pulsa-logo

2015, Bye-Bye Ponsel BM


PULSA

Selasa, 28 Oktober 2014 • 14:45


Ponsel Black Market (BM) merupakan istilah bagi ponsel-ponsel yang masuk ke Indonesia secara ilegal. Artinya, ponsel tersebut tidak melalui jalur resmi yang sudah ditetapkan oleh pihak berwenang dalam hal ini Bea dan Cukai.

Jumlah ponsel yang beredar bukan angka kecil. Di 2013 saja, ditengarai ada 50 juta ponsel BM yang beredar. Sebagian besar ponsel BM yang masuk menggunakan nomor IMEI bodong. Umumnya, ponsel BM masuk lewat pelabuhan laut via pelabuhan penumpang bukan barang atau via bandara kecil.

Nah, ponsel-ponsel yang diselundupkan itu biasanya ponsel bermerek yang permintaannya cukup tinggi. Blackberry dan Nokia sempat menjadi barang yang paling sering diselundupkan. Sekarang malah bertambah parah, bukan hanya ponsel-ponsel asli berharga mahal saja yang diincar, ponsel-ponsel palsu alias KW juga berbondong-bondong masuk ke Indonesia lewat jalur ilegal.

Anda mungkin pernah mendengar istilah KW-1, KW-super, Super Copy, itu istilah untuk ponsel palsu yang dibuat sangat mirip bentuknya bahkan dengan merek yang juga dipalsukan. Ponsel ini dijual sangat murah, bisa sepertiga harga ponsel aslinya. Misalnya saja Samsung Galaxy S4 palsu dijual Rp1,5 - Rp2 juta. Padahal harga aslinya mencapai Rp5 juta lebih.

Baru-baru ini iPhone 6 pun ikut masuk daftar ponsel yang diselundupkan. Bagaimana tidak, iPhone 6 resmi seharusnya belum masuk ke Indonesia. Mendaftarkan sertifikasi di Kominfo pun belum. Tapi flagship terbaru Apple ini sudah tersedia di beberapa pasar ponsel yang dijual seharga Rp10 juta lebih.

Baca juga:

Ini Dia Harga iPhone 6 dan 6 Plus BM di Indonesia


Selang waktu peluncuran resmi iPhone ditengarai sebagai pemicu aksi penyelundupan. Indonesia memang belum menjadi tempat prioritas bagi Apple untuk memasarkan produknya. Padahal, peminatnya tidak sedikit. Hingga saat ini, iPhone 6 resmi belum muncul, kemungkinan akhir tahun ini baru menyambangi tanah air.

Tapi tak usah bingung, toh Tiongkok saja sebagai negara produsen sekaligus konsumen terbesar iPhone tidak masuk prioritas atau memang kebijakan dalam negeri Tiongkok yang menjadi hambatan. Yang jelas, iPhone 6 di sana baru dibuka tahap pre-order.