pulsa-logo

Mampukah Apple Watch Dongkrak Pamor Smartwatch?


dian iskandar

Minggu, 09 Agustus 2015 • 12:48


ilustrasi, imae courtasy: vulcanpost.comilustrasi, imae courtasy: vulcanpost.com

Tak dipungkiri, nama besar Apple masih dianggap sebagai pembawa tren. Produk-produk yang diluncurkan oleh pabrikan asal Cupertino Amerika Serikat itu seringkali mengilhami para produsen lainnya. Meski tidak melulu menjadi yang pertama, produk-produk Apple bisa menggairahkan industri secara keseluruhan.

Seperti halnya pada perangkat tablet, Apple iPad bukan merupakan yang pertama dikenalkan. Tapi begitu iPad diluncurkan dan sukses, produk-produk tablet secara umum ikut booming. Bahkan tidak jarang yang menyebut tablet sebagai “iPad” meski bukan produk Apple.

Nah pengalaman itu yang diharapkan bisa terjadi pada smartwatch. Kejadiannya sangat mirip dengan tablet. Apple Watch bukan merupakan jam pintar yang pertama hadir di pasaran. Justru merek-merek seperti Samsung, LG, Motorola dan yang berasal dari vendor Tiongkok lebih dulu menggelontorkan produknya.

Eksis jam pintar dari berbagai merek mulai  merangsek pasar pada 2013 tapi terlihat lebih massive di 2014. Nah sekarang sudah di tahun 2015, pertanyaannya, seberapa banyak smartwatch yang terjual di 2014? Tanpa Apple Watch, menurut Smartwatch Group hanya 6,8 juta jam pintar saja yang terjual pada 2014 dengan harga rata-rata 189 dolar AS (Rp2,4 jutaan).

Pemimpin pasar jam pintar di 2014 menurut Smartwatch Group adalah Samsung dengan 1,2 juta unit dikirim pada tahun 2014. Pabrikan diperingkat kedua yakni Pebble, yang mengirim sekitar 700 ribu perangkat.

Masih menurut Smartwatch Group, ada 89 perusahaan dari 18 negara menjual smartwatches di 2014. Diperkirakan bakal ada tambahan 140 perusahaan yang berkecimpung di smartwatch, dan bakal mendorong pertumbuhan besar pada produk piranti sandang di 2015 ini.

Kiprah Apple Watch


Apple Watch pertama kali diperkenalkan pada September 2014 berbarengan dengan peluncuran iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. Tapi Apple tidak langsung menjual produknya, baru pada April 2015, Apple membuka keran pre-order untuk Watch.

Apple menawarkan tiga varian Watch, Sport, Watch dan Watch Edition. Varian Sport merupakan versi termurah dengan tali karet yang dibanderol mulai 349 dolar AS atau sekitar Rp4,5 jutaan, dan yang menjadi versi termahal adalah Watch Edition atau boleh disebut edisi spesial karena menggunakan bahan-bahan mewah. Watch Edition dibanderol mulai 10 ribu dolar AS atau sekitar Rp13 jutaan.

Apple WatchApple Watch

Ekspektasi Apple Watch bakal booming sudah digaungkan awal 2015. Perusahaan investasi JP Morgan bahkan telah mengatakan kepada para investor bahwa Apple diperkirakan bisa menjual 26,3 juta unit sebelum kalender 2015 berakhir. Ditambah dengan rumor dari rantai pasokan pada saat yang sama mengatakan dengan lebih optimis, Apple bisa menjual 40 juta unit di tahun pertama.

Satu lagi analis yang terkenal dengan prediksi yang akurat mengenai produk Apple yakni Ming Chi Kuo dari KGI Securities ikut memprediksi dengan angka optimis, menyebutlkan bahwa Apple Watch bisa terjual 20 - 30 juta unit pada tahun ini.

Beda harapan dan kenyataan

Minggu pertama pre-order Apple Watch, beberapa prediksi optimis muncul dari para analis. Ada yang menyebut 1 juta hingga 2,5 juta unit berhasil diorder. Tapi bekalangan ini, menurut perusahaan analis Slice Intelligence jumlah pesanan Apple Watch terus berkurang.

Sampling yang diambil dari e-receipt dari 14.000 pembeli online Amerika Serikat yang menggunakan layanan ini, Slice Intelligence percaya bahwa hanya setengah (di bawah 1,5 juta) dari perkiraan 2,5 juta saja Apel Watch yang dioder pada 10 April.

Sejak itu, Apple Watch telah mengalami penurunan menjadi rata-rata 30.000 unit per hari pada 15 Mei, dan sedang berjuang untuk bergerak lebih dari 20.000 per hari.

Nah, ketika Apple mulai mengirim pesanan Watch di 24 April, terlihat ada lonjakan lagi. Namun, sejak saat itu, terus melambat.

Sejalan dengan fakta itu, analis Ming-Chi Kuo seperti dikutip dari Apple Insider,  baru-baru ini akhirnya juga memangkas prediksi penjualan Apple Watch hingga setengahnya.

KGI sebelumnya menyebutkan, penjualan Apple Watch diprediksi mencapai 20-30 juta pada tahun ini, sekarang prediksinya turun menjadi kurang dari 15 juta. Ini menunjukkan bahwa dorongan awal terhadap Apple Watch cepat berlalu. Meski begitu, Apple masih boleh berbangga sebab penjualan awal Watch melampaui angka penjualan pertama iPod, iPhone, dan iPad.

Waktu terus berjalan, dan kita akan melihat laporan asli semester pertama mengenai angka ril dari penjualan Watch. Apakah memang sesuai dengan prediksi para analis, atau malah sebaliknya. Yang jelas, sukses Apple Watch tetap diharapkan bisa menggairahkan pasar piranti sandang secara global. (*)

Sumber: Tabloid PULSA edisi 312