pulsa-logo

Inilah Transformasi dan Sejarah Android Dari Masa Ke Masa


tabloid pulsa

Kamis, 10 Maret 2016 • 11:03

Android, OS, Sistem Operasi, Industri, Teknologi, tabloid pulsa


Android merupakan OS atau sistem operasi yang sangat populer akhir-akhir ini. Tidak dapat dipungkiri sistem operasi ini telah banyak mengambil perhatian masyarakat dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia tentunya. Perusahaan gadget dan telepon seluler berlomba-lomba membuat perangkat dengan memakai sistem operasi Android. Oleh karena itu tidak heran kalau hampir setiap hari kita melihat gadget-gadget baru beredar di pasaran yang menggunakan sistem operasi besutan Google ini. Namun tahukah anda sejarah sistem operasi Android itu sendiri? Berikut adalah Sejarah dan Seluk Beluk OS Android. Android merupakan sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. Platform Android terdiri dari sistem operasi berbasis Linux, sebuah GUI (Graphic User Interface), sebuah web browser dan aplikasi end-user yang dapat di download.

 

Android pertama kali dikembangkan pada tahun 2003 oleh sebuah perusahaan Android Inc. Android, Inc didirikan di Palo Alto, California, Amerika Serikat pada bulan Oktober 2003 oleh Andy Rubin (pendiri Danger), Rich Miner (co-pendiri Wildfire Communications, Inc), Nick Sears (Vice Prsident T-Mobile), dan Chris White (pemimpin desain dan pengembangan di Webtv).

 

Sejak saat itu Google mulai melirik untuk mengembangkan bisnis di pasar Smartphone. Dan pada akhirnya tahun 2005 Google membeli perusahaan Android Inc. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance (OHA), konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, Samsung, dan Nvidia.


Kembali ke belakang, Bagi user android tentu ada yang bertanya-tanya bagaimana android itu dapat berjalan ( dalam hal ini 'Aplikasi' ). Tentunya sebuah aplikasi yang dibangun dapat berjalan sempurna bila memenuhi aspek yang telah ditentukan oleh para developernya. Android mempunyai fitur arsitektur yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Layaknya sebuah bangunan, maka aplikasi yang berjalan harusnya memenuhi beberapa unsur agar bangunan tersebut dapat berdiri kokoh dan sempurna.

Di bawah ini sedikit penjelasan mengenai layer yang membangun arsitektur sistem android:

 

1. Applications : Android akan menggabungkan dengan serangkaian aplikasi intitermasuk klien email, program SMS, kalender, peta, browser, kontak, dan lain-lain.

2. Application Framework : Dengan menyediakan sebuah platform pengembanganyang terbuka, pengembang Android menawarkan kemampuan untuk membangunaplikasi yang sangat kaya dan inovatif.

3. Libraries: Android termasuk satu set pustaka C/C++ yang digunakan olehberbagai komponen sistem Android.

4. Android Runtime: Android termasuk satu set perpustakaan inti yang menyediakansebagian besar fungsi yang tersedia di perpustakaan inti dari bahasa pemrogramanJava.

5. Linux Kernel: Android bergantung pada Linux versi 2.6 untuk layanan sistem intiseperti keamanan, manajemen memori, manajemen proses, network stack, danmodel pengemudi. Kernel juga bertindak sebagai lapisan abstraksi antara hardwaredan seluruh software stack.

Saat ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android di dunia. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD). Sistem Operasi Android membuka pintu untuk para developer mengembangkan software ini dengan Android SDK (Software Development Kit), yang menyediakan tool dan API yang dibutuhkan untuk memulai mengembangkan aplikasi pada platform Android menggunakan bahasa pemograman Java.

Hal ini membuka kesempatan bagi para penggemar open source untuk ikut terjun mengembangkan sistem operasi Android. Kemudian mulai bermunculan berbagai komunitas yang membangun dan berbagi sistem Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan ke dalam suatu firmware.

Pada bulan September tahun 2007 Google mulai mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler. Disusul dengan dikenalkanya perangkat seluler Android pertama pada tahun 2008, HTC Dream. Perangkat ini menggunakan sistem operasi versi pertama Android 1.0.

Hadirnya HTC Dream telah mendorong perusahaan-perusahaan perangkat keras lainya untuk ikut menggunakan sistem operasi Android. Dan kemudian pada tahun 2008 terdapat beberapa perusahaan yang ikut bergabung dalam Android ARM Holdings yaitu Atheros Communications diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc.

Kemudian pada tahun 2010 Google menyusul dengan mengenalkan gadget Nexus One. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran mulai 5 Januari 2010.

 

Saat ini sistem operasi Android menjadi pilihan yang menguntungkan bagi banyak vendor smart phone karena memiliki biaya lisensi yang lebih murah dan sifatnya yang semi open source. Selain itu Android tentunya juga akan support dengan berbagai layanan dari Google.

Berikut adalah sejarah perkembangan versi OS Android :

Android 1.0 beta

Android Beta, pertama kali di rilis tanggal 5, November, 2007, dan versi SDK (Software developer Kit) beta di rilis tanggal 12, November di tahun yang sama.

Android 1.0

Android 1.0, merupakan versi software Android komersial pertama, dirilis 23 September, 2008. Dan perangkat Android pertama yang menggunakan dan memperkenalkan Android 1.0 adalah ponsel HTC Dream (G1).

Android 1.1

Pada 9 Februari, 2009, Android 1.1 di luncurkan, awalnya hanya untuk T-Mobile G1. Versi ini guna memecahkan masalah (bug), merubah API dan menambahkan sejumlah fitur dibanding versi 1.0. Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.

 

Android versi 1.5 (Cupcake)

 

Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.

 

Android 1.6 (Donut)

 

Pada 15 September, 2009 SDK Android 1.6 diberi nama Donut, dirilis, bebasis Linux Kernel 2.6.29. Di dalamnya terdapat sejumlah fitur baru. Di antaranya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.

Android 2.0 / 2.1 (Eclair)

 

Pada 26, Oktober, 2009, SDK Android 2.0 dengan nama kode Eclair dirilis, berbasis Linux Kernel 2.6.29. Dan Motorola Droid perangkat yang menggunakan Eclair saat itu. Perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.

 

Android 2.2.x (Froyo : Frozen Yoghurt)

 

Pada tanggal 20 bulan Mei, 20120, SDK Android 2.2 (Froyo) di rilis, berbasis Linux Kernel 2.6.32. Perubahan-perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.Dan Google Nexus One merupakan ponsel pintar pertama yang menggunakan Android Froyo.

 

Android 2.3.x (Gingerbread)

 

Pada tanggal 6, Desember, 2010, SDK Android 2.3 (Gingerbread) diluncurkan, berbasis Linux Kernel 2.6.35. Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar antar muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu. Dan Google Nexus S merupakan perangkat mobile pertama yang hadir dengan Android 2.3 Ginggerbread ini.

 

Android Honeycomb 3.x (Honeycomb)

 

Pada tanggal 22, Februari, 2011, SDK Android 3.0 (Honeycomb) yang merupakan versi Android pertama yang diperuntukan untuk perangkat tablet di luncurkan, berbasis Linux Kernel 2.6.36. User Interface pada Honeycomb juga berbeda karena sudah didesain untuk tablet. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis. Dan perangkat tablet komputer pertama yang gunakan versi ini, ialah Motorola Xoom, yang dirilis pada 24, Februari, 2011.

Android 4.0.x (Ice Cream Sandwich)

 

SDK untuk Android 4.0.1 atau Ice Cream Sandwich dirilis untuk publik pada 19, Oktober,2011 dan berbasis Linux Kernel 3.0.1. Gabe Cohen dari Google menegaskan bahwa Android 4.0 secara teoritis cocok dengan perangkat Android 2.3 keatas dalam produksi masa itu. Android ICS 4.0 membawa fitur Honeycomb untuk smartphone dan menambahkan fitur baru termasuk membuka kunci dengan pengenalan wajah, jaringan data pemantauan penggunaan dan kontrol, terpadu kontak jaringan sosial, perangkat tambahan fotografi, mencari email secara offline, dan berbagi informasi dengan menggunakan NFC. Kode sumber untuk Android 4.0 tersedia secara publik pada 14 November, 2011.

 

Android 4.1.x (Jelly Bean)

 

Android Jelly Bean yang diluncurkan pada acara Google I/O lalu membawa sejumlah keunggulan dan fitur baru. Penambahan baru diantaranya meningkatkan input keyboard, desain baru fitur pencarian, UI yang baru dan pencarian melalui Voice Search yang lebih cepat.

 

Android 4.4.x Kitkat

 

Sistem ini rilis pada tanggal 31 Oktober 2013, Berbagai fitur yang di sediakan oleh OS Android KitKat ini salah satunya adalah perbaikan sistem penyimpanan sementara pada pengunaan memori, yang mana kinerja prosesor telah di minimalisir terhadap penyimpanan registry data sementara pada RAM dan secara langsung akan di tampung oleh kapasitas memori internal yang tersedia, sehingga loading prosesor akan terasa lebih ringan

 

Android 5.0 Lollipop

 

Android Lollipop adalah versi stabil terbaru dari sistem operasi Android yang dikembangkan oleh Google, yang pada saat ini mencakup versi antara 5.0 dan 5.1., rilis pada tanggal 15 OKtober 2014.

 

6.0 Marshmallow (Rencana Akhir 2015)

 

Android 6.0 "Marshmallow" merupakan pemutakhiran yang akan datang untuk sistem operasi telepon genggam Android, kemungkinan besar akan dirilis pada Q3 2015 ("sementara dijadwalkan untuk September"), dengan pratayang ketiga dan terakhir dirilis pada tanggal 17 Agustus 2015. Pertama diperkenalkan di Google pada tanggal 28 Mei 2015, Marshmallow terutama akan berfokus pada perbaikan inkremental dan penambahan fitur lainnya.

Berbagai transformasi diatas dilakukan Google untuk memberikan kenyamanan pada penggunanya. Saat ini, setiap harinya sebanyak 1,5 juta orang mulai beralih menggunakan Android dan diharapkan Google melakukan inovasi tidak sampai saat ini saja.

LATEST TIPS-APPS

Mengatur Pesan SOS di Smartphone Asus
BackUp Cloud di CloudMAX

2018-04-10 20:49:42