pulsa-logo

Smartphone Dapat Menyebabkan Tuli? Ini Kata Para Ahli!


Arief Burhanuddin

Rabu, 08 Juli 2015 • 10:21


Apakah Anda pernah mengalami  situasi dimana kakek atau orang tua menyuruh mengeclkan volume saat Anda menyetel musik keras-keras? Dari generasi ke generasi, tiap remaja selalu diberitahu oleh orang tua mereka untuk mengecilkan musik itu. Sekarang tampaknya ada alasan medis yang kuat mengapa mereka melakukannya.

Baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia WHO memperingatkan dalam sebuah laporan bahwa lebih dari satu miliar anak muda beresiko untuk kehilangan pendengaran secara permanen. Salah satu penyebab utamanya adalah penggunaan salah satu perangkat yang populer digunakan untuk mendengarkan musik saat ini - smartphone.

"Pada saat di mana Anda meletakkan sumber suara ke dekat gendang telinga, sebagai masyarakat kita perlu mengetahui dampaknya lebih lanjut," kata Rex Bank, kepala audiolog di lembaga Masyarakat Audio Kanada.

Suara keras dapat merusak silia dari telinga bagian dalam. Silia sendiri merupakan  struktur kecil berwujud mirip rambut yang mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik untuk dibawa ke otak. Silia yang rusak tidak pernah tumbuh kembali. "Begitu mereka sudah rusak,  hal ini tidak dapat diubah," kata Bank.

Dr. Shelly Chadha, petugas teknis untuk pencegahan tuli dan gangguan pendengaran untuk WHO menjelaskan bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh smartphone adalah karena banyak orang yang mendengarkan musik dengan suara yang terlalu keras. Yang memperburuk, kata Bank, adalah kenyataan bahwa orang sering mendengarkan musik ketika berada di jalan, stasiun, atau di kereta di mana ada banyak kebisingan yang melatarbelakanginya.

Earphone yang dibundle bersama dengan smartphone atau MP3 player kadang juga dilengkapi dengan fitur yang dapat menghalangi ambient kebisingan lingkungan.  Jadi di lingkungan perkotaan yang bising, pengguna malah sering memaksimalkan volume untuk menikmati musiknya.

Bank menyatakan bahwa sebagian besar dari masyarakat secara perlahan merusak pendengarannya sendiri tanpa sadar. Meski demikian, telinga memiliki cara sendiri untuk memperingatkan diri kita. Jika Anda keluar dari pertunjukan musik dan menemukan bahwa telinga Anda berdengung atau Anda tiba-tiba harus berbicara keras untuk mendengar suara Anda sendiri, itu sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan telinga melindungi diri dari kerusakan. Fenomena ini sering disebut "pergeseran ambang batas sementara."


Berikan telinga Anda Waktu Istirahat

Bank lebih lanjut mengatakan bahwa Anda harus jauh dari kebisingan, memberikan kesempatan telinga Anda istirahat sedikitnya 12 jam. Mudah-mudahan, kerusakan belum menjadi permanen dan pendengaran Anda akan pulih.

Cara untuk Merawat Pendengaran

Sebuah percakapan normal biasanya memiliki keras suara 60 desibel. Volume di atas 85 desibel akan menyebabkan kerusakan setelah sekitar delapan jam. Suara di atas 100 desibel dapat menyebabkan kerusakan hanya dalam waktu 15 menit. Tapi mengukur tingkat desibel tidak praktis dan rumit bagi kebanyakan orang. Dr. Chadha merekomendasikan tes lebih mudah.

Duduklah di ruangan yang tenang dan mendengarkan musik dengan volume antara 50 sampai 60 persen. Anda masih bisa bercakap-cakap dengan orang yang duduk di dekat Anda. Jika Anda tidak dapat melakukan itu, berarti musiknya sudah terlalu keras.

Bank merekomendasikan metode ini: peganglah kuncup telinga dan tutup dengan sisa kepalan tangan Anda di sekitarnya. Jika Anda masih dapat mendengar musik, berartio volumenya terlalu keras.

Beberapa solusi

Salah satu solusi untuk masalah ini adalah menggunakan noise-canceling earphone yang bisa memblokir suara ambient dan memungkinkan pecinta musik untuk mendengarkan musik mereka pada volume yang lebih rendah dan lebih aman.

Fitur built-in untuk menjaga keamanan telinga juga telah diperkenalkan oleh beberapa pabrikan. Apple memperkenalkan cara membatasi volume pada perangkat iPod dan iPhone. Google juga telah memperkenalkan aplikasi pembatas volume untuk perangkat Android nya.

Tapi Bank tetap memperingatkan bahwa tak satupun dari fitur itu sempurna. Strategi  terbaik menurutnya adalah menghapus, mengurangi dan istirahat:  Hapus diri dari suara keras berkepanjangan, kurangi jumlah kebisingan latar belakang di sekitar Anda dan memberikan telinga Anda kesempatan untuk beristirahat dan pemulihan.

Sebagai penutup, Chadha mengatakan bahwa tujuan dari laporan WHO bukan untuk menakut-nakuti orang menggunakan smartphone. Dia mengatakan bahwa jika Anda mendengarkan musik Anda pada volume yang aman, Anda dapat mendengarkan dengan baik untuk waktu yang lama.

"Kami tidak mengatakan bahwa orang tidak boleh mendengarkan musik, hanya untuk memastikan bahwa mereka dapat mendengarkan musik secara aman dan untuk selamanya."

@ariefburhan/berbagai sumber