pulsa-logo

Perluas Jangkauan Bisnis Melalui Inovasi Cloud


Fauzi

Selasa, 23 September 2014 • 15:31

Oracle, Cloud Computing, harga ponsel,ponsel, tabloid tabloid pulsa


Image Credit: clker.comImage Credit: clker.com

Adopsi cloud computing menyebar semakin cepat di seluruh wilayah Asia Pasifik, dan tren ini terlihat makin menonjol di Singapura. Menurut penelitian global yang dirilis Oracle tahun 2013 lalu, tingkat adopsi cloud tertinggi ada di wilayah Asia Pasifik (85%). Singapura menjadi negara yang paling banyak mempersiapkan bisnis-bisnis di negaranya memanfaatkan berbagai inovasi cloud. Penelitian ini memperlihatkan bahwa Singapura merupakan pengadopsi cloud paling aktif dengan angka 94%, jauh di depan negara-negara ASEAN lainnya, termasuk Indonesia.

Hal yang harus diperhatikan adalah bahwa bisnis-bisnis perlu untuk melaju ketingkatan selanjutnya untuk tetap bertahan. Bisnis-bisnis ini harus mengambil sebuah lompatan dengan mengadopsi solusi cloud untuk area-area spesifik, seperti Sales Force Automation, Pelayanan, Rekrutmen, Pemasaran, Manajamen Bakat Sosial, dan Layanan Finansial. Adopsi pesat oleh perusahaan ini memungkinkan keuntungan-keuntungan bisnis mereka menjadi lebih nyata – khususnya, penghematan biaya dan kemudahan akses – bahkan para manajer mulai menyadari bahwa cloud menurunkan kompleksitas, menyederhanakan adopsi, dan mengurangi biaya pengembangan bisnis.

Namun demikian, mungkin keuntungan terbesarnya adalah bahwa cloud memampukan perusahaan untuk memberikan berbagai layanan TI baru secara lebih cepat, sehingga membuat perusahaan itu dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasar dan para pelanggan mereka. Berbagai aplikasi baru dapat diaktifkan dengan cepat dalam cloud, memudahkan para manajer untuk ‘menangkap’ kesempatan-kesempatan pasar yang muncul, seketika itu juga. Dan juga dengan mengaplikasikan cloud secara cerdas dan sesuai kebutuhan, departemen TI dapat memfokuskan sumber dayanya pada proyek-proyek transformasional berjangka panjang.

Tidak bisa dipungkiri, ketika ekonomi global menjadi semakin tergantung dengan teknologi komputasi dan informasi, hal ini secara tidak langsung juga meningkatkan potensi cloud dalam memicu kemampuan berkompetisi yang lebih besar dan menyempurnakan nilai tambah dalam bisnis.

Meskipun demikian, sebuah pengaturan cloud tidaklah cocok untuk semua perusahaan. Tiap negara dan konteks lokal memiliki keunikannyamasing-masing dalam kondisi politik dan sosial, dimana bisnis-bisnis juga harus memperhatikan hal ini ketika mereka mengimplementasikan berbagai teknologi baru ataupun meluncurkan layanan baru.

Sebagai contoh, saat seorang manajer hendak berinteraksi dengan sebuah layanan murni hanya sebagai pengguna melalui portal internet, terdapat banyak kemungkinan untuk penyesuaian portal tersebut dengan preferensi yang ia miliki, dan juga banyak keputusan-keputusan yang ia akan ambil sebelum akhirnya ia mengakses hal-hal lain dalam aplikasi perambannya. Pilihan-pilihan tersebut, yang pembuatannya biasa dilakukan oleh (atau bahkan dimiliki oleh) departemen TI, sifatnya cenderung strategis.

Pertama, sebuah perusahaan harus menentukan apa saja elemen yang mereka butuhkan. Apakah kebutuhan tersebut terbatas pada kapasitas komputasi elastis, untuk mendukung pertumbuhan bisnis? Atau kemampuan penyimpanan online juga diperlukan? Apakah Anda harus menjalankan peranti lunak core business pada cloud, atau menggunakannya hanya untuk aktivitas bisnis yang non-inti?


Model konsumsi cloud pun juga harus mendapat perhatian lebih. Apakah dengan menggunakan cara tercepat untuk mengaktifkan dan menjalankan aplikasi– dengan mengakses berbagai aplikasi melalui model Software as a Service (SaaS) – merupakan yang paling cocok bagi bisnis Anda? Mungkin juga kebutuhan bisnis perusahaan Anda mengarah pada Platform as a Service (PaaS), yang menyediakan platform yang terukur dan elastis untuk mengkonsolidasikan berbagai aplikasi yang baru dengan yang telah ada. Atau mungkin model cloud on-premise dari Infrastructure as a Service (IaaS), dimana Oracle Engineered System diaplikasikan pada pusat data Anda dan dibayarkan sesuai dengan model pembayaran bulanan yang disepakati, akan lebih cocok.

Pada dasarnya, walau dukungan lokal sangat penting dalam menentukan vendor penyedia cloud, tapi regulasi-regulasi dari pemerintah, misalnya peraturan yang berkaitan dengan lokasi fisik data, juga berdampak pada opsi penggunaan solusi yang bisa dipilih. Untuk menjawab kebutuhan tersebut dan memastikan layanan yang prima, Oracle telah meluncurkan berbagai fasilitas di seluruh wilayah, termasuk pusat-pusat data terbaru di Singapura dan Australia.

Tentunya, aplikasi-aplikasi cloud memiliki kekuatan untuk memperbaiki performa bisnis secara dramatis dan menekan biaya, tetapi hal tersebut hanya dimungkinkan terjadi apabila perusahaan mengambil pilihan yang paling selaras dengan apa yang mereka paling butuhkan pada saat ini. Berlangganan layanan cloud mungkin relatif mudah, tetapi bagaimana aplikasi ini bisa berjalan sesuai dengan keseluruhan proses bisnis perusahaan haruslah dipikirkan secara lebih mendetail.

Penulis: Shaun Han, Vice President, Applications, Oracle Corporation ASEAN