pulsa-logo

Priv, Senjata Terakhir Blackberry


dian iskandar

Selasa, 24 November 2015 • 11:58

priv, senjata, terakhir, blackberry, spesifikasi


Pelepasan BlackBerry Priv bisa menandai momen penting bagi Blackberry yang membalikkan kondisi yang merugi. Jika Priv gagal, kemungkinan perusahaan yang berbasis di Waterloo, Ontario Kanada akan akan keluar dari bisnis hardware dan beralih menjadi penyedia solusi dan perangkat lunak.

Hal itu pernah dikatakan oleh sang CEO John Chen, "Jika saya tidak bisa menghasilkan uang di handset, saya tidak akan berada dalam bisnis handset," kata Chen pada saat itu, meskipun kemudian menjelaskan bahwa ia bertekad untuk menemukan cara untuk membuat bisnis handsetnya menguntungkan.

Sayangnya, sudah sedikit terlambat bagi Blackberry ketika memutuskan untuk mencicipi pasar Android. Sebab, sang penguasa pasar di Android yakni Samsung malah berpikir bagaimana caranya mereka bisa bertahan sebagai raksasa dengan mengenalkan system operasi buatannya sendiri, Tizen.

Jika saja Samsung tidak berpikir demikian, bukan tidak mungkin akan mengalami “The Innovator Dilema”.   Menurut Ben Bajarin dalam satu analisisnya yang dimuat Techopinions.com, hal itu terjadi ketika sang inovator, seperti Samsung, berhadapan dengan para pesaing dengan produk yang jauh lebih murah dengan fitur yang mirip dengan produk milik sang inovator.

"Ketika Anda mengirimkan sistem operasi yang sama dengan pesaing Anda, Anda hanya lebih baik jika harganya lebih rendah," begitu kata Bajarin seperti dukitip dari Techpinions.com. Analis itu mengatakan bahwa pada akhirnya, para pesaing menjual produknya dimana sang inovator berhenti memasarkan inovasi premium yang membuatnya berada di tempat teratas.

Bajarin mengatakan bahwa produsen Android yang baru akan menawarkan produk yang bahkan sama dengan dengan apa Samsung jual, tetapi dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Dan Bajarin mengatakan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan Samsung untuk mengubah situasi itu karena mentalitas yang "cukup baik" di pasar Android. Bajarin mengatakan bahwa Samsung tahu bahwa ini akan terjadi dan itu alasan mengapa Samsung mengembangkan Tizen OS.

Dan jika Anda bertanya-tanya mengapa Apple kebal terhadap teori ini, karena satu faktor kunci. Sejak dulu Apple adalah satu-satunya pembuat ponsel yang menggunakan iOS, itu tidak akan menghadapi pesaing yang menjual lebih murah, tidak seperti Samsung dengan Android.