pulsa-logo

Mediatek Siap Hadang Qualcomm di Kelas High End


PULSA

Kamis, 21 Mei 2015 • 14:17

Mediatek, Qualcomm, tabloid Samsung, Intel, apple, Snapdragon, LG, HTC, Sony, smartphone, tablet, Blackberry, quad core, Cortex A53, tabloid pulsa


gambar: mediatekgambar: mediatek

Persaingan antar merek smartphone tidak lepas dari peran pengembang chip. Sebagai salah-satu komponen penting dalam sebuah perangkat komputerisasi termasuk smartphone, chip menentukan seberapa besat fitur yang bakal disandangnya.

Di perangkat mobile, merek chip cukup beragam. Anda pasti kenal betul dengan Snapdragon buatan Qualcomm, MTK milik MediaTek, Exynos keluaran Samsung, Intel dan seri A milik Apple. Di dunia smaprtphone, Qualcomm masih menjadi yang terbesar.

Perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat ini berhasil membukukan pendapatan 26,5 miliar dolar AS di 2014, meningkat 7% dari 2013. Peningkatan ini merupakan kelanjutan dari tahun tahun sebelumnya.

Chip Snapdragon yang dibuat oleh Qualcomm banyak digunakan di smartphone dan tablet kelas menengah ke atas. Dan dipercaya oleh vendor-vendor besar sekaliber Samsung, LG, HTC, Sony dan beberapa brand besar lainnya.

Tapi kondisi ini bisa saja berubah. Sebab kompetisi adalah tulang punggung kapitalisme, dan tidak ada produsen yang bisa mengklaim dalam jangka waktu yang lama, serta mendominasi pertandingan selamanya. Adalah MediaTek, pengembang chip asal Taiwan yang paling memungkinkan bisa menahan dominasi Qualcomm.

Didirikan pada tahun 1997, MediaTek mengawali usahanya dengan sederhana. Dimulai dengan pabrikasi chipset untuk optical drive, akhirnya membuat chip untuk CD-ROM, dan mereka juga mulai memproduksi chipset untuk DVD drive. Perlahan namun pasti, Mediatek berkembang menjadi industri elektronik portabel dan di 2007 mereka benar-benar mulai bersinar.

Sementara kiprah Mediatek di industri ponsel dimulai ketika mengakuisisi pisi seluler sebuah perusahaan Amerika yang disebut Analog Devices. Beberapa tahun kemudian Mediatek juga mengakuisisi Ralink, perusahaan yang waktu itu memproduksi WiFi dongle.


Dan ketika booming Blackberry, permintaan ponsel QWERTY meningkat pesat. Di sinilah awalnya MediaTek kebanjiran order untuk menciptakan chip ponsel kelas murah dengan fitur khas seperti dual SIM card dan TV analog.