tenggara.  Perbandingannya, satu dari tiga tablet di yang terjual di enam negara yang menjadi pasar berkembang terjual di Indonesia. Negara-negara itu adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Indonesia sendiri.

Menurut data GfK, selama periode Juni 2012 hingga Mei 2013 permintaan tablet di Indonesia tumbuh 141% dibandingkan periode yang sama sebelumnya.  Secara unit, penjualan tablet di Indonesia mencapai 1,3 juta unit.  Penyerapan pasar negara ini yang tinggi terhadap tablet salah satunya disebabkan oleh banyaknya merek yang beredar. Ada sekitar 60 merek dan sekitar 300 model yang menjadi pilihan.

Secara keseluruhan, pertumbuhan tablet di Asia Tenggara  mencapai 101% dengan empat negara tercatat tumbuh dua kali lipat.  Bila digabung dengan penjualan laptop, di enam negara ini selama 12 bulan terakhir penjualannya mencapai 14,2 juta unit.  Penjualan tablet dan laptop di kawasan ini tumbuh 32% dibanding periode yang sama sebelumnya.

Nah, di 2014 ini tampaknya penjualan tablet mulai mengendur. Awal 2014, beberapa vendor smartphone memang masih gencar meluncurkan tablet andalannya. Namun menurut laporan dari perusahaan analis International Data Corporation (IDC), penjualan tablet di tahun ini akan mulai melambat.

Tom Mainelli selaku Program Vice President Devices & Displays IDC mengatakan, hal tersebut karena saat ini banyak pengguna yang lebih tertarik menggunakan smartphone kelas high-end karena memiliki kinerja yang lebih baik dan baterainya lebih tahan lama.

"Di pasar yang sudah matang, banyak konsumen yang lebih suka membeli produk high-end. Sebagian dari mereka memang merasa tablet miliknya sudah cukup baik, namun tak sedikit yang ingin meng-upgrade perangkatnya agar memiliki kinerja yang lebih baik," ujar Mainelli, seperti dikutip dari Ubergizmo.

Prev
Next »
Rate this item
(2 votes)