pulsa-logo

All about Mobile Processor part 2, 32-bit vs 64-bit


Aldrin Symu

Kamis, 23 Juli 2015 • 20:12


Masih melanjutkan pembahasan terkait prosesor, kini kita beralih ke perbedaan bit atau tepatnya apa perbedaan nyata antara 32 bit dan 64 bit. Kenapa ini perlu dibahas? Karena tahun ini (2015) begitu banyak smartphone yang dirilis menggunakan teknologi 64-bit.

Teknologi 64-bit Pada Smartphone

Teknologi 64-bit pada prosesor bukanlah hal yang baru. Prosesor dengan arsitektur 64-bit pada komputer telah lama ada pada sistem operasi Windows, Linux ataupun OS X. AMD Athlon64 merupakan prosesor 64-bit pertama yang dirilis pada tahun 2003. Sejak itu, banyak prosesor 64-bit yang hadir dan berlanjut ke sistem operasi dengan arsitektur 64-bit.

Pada smartphone, teknologi ini baru digunakan pada tahun 2013 dimana iPhone 5s menjadi smartphone pertama yang menggunakan prosesor 64-bit. Setahun kemudian Google mengumumkan bahwa Android 5.0 Lollipop juga mendukung arsitektur 64-bit. Hingga tiba di tahun 2015, pada ajang Consumer Electronics Show (CES), sebagian besar smartphone yang diperkenalkan telah menggunakan prosesor 64-bit.

Bit Secara Teoritis

Dalam sistem komputasi sebuah perangkat, jumlah bit dalam prosesor menunjukkan ukuran data yang dialirkan dan kapasitas dari register. Register merupakan sejumlah kecil memori perangkat yang bekerja dengan kecepatan sangat tinggi yang digunakan untuk melakukan eksekusi terhadap program-program dengan menyediakan akses yang cepat terhadap nilai-nilai yang umum digunakan. Register prosesor inilah yang digunakan untuk melakukan macam-macam operasi.


Register merupakan database yang digunakan untuk menyimpan informasi pada komputer atau perangkat. Arsitektur 32-bit memiliki jalur pita data sebesar 32-bit dan memiliki register prosesor sebesar 32-bit, begitu pula dengan arsitektur 64-bit yang memiliki jalur pita data sebesar 64-bit dan register prosesor sebesar 64-bit.

32-bit atau 64-bit

Kapasitas memori merupakan salah satu faktor utama kenapa teknologi 64-bit dikembangkan. Pasalnya prosesor 32-bit hanya mendukung memori dengan kapasitas maksimal hingga 4GB. Hal ini bisa terjadi sesuai dengan perhitungan 2^32 sama dengan 4,2 miliar byte atau setara dengan 4GB. Sedangkan dengan prosesor 64-bit, secara teori, dengan perhitungan yang sama 2^64 sama dengan 16 exabyte atau setara dengan 16 miliar gigabyte.

Walaupun tidak bisa dirasakan secara langsung, performa prosesor 64-bit jauh lebih baik dibandingkan prosesor 32-bit. Sebagai contoh, sebuah proses memerlukan nilai komputasi sebesar 128 bit. Dengan prosesor 32-bit, proses tersebut akan diselesaikan dengan dua kali putaran. Sedangkan dengan prosesor 64-bit proses itu bisa diselesaikan hanya dengan satu kali putaran, karena prosesor 64-bit bisa menampung 256 nilai komputasi.

Kelebihan prosesor 64-bit dari sisi aplikasi adalah bisa menjalankan aplikasi yang dibuat dengan arsitektur 32-bit maupun 64-bit itu sendiri. Lain halnya dengan prosesor 32-bit yang hanya bisa menjalankan aplikasi atau software 32-bit saja. Selain itu mengingat arsitektur 64-bit mendukung memori yang besar, maka ke depannya smartphone yang menggunakan prosesor ini bisa menjalankan aplikasi yang memerlukan kapasitas memori yang besar.

 

Pengaruhnya Pada Kinerja Smartphone

Prosesor 64-bit memang mendukung kapasitas RAM besar. Tapi kapasitas tersebut, hanya bisa dinikmati apabila Anda menjalankan atau memerlukan aplikasi-aplikasi yang memakan banyak memori. Saat ini masih sedikit. Karena rata-rata aplikasi ponsel memerlukan kapasitas RAM di bawah 100 MB (kecuali game HD). Selain itu, rata-rata smartphone kelas menengah sekarang memiliki RAM 2GB hingga 3GB (kecuali ASUS Zenfone 2) dan itu sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari seperti membuka aplikasi media sosial atau bahkan bermain game HD.

Kemampuan prosesor 64-bit bisa dibilang tidak bisa dinikmati secara langsung. Sebab sebagian besar aplikasi ponsel masih dibuat dengan arsitektur 32-bit sehingga kemampuan prosesor 64-bit tidak terpakai semuanya. Tapi untungnya sekarang beberapa aplikasi bisa mendukung 32-bit dan 64-bit sekaligus. Jadi dalam beberapa bulan atau tahun ke depan akan mulai banyak aplikasi ponsel yang mendukung kedua arsitektur tersebut.

Selain itu, sebagian besar aplikasi masih dibuat dengan arsitektur 32-bit. Banyak aplikasi tidak memerlukan kemampuan arsitektur 64-bit, seperti memerlukan kapasitas RAM lebih dari 4GB. Bahkan terkadang aplikasi 64-bit berjalan lebih lambat dibandingkan 32-bit, karena aplikasi tersebut harus memakai semua alokasi bit yang dimiliki prosesor 64-bit. Masalah lainnya adalah aplikasi 64-bit biasanya memiliki ukuran dua kali lipat dari aplikasi 32-bit.

Disadur dari berbagai sumber / Foto-foto: Istimewa