Atrk
ads skin gagal

Adakah Peran Untuk Hard Disk di Era Yang Serba Cloud?

  • Monday, 20 October 2014 15:32
  • Published in Blog

Seagate Surveilance 1 Images Stories Imagesoktober2014 Thumb Other400 0

Jika Anda berada di tengah kehidupan di kota yang modern, mungkinAnda sudah terbiasa mendengar istilah “Cloud”, walaupun Anda bukan seorang profesional IT. Istilah ini sudah sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Bagi beberapa orang, cloud adalah cara yang praktis untuk menghemat biaya solusi penyimpanan data. Bagi sebagian orang lain, hal ini malah menimbulkan berbagai kekhawatiran seputar keamanan dan kepemilikan data.

Cloud memang membuka segala kemungkinan baru untuk penyimpanan dan pengaturan data. Namun, muncul pertanyaan, bagaimana nasib penyimpanan data tradisional? Apakah ruang penyimpanan data yang ada cukup besar baik untuk metode tradisional maupun modern?

Era Cloud
Cloud merupakan tahap berikutnya dari pusat data yang tidak terbatas oleh kemampuan perangkat keras. Saat ini, kita sedang bergerak ke era cloud dimana kemajuan perangkat keras harus menjadi lebih modular dan sesuai dengan kemampuan software agar dapat menciptakan inovasi-inovasi baru yang dinamis.

Adopsi cloud menjadi sebuah rute yang tak bisa dihindari, dan tujuannya adalah supaya perusahaan-perusahaan bisa menjadi tetap relevan. Berbagai studi mengatakan bahwa lebih dari 50% teknologi informasi akan terdapat di cloud dalam 5 tahun mendatang. Pada tahun 2016, di Asia-Pasifik diperkirakan akan ada 1.5 zetabyte atau 1.5 milyar terabyte (TB) data dalam cloud dan merupakan porsi cloud global yang tertinggi di dunia (“The explosive growth of cloud computing”, Infografis, Eclipse, 2014).

Pertumbuhan ruang simpan, tantangan, dan peluang
Ironisnya, seiring makin tersedianya pilihan untuk penyimpanan cloud – baik privat, publik, maupun cloud berjenis hybrid--  makin banyak perusahaan yang menyadari bahwa mereka mempunyai kapasitas ruang penyimpanan data yang terbatas. Kehadiran Cloud, Mobility, Social Media, dan Big Data beberapa tahun terakhir ini tidak menimbulkan masalah baru, justru malah memperbesar masalah yang ada – bahwa perusahaan akan selalu membutuhkan ruang data lebih besar.

Berdasarkan survey terhadap 100 orang CIO yang dilakukan oleh Storiant (“Cost Divide Remains Between the Cloud and the Cloud Nots”, Storiant, 9 Mei 2014), 60% eksekutif mengaku bahwa data-data yang mereka miliki akan melebihi kapasitas penyimpanan di perusahaannya dalam 12 bulan. Walau sangatlah mungkin memindahkan data dengan volume yang besar tersebut ke platform yang lebih hemat seperti public cloud,lebih dari 33% (Lebih dari 1 dari 3) CIO mengatakan bahwa mereka tidak mau melakukannya karena alasan keamanan, pengawasan, dan masalah ketaatan terhadap regulasi.

Apa Peranan Hard Drive?
Kapasitas penyimpanan hanya salah satumasalah yang ada, tetapi merupakan salah satu masalah yang paling penting karena mempengaruhi fokus perusahaan pada pemanfaatan data yang ada. Hasil riset dari Storiant mengindikasikan bahwa 46% perusahaan akan menyimpan data mereka selama kurang lebih 8 tahun, dan memakan biaya sekitar US$25 juta. Selain dapat menyimpan data dalam jumlah besar, perusahaan juga harusdapat mengakses dan mengambil data dengan mudah untuk melakukan analisis dan mendapatkan berbagai informasi yang berguna.

Jika dilihat dari perspektif tradisional hard disk drive (HDD), ada 2 peluangmenjanjikanyang bisaditelusuri : 1) Penambahan kapasitas simpan HDD yang signifikan dan 2) menyediakan HDD yang tahan lama, sehingga dapat memberikan total cost of ownership (TCO) yang rendah dan menawarkan akses yang cepat untuk membekukan dan mengarsipkan data.

Pemanfaatan teknologi seperti Shingled Magnetic Recording (SMR) dan Heat Assisted Magnetic Recording (HAMR) untuk HDD harus segera dilakukan untuk mengendalikan biaya penyediaan kapasitas penyimpanan. SMR dan HAMR HDD mencapai kapasitas lebih besar dengan meningkatkan area kepadatan piringan data dan memungkinkanlebih banyak informasi disimpan dalam setiap incinya. Sebagai tambahan, teknologi ini akan memungkinkan HDD untuk bertahan lebih lama dan menyediakan akses lebih cepat untuk data yang diarsipkan secara jangka panjang.

Pada dasarnya, ini berarti penyedia ruang penyimpanan bisa mengembangkan arsitektur perangkat yang ada dengan harga yang kompetitif, memungkinkan penggunaan penyimpanan masal untuk memasuki berbagai pasar yang semakin berkembang.

Penyedia solusi penyimpanan juga harus hadir dengan pendekatan baru untuk merancang ulang tumpukan penyimpanan untuk skalabilitas, fleksibilitas, dan efektivitas biaya. Sebagai contoh, mereka dapat membangun platform yang memanfaatkan HDD berbasis Ethernet serta Application Programming Interface (API) yang bisa langsung berkomunikasi dengan software.

Pembuat HDD yang mampu berinovasi secara konsisten dan memenuhi kebutuhan industri akan menemukan ruang dan kesempatan yang baik untuk tumbuh, bahkan di era cloud. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

  • Membangun perangkat enterprise nearline yang berkapasitas tinggi untuk menyimpan data dalam jumlah besar dengan biaya yang efektif, sebagai contoh dalam mengelola Big Data atau untuk backup dan pengarsipan.
  • Menyediakan hard drive berkinerja tinggi dan solid state drive (SSD) untuk pemindahan data secara cepat dalam online transaction processing (OLTP), pengelolaan database, e-commerce, dan lain sebagainya, serta untuk mengumpulkan informasi dari data yang bergerak cepat (misalnya Business Intelligence dan Analytics)

Kesimpulan
Hard Drive dan Cloud tidak harus mempunyai hubungan mutual yang eksklusif. Dengan mengimplementasikan teknologi yang menjawab kebutuhan perusahaan akan cloud, produsen hard drive akan bisa memanfaatkan peluang penyimpanan datayang disajikan. Kemitraan kunci dan inovasi-inovasi yang konsisten akan membantu memastikan bahwa mereka akan mampu berdiri kokoh dalam bisnis ini.

Penulis: Mark Wojtasiak, Enterprise Segment Manager, Seagate Technology
 

Rate this item
(1 Vote)