pulsa-logo

Dorong UKM Goes Online!


PULSA

Rabu, 11 November 2015 • 17:27

dorong, UKM, Goes Online, tabloid pulsa


UKM memberikan kontribusi sekitar 60 persen bagi Gross Domestic Product (GDP) Indonesia, di tahun 2013. Sementara terhadap aktivitas ekspor Indonesia, kontribusi UKM masih terbilang rendah. Dari sekitar 670 ribu unit UKM yang tersebar di seluruh Indonesia, hanya 5 ribu unit saja yang mengekspor produknya. Ini berarti hanya sekitar 0,75 persen dari total UKM.

Di era online saat ini, sekaligus menjelang dibukanya ASEAN Economic Community (AEC) alias Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pemerintah perlu meningkatkan daya saing UKM, yang salah satunya mendorong UKM untuk bisa berkiprah memperkenalkan dan memasarkan produk-produknya di dunia online.

Guna mendorong UKM agar bisa selalu online, pemerintah perlu menyediakan sarana dan prasarananya, diantaranya akses broadband ke pelosok, akses mudah pembayaran elektronis, akses ke layanan keuangan, dan yang paling penting adalah melakukan edukasi dan pelatihan bagi UKM untuk goes digital, yang dilakukan secara nasional.

Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke empat di dunia. Namun Indonesia tercatat di urutan ke 5 di Asia untuk urusan ecommerce, setelah Cina, Jepang, Korea Selatan dan India. Populasi Internet Indonesia diperkirakan mencapai 125 juta di tahun 2017.

Meski begitu, eCommerce Indonesia diprediksi bakal tumbuh tiga kali lipat di tahun 2016 atau sekitar 5 miliar Dolar AS. Menurut sebuah survey yang dilakukan Google atas 1.300 responden masyarakat Indonesia, separuh responden mengaku belum pernah melakukan pembelian online, namun mereka mengatakan akan melakukan pembelian online di tahun depan.

Peredaran transaksi e-commerce (PDB e-commerce) di Indonesia mencapai sekitar Rp.120 triliun. Selain itu, transaksi e-commerce memberikan sumbangan 8.5 % dari total PDB sektor perdagangan yang secara keseluruhan mencapai sekitar Rp. 1.400 triliun di tahun 2014.

PDB e-commerce ini berasal dari transaksi yang dilakukan oleh tak kurang dari 75 ribu pedagang online. Diperkirakan ada sekitar 5 juta pedagang yang siap melakukan penjualan online apabila infrastruktur dan jaringan sudah memadai. Bisa dibayangkan, potensi pendapatan pajak yang bisa diraih dari e-commerce di tahun-tahun mendatang.


Dalam surat edaran Dirjen Pajak No SE-62/PJ/2013 dan SE-06/PJ/2015 tentang Pemotongan dan/atau Pemungutan Pajak Penghasilan atas Transaksi E-Commerce, pemerintah akan mengenakan pajak atas transaksi di online marketplace, classified ads, daily deals dan online retail.

Sebagian pihak menganggap langkah ini akan menghambat laju pertumbuhan e-Commerce, namun sebagian lainnya menganggap e-Commerce merupakan peluang emas untuk mendapatkan pendapatan Negara yang akan digunakan untuk mempercepat pembangunan nasional.

Selain itu salah satu yang menjadi tantangan besar dalam kesuksesan ecommerce di Indonesia adalah metode pembayaran. Banyak penjaja barang online mengharuskan pelanggan mereka menggunakan ATM untuk mentransfer uang agar barang yang mereka pesan bisa dikirim. Hal ini tentu saja membuat jual-beli online tak terlalu berbeda jauh dengan jual beli tradisional yang mengharuskan pembeli datang ke toko untuk memilih barang.

Saat ini pemerintah melalui delapan kementerian tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang e-commerce. Isu-isu penting dalam pembahasan ini antara lain terkait pajak, Daftar Negatif Infestasi (DNI) dan sistem pembayaran transaksi e-commerce. Ada baiknya e-Commerce bisa masuk ke dalam DNI, agar pasar Indonesia tak melulu dikuasai oleh para pemain asing.

Di sinilah pemerintah perlu menyiapkan serupa single identity number (SIN). Satu nomor dentitas bagi pelaku e-commerce, termasuk bagi para UKM. Nomor ini bisa sekaligus digunakan untuk kepentingan pajak, eMoney untuk transaksi online, dan sebagai identitas terverifikasi bagi penjual guna menghindari tindak kejahatan dan melindungi konsumen e-Commerce. Apalagi bila nomor identitas ini juga bisa berlaku untuk jaminan kesehatan dan asuransi bagi pemegangnya. Tentunya akan lebih sempurna.

Namun selain hal di atas yang paling diperlukan UKM adalah sebuah aplikasi nasional dengan antarmuka yang sangat sederhana, sehingga para pelaku UKM yang banyak beraktivitas dalam produksi bisa langsung berinteraksi melalui aplikasi UKM di ponsel yang digunakannya. (dp)

LATEST TIPS-APPS

Mengatur Pesan SOS di Smartphone Asus
BackUp Cloud di CloudMAX

2018-04-10 20:49:42