Atrk
ads skin gagal

Aplikasi Kesehatan: Membantu atau Malah Berbahaya?

Prev
Next »

FitnessAppsFitnessApps

Ada banyak aplikasi kesehatan untuk ponsel dan tablet yang beredar saat ini, kebanyakan aplikasi tersebut menjanjikan peningkatan kesehatan atau kebugaran baik dengan cara menurunkan berat badan, berolahraga, atau mengadopsi pola makan yang lebih baik.

Beberapa aplikasi tersebut berdiri sendiri, sementara sebagian lagi terhubung dengan piranti sandang (wearable devices) yang dapat merekam berbagai metrik seperti denyut jantung dan jumlah langkah yang diambil dalam satu hari.

Dua ahli yang menulis dalam jurnal kesehatan The BMJ memiliki pendapat yang berbeda. Satu orang, Iltifat Husainberpendapat bahwa aplikasi kebugaran dapat mendorong orang untuk mengadopsi gaya hidup sehat dan bahkan mencegah kematian dini. Sedangkan satu ahli lainnya, Des Spencemengatakan tidak ada bukti bahwa aplikasi tersebut telah bekerja dan bahkan dapat membuat kecemasan yang tidak perlu bagi orang-orang yang sehat.

Sebuah Cerita Pribadi

Jurnal The BMJ juga mencatat pendapat pengguna aplikasi kebugaran yang berbasis di London. Ia mengatakan bahwa penggunaan teknologi sedikit banyak telah membuaya lebih aktif dan sadar tentang kalori dan gaya hidup.

Sylvia Warman, seorang pekerja kantor menggambarkan pengalaman sehari-hari menggunakan perangkat kebugaran "Fitbit One ', sebuah pedometer digital yang dapat emlakukan sinkronisasi data ke PC, smartphone atau tablet.

Dia menemukan fakta bahwa aplikasi tersebut lebih mudah digunakan daripada pedometer tradisional. Ia juga bisa melihat rata-rata kalori, membuat perbandingan dan mengukur kalori yang terbakar. Kini, ia merasa menjadi orang yang lebih aktif.

Sylvia yang juga mendokumentasikan pola tidur, menjelaskan bahwa ia sering mambagi link aplikasi tersebut ke orang lain sehingga dia dapat membandingkan rute perjalanan dan bahkan merekam asupan makanan dan alkohol.

Dia mengatakan bahwa program dietnya  telah membaik. Dengan semakin berkurangnya konsumsi alkohol, kualitas tidurnya juga lebih baik.

Prev
Next »
Rate this item
(0 votes)