Atrk
ads skin gagal

2020, Raket Tenispun akan Terhubung ke Internet!

  • Thursday, 22 January 2015 17:28
  • Published in Blog
Prev
Next »

Evrythng Web Of Things Image Images Stories Imagesjanuari2014 Thumb Other400 0

Pameran Consumer Electronic Show di Las Vegas tak hanya menjadi sarana bagi produsen dan brand-brand ternama di bidang teknologi untuk memperkenalkan perangkat terbarunya. Selain gadget dan software, ajang yang dianggap sebagai perhelatan teknologi terbesar di dunia ini juga menjadi panggung untuk memperkenalkan konsep konsep teknologi di masa depan.

Samsung, salah satu raksasa teknologi dunia memiliki beberapa ide yang cukup menarik mengenai bagaimana kita akan hidup di masa depan. Sebuah konsep pun mereka perkenalkan: Internet of Things (IoT).

Presiden dan CEO Samsung, BK Yoon mengatakan bahwa semua TV dan juga produk-produk Samsung lainnya akan terhubung ke web dalam lima ke depan. Hal ini disampaikannya dalam kesempatan pidato Consumer Electronics Show 2015. Sebuah janji besar yang menunjukkan betapa seriusnya perusahaan ini untuk tetap terlibat dalam konsep rumah pintar dan Internet of Things (IOT). Istilah Internet of Things sendiri mengacu pada produk atau hal-hal yang dapat terhubung melalui web. Apapun, dari alat pemanas hingga pintu garasi, dari raket tenis hingga tempat tidur Anda.

"Di tahun 2017, 90% dari semua produk Samsung akan menjadi perangkat IOT, termasuk semua televisi dan perangkat mobile," kata Yoon. "Dan lima tahun dari sekarang, setiap produk hardware Samsung akan menjadi perangkat IOT, apakah itu sebuah pembersih udara atau oven."

"Selain itu, kami juga bekerja untuk membuat perangkat cerdas di rumah, seperti Smart TV. Tak hanya cerdas, tapi bisa juga bertindak sebagai hub IOT."

Meski optimis, Yoon juga sadar bahwa Samsung tidak dapat bekerja sendirian. Ia juga mendesak produsen lainnya untuk bekerja sama membantu mendorong konsep rumah pintar dan Internet of Things.

"Perusahaan-perusahaan perlu meluruskan kembali model bisnisnya dan bekerja sama secara lintas batas industri untuk bersama-sama mendukung Internet of Things.

infrastruktur dan layanan berbasis jaringan akan tumbuh dari situ, "kata Yoon." Ini tentang (perilaku) individu, tapi setiap negara, setiap keluarga, setiap orang, memiliki kebutuhan yang berbeda. Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut diperlukan suatu komunitas pengembang yang besar."

Sampai sekarang, banyak perusahaan yang fokus membangun teknologi mereka sendiri daripada bergabung dengan produsen lain untuk memungkinkan sebuah produk "berbicara" satu sama lain, seperti kulkas yang bisa berkomunikasi dengan TV, sehingga Anda dapat mengirimkan pesan saat kehabisan stok susu misalnya.

Samsung mengatakan tahun ini akan menginvestasikan 100 juta dolar untuk komunitas pengembang.

Samsung juga diketahui memiliki proyek sensor 3D yang dapat mendeteksi gerakan kecil, dan chip hemat energi yang muat untuk dimasukkan dalam perangkat kecil.

Yoon tidak sendirian, di panggung CES ia bergabung dengan CEO SmartThings, Alex Hawkinson yang bekerjasama mendukung visi Samsung ini.

"Agar konsep Internet of Things ini sukses, sistemnya harus terbuka," kata Hawkinson. "Setiap perangkat, dari platform apapun, harus dapat terhubung dan berkomunikasi satu sama lain. Kami telah bekerja keras mengupayakan hal ini, dan berkomitmen untuk pengguna, memberi mereka pilihan dan kebebasan. Ekosistem SmartThings sekarang kompatibel dengan banyak perangkat dibanding platform lain."

SmartThings, yang diakuisisi oleh Samsung pada bulan Juli 2014, dalam kesempatan ini juga mengumumkan layanan baru yang dapat memberitahukan Anda jika terjadi sesuatu di rumah, seperti banjir atau kebakaran.

Prev
Next »
Rate this item
(0 votes)