pulsa-logo

Samsung Perkasa, Vendor Lokal Masih Berjaya


PULSA

Rabu, 18 Maret 2015 • 13:17

Samsung, tabloid smartphone, android, Evercoss, Microsoft, nokia, Smartfren, Andromax C3, Andromax C2, Andromax G2, Android One, Oppo, Blackberry, Blackberry Jakarta Z3, Windows 10, tablet, advan, tabloid pulsa


samsungsamsung

Ada dua catatan penting di 2014 menurut PULSA mengenai pasar ponsel di Indonesia. Pertama bahwa vendor asal Tiongkok yang makin marak masuk ke Tanah Air dan yang kedua gebrakan vendor Taiwan yang meramaikan persaingan. Brand-brand baru pun bermunculan.

Kondisi ini tidaklah mengherankan. Sebab di Asia, tiga Negara yakni Indonesia, India dan Banglades merupakan penting bagi vendor ponsel setelah Tiongkok. Menurut Counterpoint Research, total pengiriman ponsel di tiga Negara tersebut selama kuartal ke-empat 2014 (Oktober-Desember) mencapai 89 juta unit.

Permintaan smartphone meroket dan lebih dari sepertiga dari total pengiriman ponsel secara keseluruhan. "Pertumbuhan Smartphone di wilayah ini menyentuh hampir semua segmen harga dengan merek lokal yang terkemuka di segmen smartphone entry level. Selain itu kami telah melihat vendor baru asal Tiongkok memasuki geografi ini untuk pertama kalinya di 2014 dan menikmati tingkat keberhasilan yang signifikan. Namun menarik untuk diperhatikan, bagaimana penjualan yang didorong lewat online ini bisa merangsek ke daerah pedesaan di wilayah ini "kata Tina Lu Sr Konsultan Analis di Counterpoint.

"Ketika para vendor ingin memperluas strategi smartphone mereka di luar Tiongkok, merek lokal masih menempati posisi yang kuat di tiga pasar tersebut dengan menangkap pangsa pasar 62% untuk Banglades, 52% di India dan 50% di Indonesia. Vendor baru yang memasuki geografi ini harus bermain pada kekuatan merek lokal terutama mengenai jangkauan distribusi dan daya saing harga," kata Tarun Pathak Sr yang juga analis Counterpoint.

Secara keseluruhan atau gabungan antara smartphone dan ponsel fitur, di kuartal ke-empat 2014, vendor asal Korea Selatan masih memimpin pasar dengan perolehan 19%. Bisa ditebak kontrinbusi Samsung lebih besar pada produk smartphone. Sebab pabrikan asal negeri gingseng itu tidak banyak mengeluarkan ponsel fitur pada tahun lalu.

Posisi kedua masih dipegang oleh Evercoss (dulu Cross). Evercoss masih perkasa ketika berbicara mengenai ponsel-ponsel fitur. Penetrasi ke daerah-daerah dengan produk-produk terjangkau membuat Evercoss menikmati pangsa pasar sebesar 18,2 persen. Hanya terpaut sedikit dari Samsung.


Menariknya, Microsoft (dulu Nokia) masih bisa bertengger di posisi ketiga. Ini merupakan gambaran bahwa pengguna ponsel di Indonesia masih percaya akan kekuatan Nokia terutama untuk ponsel-ponsel fitur. Microsoft di 2014 masih rajin mengguyur pasar dengan produk menengah – bawah dengan target pasar entry level.