pulsa-logo

Mengintip Tren Wearable Device di 2015


PULSA

Kamis, 15 Januari 2015 • 14:25


gambar: wordpressgambar: wordpress

Wearable device atau piranti sandang banyak bermunculan di 2014. Mulai dari bentuk jam tangan, gelang kebugaran, kacamata bahkan pakaian. Di Indonesia, produk-produk piranti sandang pun sudah eksis di pasaran.

Diantara produk piranti sandang yang beredar di Indonesia ada Samsung Gear S, jam tangan pintar ini diluncurkan berbarengan dengan Galaxy Note 4. Gear S dibanderol sekitar Rp3 jutaan. Selain itu, Sony dan Acer juga ikut meramaikan pasar piranti sandang Indonesia dengan meluncurkan gelang pintar.

Gelang pintar Sony yang sudah menyapa pecinta gadget di Indonesia adalah SmartBand. Gelang ini bisa dihubungkan dengan smartphone Sony Xperia. Smartphone juga bisa berfungsi sebagai pemantau kesehatan penggunanya.

Sedangkan Acer, belum lama ini meluncurkan Acer Liquid Leap. Piranti sandang berbentuk gelang ini boleh dibilang yang paling terjangkau dari sisi harga. Bisa dihubungkan dengan smartphone Android ber-OS KitKat dengan aplikasi pendamping Leap manager.

Sebenarnya masih banyak lagi piranti sandang yang sudah masuk ke Indonesia. Baik itu keluaran pabrikan terkenal maupun dari pemain baru. Bahkan ada juga keluaran merek lokal. Meski begitu, tampaknya perangkat unik ini belum menjadi tren di kalangan pecinta gadget.

Memang belum ada data valid mengenai penjualan piranti sandang di Indonesia. Tapi rasanya belum banyak ditemukan orang-orang yang berseliweran menggunakan jam pintar atau gelang kebugaran.

Meski saat ini industri piranti sandang belum terlihat menggeliat. Tapi jangan salah, pontensinya di masa depan dinilai sangat besar. Itulah sebabnya banyak perusahaan teknologi yang sudah terjun mulai dari sekarang karena tidak ingin terlambat.


Baca juga:

Apple Mulai Fokus Ke Inovasi Wearable Device

Asus Rilis Wearable Device Pertama, 1 Tablet dan 2 Notebook Baru

HTC Akan Pamerkan 3 Wearable Device

Pada 2020 nanti, Cowen and Co. memperkirakan nilai pasar industri ini mencapai 170 miliar dolar AS. Padahal, nilai pasar piranti sandang global di 2012 hanya 2.5 miliar dolar AS saja.

Studi lain yang dilakukan IDC mengungkap bahwa 19,2 juta piranti sandang diperkirakan akan dikapalkan ke seluruh dunia pada 2014. Jumlah itu tiga kali lebih lipat dari tahun sebelumnya. Bahkan jauh meningkat di 2018, yang diperkirakan mencapai 112 juta perangkat, wow.