pulsa-logo

Kiprah Pemain Baru di Pasar Smartphone Indonesia


dian iskandar

Selasa, 29 November 2016 • 15:22


Persaingan di pasar smartphone Indonesia bakal semakin meriah. Pasalnya, ada beberapa pemain baru yang bakal bersaing. Ini akan menjadi tantangan bagi sejumlah merek local maupun global sudah lebih dulu eksis. Sebab, Foxconn salah-satu termasuk salah-satu pemain baru tersebut.

Foxconn merupakan OEM terbesar di dunia saat ini. Perusahaan asal Taiwan yang berbasis di Cina itu memiliki sejumlah partner besar dan yang paling dikenal adalah Apple. Ya, Foxconn hingga saat ini dipercaya memproduksi iPhone. Bahkan, smartphone Xiaomi pun juga diproduksi Foxconn.

Kehadiran Foxconn di Indonesia ditandai lewat peluncuran smartphone merek Luna.  Smartphone Luna sebelumnya meyinggahi Korea Selatan. Di negeri gingseng itu, Luna diklaim berhasil menjadi smartphone yang popular.

"Di Korea Selatan, Luna sangat populer di kalangan pengguna smartphone muda. Karena konsumen muda lebih memprioritaskan desain, fungsionalitas dan harga," kata Terry Gou, CEO Foxconn pada 26 Juni silam. Bukti dari besarnya minat tersebut, Terry Gou pun mengungkapkan jika smartphone Luna ludes terjual 36 ribu unit hanya dalam waktu 3 minggu sejak peluncuran pertama.

Di Indonesia, Luna menghadirkan seri yang juga disebut Luna, tapi sebetulnya memiliki nomor model V55C. Produk pertama Luna ini resmi diluncurkan pada 7 November. Luna sudah mengadopsi teknologi 4G dan ini juga berarti sudah memenuhi persaratan TKDN. Produk tersebut dirakit di Semarang.

Smartphone Luna akan didistribusikan melalui jaringan online, jaringan modern channel dan tradisional channel. Semisal Erafone, Point2000, GaleriGadget, Pazia, Selular Shop dan Toko PDA. Untuk ecommerce-nya bakal didukung oleh Lazada  Matahari Mall, Blibli, Tokopedia, Dinomarket, JD.id. Pun akan dibundling bersama paket Telkomsel.

Menyasar Segmen Menengah ke Atas


Luna terbilang cukup pede menyongsong pasar smartphone Indonesia. Produk yang dihadirkan menyasar segmen menengah ke atas. Ini dibuktikan dari harganya yang dipasang di angka Rp5.499.000. Munugkin karena Luna sudah dikenal sebagai ‘mirip iPhone.

Misalnya, mengandalkan disain unibodi berbahan alumunium juga tampilannya yang terlihat sekilas mirip produk Apple. Tapi, disain mirip iPhone kini sudah lumrah. Rata-rata smartphone kekinian berkiblar pada disain iPhone.

Sayangnya untuk spesifiksi , beberapa fitur Luna terbilang jadul. Misalnya penggunaan chipset seri 801 dan pelindung layar Gorilla Glass versi 3.0. Tapi, Luna menyatakan bahwa produknya memiliki keunggulan pada sector kamera.

Nah, kabarnya produk Luna ini adalah model yang paling murah yang dipasarkan di Indonesia. Produk lainnya akan ditawarkan dengan harga yang lebih mahal. Kami belum tahu mode yang mana yang akan diluncurkan selanjutnya.

Nuu Mobile, Contek Strategi Samsung

Meski namanya masih asing di telinga, namun kehadiran brand Nuu Mobile patut diwaspadai oleh vendor smartphone yang bertarung di pasaran tanah air. Beragam strategi dan produk unggulan, telah disiapkan vendor asal Hongkong ini.

Salah satu strategi yang coba diterapkan Nuu Mobile untuk menancapkan brand-nya di masyarakat adalah dengan ‘mencontek’ apa yang pernah Samsung lakukan di awal kemunculannya. Pertama, Nuu Mobile akan fokus pada Product Quality dan juga Service.

“Semua produk Nuu Mobile dibuat berdasarkan hasil riset dari tim R&D di Hongkong yang sangat berkompeten dan berasal dari berbagai negara seperti Amerika, Swedia dan juga India. Kami menerapkan kualitas standar tertinggi dan desain produk kami pastinya akan beda dengan yang lain, tapi pastinya terbaik lah”, ujar Tonny Gunadi Alam, Sales & Marketing Director Nuu Mobile Indonesia di sela-sela acara Dealer Gathering Nuu Mobile Indonesia di Hotel Grandia-Bandung.

Untuk memperkuat sistem penjualan dan jalur distribusi, Nuu Mobile Indonesia tercatat sudah menggandeng banyak dealer. “Di wilayah Bandung saja, ada sekitar 120 dealer yang siap menjadi ujung tombak penjualan produk-produk Nuu Mobile”, imbuh Tonny.

Di sisi produk, Nuu Mobile sudah menyiapkan 9 tipe ponsel, mulai dari harga Rp 200 ribuan hingga Rp 3 jutaan. Ada Nuu F1, A1, A3, A3L dan N4 yang menyasar kelas bawah, serta Nuu X4, N4L, M2 dan M3 yang masuk di kategori menengah ke atas.

Moto is back

Merek yang satu ini tidak benar-benar baru. Motorola sudah pernah ada dijajaran ponsel ternama di Indonesia. Sempat hengkang, kini Motorola kembali lagi menyapa penggemarnya di Indonesia. Bedanya dengan Motorola yang dulu adalah kini perusahaan asal Amerika itu ada di bawah naungan Lenovo.  Lenovo membeli Motorola dari Google pada 2014 silam. 

Kehadiran Motorola di Indonsia kali ini membawa smartphone level menengah yakni Moto E3 power. Produk ini dibanderol Rp1,9 juta dengan fitur unggulan yang mengedepankan ketahanan perangkat menahan percikan air.

Moto E3 power juga menawarkan kekuatan baterai sesuai dengan namanya ‘Power’.  Selebihnya, Moto E3 Power punya keunggulan pada pengisian cepat atau fast charging. Ini yang menjadikankeleihan  Moto E3 Power dilevel harga kurang dari Rp2 juta.

Nah, kedepan, Lenovo dikabarkan akan lebih serius menggarap smartphone dengan merek Moto. Sedangkan brand Lenovo  sendiri akan focus pada perangkat computer dan solusi atau layanan cloud. Beberapa strategi Lenovo global untuk menggenjot produk smartphone-nya sudak diisiapkan. Termasuk mengganti nahkoda dengan orang-orang yang berpengalaman yang merupakan mantan petinggi perusahaan ternama.  (*)