pulsa-logo

Siapa Raja Ponsel di 2015?


PULSA

Rabu, 31 Desember 2014 • 10:18

smartphone, android, tablet, phablet, LG, HTC, Apple, Samsung, Xiaomi, Sony, tabloid tabloid pulsa


gambar: GSMarena, Smartphonegambar: GSMarena, Smartphone

Rapor kinerja penjualan smarthone periode kuartal ketiga 2014 telah beredar. Hasil dari laporan para analis memperlihatkan ada sedikit kenaikan angka pengapalan ponsel dibanding dengan kuartal sebelumnya.

Data yang dikeluarkan oleh International Data Center (IDC), mencatat per kuartal ketiga pengapalan smartphone mencapai 327,6 juta unit. Angka ini naik tipis dibandingkan dengan kuartal kedua sebesar 8,7 % dari 301,3 juta unit.

Menariknya, Xiaomi yang merupakan pendatang baru berhasil menduduki peringkat ketiga. Perusahaan asal Tiongkok itu mengalahkan pabrikan besar seperti LG, HTC, bahkan Huawei yang sama-sama berasal dari negeri tirai bambu. Dan berada di posisi di bawah Apple dan Samsung. Xiaomi mengalami lonjakan terbesar sebesar 211,3%.

Kinerja yang menggembirakan itu yang akhirnya membuat pede CEO Xiaomi Lei Juni yang melontarkan pernyataan bahwa perusahaannya akan melampaui Apple dan Samsung di tahun-tahun berikutnya dan menjadi produsen smartphone terbesar di dunia. Secara khusus, Lei Jun mengatakan bahwa dirinya percaya perusahaannya akan menjadi pembuat smartphone berkinerja terbaik di rentang waktu 5 sampai 10 tahun.

Xiaomi juga mengungkapkan bahwa saat ini memiliki basis pengguna yang cukup aktif sekitar 60 juta pengguna, dan diharapkan pada akhir tahun 2015, jumlah ini akan melonjak menjadi 200 juta pengguna. Sehingga bisa disimpulkan bahwa Xiaomi memasang target menjual 100 juta perangkat pada 2015.

Strategi pemasaran flash sale yang dilakukan oleh Xiaomi boleh dibilang berhasil. Sebab di negerinya sendiri Xiaomi pun sudah berhasil mengalahkan raksasa asal Korea Selatan, Samsung.

Samsung dan Sony Terpuruk


Nasib yang berbeda dialami oleh Samsung. Raksasa elektronik asal negeri gingseng itu hingga saat ini memang masih memegang posisi teratas menurut IDC dengan volume pengapalan sepanjang kuartal ketiga tahun 2014 adalah 78,1 juta dengan market share 23,8%. Tapi Samsung menjadi satu-satunya vendor lima besar mengalam penurunan tahun ke tahun. Dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu, pencapaian Samsung turun 8,2% dengan jumlah pengapalan saat itu 85 juta.

Padahal, kompetitor terdekatnya saja, Apple, mampu meraih kenaikan 16,1%. Jumlah penurunan pengapalan smartphone tersebut tentu saja berimbas pada neraca keuangan mereka. Menurut catatan, laba Samsung Electronics 'hanya' USD 3,8 miliar atau turun 60% dari tahun lalu. Divisi mobile lebih parah lagi, keuntungannya anjlok 73,9%.

Padahal, awal tahun 2014 Samsung Mobile memberikan kontribusi keuntungan hingga 70% dari penjualaan smartphone khususnya Galaxy S dan Note. Memang keuntungan Samsung masih besar, tapi penurunan di atas sepertinya patut diwaspadai.

Penurunan ini disinyalir karena penjualan Galaxy S5 yang kurang berhasil. Sebuah laporan Wall Street Journal Rabu (26/11), terungkap bahwa penjualan Galaxy S5 40% lebih rendah dari ekspektasinya. Laporan WSJ menyebutkan bahwa Samsung hanya menjual 12 juta unit Galaxy S5 pada periode April-Juni. Selisih 4 juta unit ketika Samsung menjual Galaxy S4 sebanyak 16 juta penjualan unit dalam rentang waktu yang sama di tahun 2013.

Samsung bukan satu-satunya yang mengalami penurunan. Pabrikan asal Jepang Sony pun mengalami hal yang sama. Bahkan Sony Mobile tidak termasuk dalam 5 besar penjualan smartphone dunia. Sony mengatakan kepada analis bahwa perusahaannya diperkirakan akan kehilangan USD 2 miliar akibat kinerja buruk pisi smartphone.