pulsa-logo

Thanks Smartphone, Manusia Kini Tak Lebih Konsen Dibanding Ikan Mas!


Arief Burhanuddin

Minggu, 09 Agustus 2015 • 13:42


ilustrasi, image courtasy: mobileadvertisingwatch.comilustrasi, image courtasy: mobileadvertisingwatch.com

Pernahkah Anda bertanya pada diri sendiri, Smartphone yang setiap saat berada dalam genggaman Anda itu, seberapa besarkah ia mampu mengalihkan konsentrasi Anda?

Sebuah laporan setebal 54 halaman dari Microsoft dengan sampel lebih dari 2000 orang Kanada, 112 diantaranya dipantau aktifitas otaknya akan menjelaskan banyak hal mengejutkan.

Intinya, konsentrasi kita kini menurun sangat tajam. Sebagai gambaran, manusia kini tak lebih konsen dari seekor ikan emas!

Para peneliti percaya, penurunan daya konsentrasi dan perhatian kita tersebut akibat kegagalan kita untuk menjauh dari smartphone dan berbagai perangkat portabel lainnya.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2000 sebelumnya menunjukkan bahwa orang-orang Kanada memiliki rentang atensi (memperhatikan dengan konsentrasi penuh) rata-rata 12 detik. Angka tersebut kini turun drastis menjadi 8 detik dimana jangka waktu tersebut lebih pendek jika dibandingkan rentang atensi ikan emas.

"Masyarakat Kanada dengan gaya hidup yang lebih digital (orang-orang yang mengkonsumsi lebih banyak media online, multi layar, penggemar media sosial, atau pengadopsi awal teknologi) kini tengah berjuang untuk fokus terhadap lingkungannya di mana hal tersebut memerlukan konsentrasi yang lebih panjang," demikian pernyataan yang tercantum dalam laporan penelitian tersebut.

Studi ini menemukan sejumlah data menarik menganai “perilaku yang mirip dengan kecanduan” dari responden yang selalu online. Hasilnya, 44 persen responden mengaku mereka bekerja keras untuk berkonsentrasi dan tetap fokus pada tugas-tugas mereka, 37 persen mengatakan mereka tidak dapat memanfaatkan waktu mereka dengan baik bahkan sering meneybabkan mereka bekerja lembur di malam hari dan akhir pekan. 77 persen responden mengaku segera mengambil ponsel mereka ketika mereka merasa bosan, dan 79 persen sampel dilaporkan menggunakan perangkat portabel ketika menonton TV.


Penelitian ini sendiri dimaksudkan untuk membantu para pemasar (marketing) menjangkau khalayak multitasking mereka. Ironisnya, orang-orang yang menggunakan smartphone sambil menonton TV menjadi target yang baik untuk pengiklan.

"Mereka memegang ponsel, menggunakannya dan ... mereka tetap bereaksi terhadap tayangan yang ada di TV bahkan ketika mereka tidak menonton," Papar Alyson Gausby, pemerhati konsumen yang bekerjasama dengan Microsoft Kanada, kepada media Globe dan Mail saat mengamati perilaku masyarakat multi layar dalam lingkungan. "Mereka masih menertawakan lelucon yang ada di TV, atau saat ada drama yang menegangkan, mereka semua melihat ke TV sambil jari mereka berada di ponsel.”

"Ini menjadi berita yang bagus bagi para pemasar, bahwa multiscreen (layar ganda) tidak mengurangi dampak potensial pemasaran."

Lebih lanjut, Gausby mengatakan bahwa Microsoft melakukan penelitian untuk lebih memahami bagaimana orang menggunakan teknologi saat ini.

"Kami melihat sekarang berita yang disajikan hanya dengan 140 karakter, percakapan yang dikonversi dalam bentuk emoji dan kami ingin memahami bagaimana perubahan ini mempengaruhi cara masyarakat melihat dan berinteraksi dengan dunia," katanya.

Bruce Morton, seorang peneliti dari University of Western Ontario Brain & MindInstitute, mengatakan kepada Ottawa Citizen bahwa semakin kita ‘memberi makan’ otak, maka otak akan semakin ‘lapar.’

Bruce kemudian memberikan sebuah analogi. "Ketika pertama kali manusia menemukan mobil, itu adalah sesuatu yang sangat baru. Belum ada pikiran untuk memiliki perangkat hiburan di mobil. Waktu itu, ide perangkat hiburan di mobil itu sendiri adalah hal yang konyol, karena mobil itu sendiri (waktu itu) adalah sebuah hiburan, " Katanya.

"Namun kini, setelah melakukan perjalanan panjang, misalnya selama delapan jam atau lebih, Otak Anda mulai bosan. Ide selanjutnya bisa ditebak, menempatkan perangkat hiburan seperti radio dan video. Mengapa? Karena setelah 10 menit pertama mengendarai mobil, otak kita akan berkata cukup sudah. Dan Saya memahami hal itu. "

Hanya karena kita sekarang sedang membagi perhatian kita dengan cara yang berbeda tidak berarti "cara atensi kita agar dapat berfungsi (dengan baik) juga telah berubah," katanya.

Morton menambahkan, "teknologi digital telah bersinergi ke bagian pengolahan informasi yang ada di otak kita."

Tahun lalu, peneliti iklan telah melacak kebiasaan 200 orang Inggris dalam memakai gadget dan menemukan bahwa rata-rata orang bolak balik ke agdget mereka sebanyak 21 kali dalam satu jam!

Kini semua pertanyaan kembali ke kita sendiri. Seberapa sering Anda meletakkan smartphone? Pernahkah Anda menyadari bahwa atensi Anda memendek sejak Anda mulai menggunakan smartphone?

@ariefburhan/berbagai sumber

Disarikan dari Tabloid PULSA edisi 312