pulsa-logo

Raport Vendor Global Triwulan Ketiga


dian iskandar

Selasa, 27 Oktober 2015 • 17:59

raport, vendor, global, ketiga, tabloid pulsa


Periode triwulan ketiga tahun ini cukup menarik. Banyak vendor smartphone gobal meluncurkan perangkat unggulan generasi terbaru mereka menjelang peluncuran iPhone 6s September lalu. Beberapa diantaranya yang mencoba mencuri start adalah Samsung Note 5, Huawei Mate dan seri Sony Z5. Akibatnya, momentum pertumbuhan tahun ini di pasar smartphone terkonsentrasi pada triwulan ketiga.

Menurut laporan pengiriman smartphone terbaru dari perusahaan riset global TrendForce, pengiriman smartphone di seluruh dunia pada triwulan ketiga tumbuh 9,1% dari triwulan kedua, dengan total 332 juta unit. Selain itu, vendor asal Tiongkok berhasil memimpin dengan volume dari seluruh merek yang mencapai 150 juta unit, atau tumbuh triwulanan sebesar 16,3%.

Pasar Melambat

Analis smartphone TrendForce Avril Wu mengatakan bahwa dengan ekonomi global yang diproyeksikan melambat di paruh kedua 2015, pengiriman smartphone diperkirakan akan tetap lemah sampai pertengahan proyeksi terbaru 2016.

TrendForce menunjukkan bahwa pengiriman smartphone global akan mengalam pertumbuhan tahun ke tahun sebesar 9,3% pada 2015. Sedangkan di 2016, tingkat pertumbuhan tahunan pengiriman diproyeksikan turun menjadi 7,7%.

Menurut TrendForce, pasar negara berkembang seperti Asia Tenggara dan India sekarang menjadi medan pertempuran utama bagi para vendor, sementara pasar negara maju sudah cukup jenuh. Meningkatnya persaingan itu juga berarti akan menurunkan keuntungan guna menjaga stabilitas pengiriman, dan ini akan menjadi isu utama yang paling krusial bagi vendor dalam waktu dekat.

Samsung Alami Penurunan untuk Pertamakalinya


tahun ini Samsung akan mengalami sedikit penurunan pengiriman smartphone dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Setelah terus mengalami kenaikan pertumbuhan, sekarang bisnis smartphone Samsung turun untuk pertama kalinya, meskipun dalam angka yang sangat kecil.

TrendForce memperkirakan bahwa Samsung akan mengapalkan sekitar 323,5 juta smartphone pada 2015, atau turun satu persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tentu, penurunan ini tak terlalu berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, tapi itu adalah tanda bahwa Samsung sedang berjuang untuk mempertahankan cengkeramannya atas pasar smartphone global.

Dalam laporan terbaru Samsung, pengamat pasar TrendForce meyakini penyebab yang juga sering dolontarkan banyak periset, yakni semakin meningkatnya persaingan dari para produsen ponsel yang berbasis di Tiongkok, dan imbasnya mengenai segmen low dan middle Samsung. Namun, jika Samsung bisa mempertahankan penurunan satu persen YoY, maka tidak perlu khawatir.

Samsung mempertahankan gelar sebagai merek smartphone top dengan berkontribusi hingga 25% dari pengiriman global pada kuartal ketiga, namun proyeksi pengiriman Galaxy S6 dan perangkat seri S 2015 telah berkurang menjadi 40 juta unit.

Nah, untuk Apple, perusahaan asal AS itu justru terus menikmati pertumbuhan pengiriman berkat kinerja seri iPhone 6 dan iPhone 6s. Menurut TrendForce, Apple akan mengapalkan sekitar 223,7 iPhone pada 2015, atau tumbuh 16 persen dibandingkan 2014.

IPhone Apple 6s, yang dirilis pada jadwal pada bulan September, telah memikat konsumen dengan teknologi 3D Sentuh. Meskipun demikian, untuk melo,pati jumlah pengiriman iPhone 6, cukup menjadi tantangan bagi iPhone 6s karena ada tidak banyak perbedaaan yang mencolok diantara keduanya.

Analis TrendForce mencatat bahwa kontributor utama untuk pengiriman iPhone tahun ini adalah model dengan layar besar yang diperkenalkan Apple untuk pertama kalinya.

Vendor Tiongkok

Vendor asal Tiongkok yang memiliki kinerja paling kinclong di triwulan ketiga ini adalah Huawei. Pabrikan berlambang bunga lili merah itu menjadi yang smartphone asal Tiongkok yang pertama mencapai 100 juta unit pengiriman dan berhasil menggapai posisi terbesar ketiga di seluruh dunia.

Kinerja pengiriman Huawei pada kuartal ketiga menembus ekspektasi. Tidak hanya mencapai target 100 juta unit tahun ini, hasil tahunan mungkin bisa menyentuh 110 juta. Seri Mate S, yang diluncurkan pada September dengan harga di tingkat pasar high-end, menunjukkan bahwa Huawei memiliki ambisi untuk memposisikan diri sebagai merek internasional terkemuka. Berdasarkan estimasi TrendForce ini, pengiriman Huawei smartphone tahun ini akan tumbuh di atas 40% dibanding 2014.

Sementara upaya Xiaomi untuk memasuki pasar high-end dengan seri Mi Note dinilai tidak berhasil, dan Xiaomi akan kembali menjual perangkat dengan rasio harga-kinerja tinggi seperti Redmi Note 2 dan Mi 4c pada paruh kedua 2015.

Analis TrendForce Wu menunjukkan bahwa Xiaomi akan sulit mencapai target pengiriman tahun ini, sebesar 100 juta unit. Namun, Xiaomi akan mampu mencapai pertumbuhan 14,6% lewat kontribusi dari perangkat yang lebih terjangkau.

Wu juga menambahkan: "Huawei adalah merek smartphone Tiongkok pertama yang mencapai 100 juta volume pengiriman tahunan, tetapi tidak mungkin menjadi satu-satunya vendor Tiongkok yang bisa mencapainya. Pengiriman gabungan Oppo dan VIVO juga mencapai 100 juta unit, mengingat bahwa kedua merek merupakan anak perusahaan dari BBK Electronics. Tidak seperti vendor lainnya, OPPO dan VIVO lebih terfokus pada penguatan hubungan mereka dengan agen ritel, termasuk menempatkan upaya dalam mengembangkan pengaturan pembagian keuntungan. Dengan demikian, TrendForce memperkirakan bahwa kedua merek akan mencapai pertumbuhan pengiriman relatif tinggi untuk tahun ini dan berikutnya. " (*)

Sumber: TrendForce

Raport Vendor Global Triwulan Ketiga 

Periode triwulan ketiga tahun ini cukup menarik. Banyak vendor smartphone gobal meluncurkan perangkat unggulan generasi terbaru mereka menjelang peluncuran iPhone 6s September lalu. Beberapa diantaranya yang mencoba mencuri start adalah Samsung Note 5, Huawei Mate dan seri Sony Z5. Akibatnya, momentum pertumbuhan tahun ini di pasar smartphone terkonsentrasi pada triwulan ketiga.

Menurut laporan pengiriman smartphone terbaru dari perusahaan riset global TrendForce, pengiriman smartphone di seluruh dunia pada triwulan ketiga tumbuh 9,1% dari triwulan kedua, dengan total 332 juta unit. Selain itu, vendor asal Tiongkok berhasil memimpin dengan volume dari seluruh merek yang mencapai 150 juta unit, atau tumbuh triwulanan sebesar 16,3%.

Pasar Melambat

Analis smartphone TrendForce Avril Wu mengatakan bahwa dengan ekonomi global yang diproyeksikan melambat di paruh kedua 2015, pengiriman smartphone diperkirakan akan tetap lemah sampai pertengahan proyeksi terbaru 2016.

TrendForce menunjukkan bahwa pengiriman smartphone global akan mengalam pertumbuhan tahun ke tahun sebesar 9,3% pada 2015. Sedangkan di 2016, tingkat pertumbuhan tahunan pengiriman diproyeksikan turun menjadi 7,7%.

Menurut TrendForce, pasar negara berkembang seperti Asia Tenggara dan India sekarang menjadi medan pertempuran utama bagi para vendor, sementara pasar negara maju sudah cukup jenuh. Meningkatnya persaingan itu juga berarti akan menurunkan keuntungan guna menjaga stabilitas pengiriman, dan ini akan menjadi isu utama yang paling krusial bagi vendor dalam waktu dekat.

Samsung Alami Penurunan untuk Pertamakalinya

tahun ini Samsung akan mengalami sedikit penurunan pengiriman smartphone dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Setelah terus mengalami kenaikan pertumbuhan, sekarang bisnis smartphone Samsung turun untuk pertama kalinya, meskipun dalam angka yang sangat kecil.

TrendForce memperkirakan bahwa Samsung akan mengapalkan sekitar 323,5 juta smartphone pada 2015, atau turun satu persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tentu, penurunan ini tak terlalu berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, tapi itu adalah tanda bahwa Samsung sedang berjuang untuk mempertahankan cengkeramannya atas pasar smartphone global.

Dalam laporan terbaru Samsung, pengamat pasar TrendForce meyakini penyebab yang juga sering dolontarkan banyak periset, yakni semakin meningkatnya persaingan dari para produsen ponsel yang berbasis di Tiongkok, dan imbasnya mengenai segmen low dan middle Samsung. Namun, jika Samsung bisa mempertahankan penurunan satu persen YoY, maka tidak perlu khawatir.

Samsung mempertahankan gelar sebagai merek smartphone top dengan berkontribusi hingga 25% dari pengiriman global pada kuartal ketiga, namun proyeksi pengiriman Galaxy S6 dan perangkat seri S 2015 telah berkurang menjadi 40 juta unit.

Nah, untuk Apple, perusahaan asal AS itu justru terus menikmati pertumbuhan pengiriman berkat kinerja seri iPhone 6 dan iPhone 6s. Menurut TrendForce, Apple akan mengapalkan sekitar 223,7 iPhone pada 2015, atau tumbuh 16 persen dibandingkan 2014.

IPhone Apple 6s, yang dirilis pada jadwal pada bulan September, telah memikat konsumen dengan teknologi 3D Sentuh. Meskipun demikian, untuk melo,pati jumlah pengiriman iPhone 6, cukup menjadi tantangan bagi iPhone 6s karena ada tidak banyak perbedaaan yang mencolok diantara keduanya.

Analis TrendForce mencatat bahwa kontributor utama untuk pengiriman iPhone tahun ini adalah model dengan layar besar yang diperkenalkan Apple untuk pertama kalinya.

Vendor Tiongkok

Vendor asal Tiongkok yang memiliki kinerja paling kinclong di triwulan ketiga ini adalah Huawei. Pabrikan berlambang bunga lili merah itu menjadi yang smartphone asal Tiongkok yang pertama mencapai 100 juta unit pengiriman dan berhasil menggapai posisi terbesar ketiga di seluruh dunia.

Kinerja pengiriman Huawei pada kuartal ketiga menembus ekspektasi. Tidak hanya mencapai target 100 juta unit tahun ini, hasil tahunan mungkin bisa menyentuh 110 juta. Seri Mate S, yang diluncurkan pada September dengan harga di tingkat pasar high-end, menunjukkan bahwa Huawei memiliki ambisi untuk memposisikan diri sebagai merek internasional terkemuka. Berdasarkan estimasi TrendForce ini, pengiriman Huawei smartphone tahun ini akan tumbuh di atas 40% dibanding 2014.

Sementara upaya Xiaomi untuk memasuki pasar high-end dengan seri Mi Note dinilai tidak berhasil, dan Xiaomi akan kembali menjual perangkat dengan rasio harga-kinerja tinggi seperti Redmi Note 2 dan Mi 4c pada paruh kedua 2015.

Analis TrendForce Wu menunjukkan bahwa Xiaomi akan sulit mencapai target pengiriman tahun ini, sebesar 100 juta unit. Namun, Xiaomi akan mampu mencapai pertumbuhan 14,6% lewat kontribusi dari perangkat yang lebih terjangkau.

Wu juga menambahkan: "Huawei adalah merek smartphone Tiongkok pertama yang mencapai 100 juta volume pengiriman tahunan, tetapi tidak mungkin menjadi satu-satunya vendor Tiongkok yang bisa mencapainya. Pengiriman gabungan Oppo dan VIVO juga mencapai 100 juta unit, mengingat bahwa kedua merek merupakan anak perusahaan dari BBK Electronics. Tidak seperti vendor lainnya, OPPO dan VIVO lebih terfokus pada penguatan hubungan mereka dengan agen ritel, termasuk menempatkan upaya dalam mengembangkan pengaturan pembagian keuntungan. Dengan demikian, TrendForce memperkirakan bahwa kedua merek akan mencapai pertumbuhan pengiriman relatif tinggi untuk tahun ini dan berikutnya. " (*)

Sumber: TrendForce

LATEST TIPS-APPS

Mengatur Pesan SOS di Smartphone Asus
BackUp Cloud di CloudMAX

2018-04-10 20:49:42