pulsa-logo

Pilih Intelligent atau Dumb Network Services?


PULSA

Selasa, 30 Desember 2014 • 12:46

Intelligent, Dumb Network Services, iPhone, aplikasi, teknologi, iTunes store, tabloid operator selular, bandwidth, Facebook, WhatsApp, tabloid pulsa


Sejak lama, beberapa pihak sudah meramalkan kematian operator seluler. Tentu saja banyak yang tidak setuju, mengingat operator seluler hingga kini terus membukukan laba yang bukan main. Sementara sebagian lainnya mulai melihat tanda-tanda yang bakal mengamini ramalan itu.

Salah satu gejalanya adalah bagaimana belanja modal operator semakin membengkak seiring adopsi teknologi terbaru. Begitu juga dengan trafik pengguna yang semakin meningkat tajam. Namun siapa sangka para petinggi operator seluler kini mulai dicemaskan dengan kelangsungan masa depan mereka melihat kenyataan bahwa pertumbuhan pendapatan mereka mulai menunjukkan gejala akan segera melandai.

Salah satu isu yang masih terus dibincangkan adalah bahwa network operator seluler akan dipaksa menjadi "dumb pipe" alias "pipa dungu" yang cuma berfungsi untuk mengalirkan byte data dari pengakat pelanggannya ke aplikasi dan layanan lain di dunia maya.

Terminologi "dumb" merujuk pada ketidakmampuan operator untuk membatasi berbagai layanan dan aplikasi yang lewat dan mondar-mandir melalui network mereka. Walhasil, operator hanya menyediakan bandwidth dan kecepatan jaringan saja.

Contoh nyata dari skenario dump pipe adalah apa yang sudah disediakan iPhone bagi para penggunanya. Kita ketahui, iPhone memungkinkan penggunanya secara langsung menjelajah internet menggunakan browser Safari mereka, dan terhubung dengan iTunes Store untuk membeli berbagai file musik. Dengan begitu tertutup peluang untuk mengunjungi aplikasi penyedia lagu yang ditawarkan operator.

Jika sudah begitu, operator seluler tidak bisa lagi menawarkan layanan-layanan tradisional mereka seperti download aplikasi, games, ringtone, wallpaper dan lain-lain. Mengingat Apple sudah mengontrol semua aktivitas pengguna produk mereka.

Ekosistem inilah yang disebut dengan Over-the-Top Application (OTT). OTT adalah segala aplikasi dan layanan yang menyediakan produk-produk melalui internet, dan mem-bypass segala kanal distribusi tradisional yang dimiliki operator seluler.


Biasanya, layanan-layanan yang terkait dengan OTT adalah berupa konten media dan fasilitas komunikasi, seperti messaging, social networking dan beberapa lainnya. Di luar itu, ada juga yang menawarkan harga yang jauh lebih murah dibanding yang ditawarkan operator.

Secara singkat dapat disimpulkan bahwa aplikasi over-the-top adalah segala layanan dan aplikasi yang mengganggu model billing traditional milik operator. Contoh bagus untuk hal ini adalah layanan skype yang menggantikan layanan voice tradisional milik operator.

Mengapa OTT menjadi ancaman besar bagi operator? Karena aplikasi dan layanan OTT cuma perlu bandwidth agar bisa terkoneksi denga ponsel, gadget, bisnis dan menjangkau seluruh rumah yang dicakup operator seluler.

Dengan begitu segala aktivitas keseharian kita mulai dari berkomunikasi suara, mengirimpesan singkat, menikmati aplikasi, game online, bahkan aktivitas jual-beli dan perbankan bisa dilakukan lewat aplikasi OTT. Jika sudah begitu, dari mana lagi operator seluler akan mendapat untung?

LATEST TIPS-APPS

Mengatur Pesan SOS di Smartphone Asus
BackUp Cloud di CloudMAX

2018-04-10 20:49:42