Atrk
ads skin gagal

9 Tren yang Berpengaruh di Industri Ponsel 2015

  • Tuesday, 07 July 2015 11:15
  • Published in Blog

Tren Ponsel 2015 Images Data 2015 Juli Thumb Other400 0

Memang, inovasi tidak selalu langsung bisa diserap oleh pasar. Seperti halnya penemuan light-emitting diode (LED) yang merupakan dasar dari lampu modern saat ini. LED pertama kali ditemukan pada 1927, tapi menurut beberapa sumber baru diproduksi beberapa dekade kemudian yakni 1962. Dan hari ini, dunia ramai-ramai mulai mengadopsi lampu LED pada skala yang lebih serius. Ini hanya salah-satu contoh saja.

Di dunia smartphone, munculnya ledakan teknologi dalam dekade terakhir memicu adopsi teknologi – teknologi baru pada level yang semakin memusingkan. Bagaimana tidak, Anda pasti akan lebih sulit memilih antara butuh atau sekedar gengsi. Ini tentu menyangkut harga yang harus dibayar.

Nah, adopsi teknologi tinggi ini boleh dibilang sudah kian menjadi tren di 2015. Setidaknya ada Sembilan tren teknologi menurut Phonearena yang mulai mempengaruhi pasar. Apa saja?

1. QHD akan menjadi mainstream
Jika Anda berfikir bahwa LG G3 adalah ponsel pertama yang menggunakan layar Quad HD (1440 x 2560 piksel) itu salah. Justru pabrikan Tiongkok Vivo yang juga merupakan sister company-nya Oppo lebih dulu mengenalkannya. Tapi yang memasarkan smartphone dengan layar Quad HD secara global memang LG G3.

Di 2015 ini, penggunaan layar dengan piksel yang padat bakal menjadi tren, meskipun ini baru sekedar strategi marketing agar bisa dinilai lebih baik ketimbang fungsinya.

Selain LG, Samsung diketahui juga akan menawarkan layar padat piksel begitu juga Motorola dan pabrikan Tiongkok seperti Xiaomi, Oppo, Lenovo, dan lain-lain, semua sudah memiliki setidaknya satu model dengan layar QHD.

2. Booming wearable device
Produk wearable device sebetulnya sudah marak sejak dua tahun terakhir. Namun ketika Apple meluncurkan Apple Watch, wearable device terlihat semakin bergairah.

Fakta menunjukkan bahwa produk wearable device berbasis Android Wear Produk yang terjual di 2014 hanya kurang dari 1 juta unit.  Sebagai perbandingan, laporan awal menunjukkan Apple Watch sudah dipesan diangka 1 juta unit di hari pertama pembukaan pre-order.

Kehadiran wearable device Apple ini tentu akan memicu bergairahnya produk-produk sejenis dari merek lain.

Wearable Device Images Data 2015 Juli Thumb Other400 0

3. Bahan premium

Tren lainnya yang terlihat adalah bagaimana para produsen menampilkan disain dan bahan unggulan untuk tampil baik luar dan dalam. Ini tidak heran jika ponsel-ponsel flagships meninggalkan bahan plastik dan beralih menggunakan logam, kaca, dan semua jenis bahan premium lainnya.

Ini didorong juga dengan penurunan biaya material secara signifikan dari waktu ke waktu. Sebab hampir semua pabrikan sudah jauh lebih mahir membuat perangkat mewah. Dan yang kedua, kompetisinya yang makin meningkat, sehingga pilihannya ikut atau ditinggalkan.

4. Murah yang tak murahan

Jangan heran bila makin banyak merek ponsel yang beredar dari yang ada sekarang termasuk di Indonesia. Ini karena pertimbangan membeli ponsel yang sedikit bergeser. Tidak lagi bicara soal merek, layanan dan ketangguhan. Tapi soal bagaimana vendor tersebut bisa menawarkan produk dengan spek yang mumpuni dengan harga yang terjangkau. Ini akan di dominasi oleh merek-merek asal Tiongkok yang saat ini bisa diterima di pasar dengan lebih baik.

5. Android Terbaru

Meski masuk kategori perangkat low end, smartphone murah sudah bisa menikmati manisnya Lollipop, perangkat lunak terbaru Android. Berkaca pada Android 4.4 KitKat, dengan sejumlah perbaikan dan optimasi, akhirnya memungkinkan hardware hemat anggaran untuk menjalankan OS terbaru yang bebas masalah.

Ini juga menunjukkan bahwa persaingan makin memanas, bahkan di segmen low-end, para pabrikan  memandang versi perangkat lunak Android saat ini sebagai keunggulan kompetitif dan bukan hanya tambahan opsional.

Android 5.0 Lollipop Bugdroid Images Data 2015 Juli Thumb Other400 0

6. Sang penantang: Samsung Exynos

Perkembangan yang juga sangat menarik lainnya adalah keberhasilan Samsung dalam industri semikonduktor. Samsung sebelumnya banyak mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon untuk pasar Barat. Tapi untuk Galaxy S6 dan S6 edge, rakasasa asak Korea Selatan itu memilih Exynos, chipset buatannya sendiri.

Ini bisa saja sebagai permulaan dan bukan tidak mungkin Samsung akan merayu pabrikan lain untuk menggunakan chipset buatannya.

Exynos Chip Wide Images Data 2015 Juli Thumb Other400 0

7. 64-bit

Berbicara tentang chipset, mau tidak mau perhatian kita akan tertuju pada arsitektur 64-bit, dan prosesor delapan inti (octa core).

Memang bukan hanya MediaTek yang jago dalam hal ini, Samsung , Qualcomm bahkan Intel pun menawarkan chip dengan arsitektur terbaru. Bahkan, di 2015 ini Anda akan banyak menemukan smartphone Android low end yang sudah menggunakan chip octa core 64-bit.

64 Bit Processor Smartphones Images Data 2015 Juli Thumb Other400 0

 8. Tablet yang tak ‘seksi’ lagi

Setelah selama bertahun-tahun mengalami pertumbuhan signifikan, kini penjualan tablet mulai stagnan bahkan cenderung turun. Bahkan Apple iPad, yang terbilang kuat di pasar tablet, telah membukukan penurunan penjualan.
Tapi kenapa? Boleh jadi phablets lebih mewakili orang-orang yang menginginkan perangkat dengan layar besar ketimbang tablet. Atau, sebagian besar menganggap tablet sebagai perangkat kasual untuk konsumsi multimedia, dan tidak cocok untuk bekerja serius, meskipun Microsoft berupaya untuk mempopulerkan Surface Pro series sebagai tablet untuk profesional.

9. Windows 10
Dijadwalkan untuk rilis pada pertengahan 2015, ponsel-ponsel Windows 10 sudah mulai bermunculan. LG, Acer, dan mungkin akan banyak merek lainnya yang bakal mengadopsi Windows 10. Microsoft sendiri menjanjikan bahwa mayoritas perangkat Windows Phone 8.1 akan mendapatkan update.  (*)

Rate this item
(0 votes)