pulsa-logo

Daya Tarik Smartphone Dual Camera


dian iskandar

Selasa, 04 Juli 2017 • 11:51


Prediksi yang menyebutkan bahwa fitur dual kamera bakal booming di 2017 tampaknya terbukti. Fitur ini sekarang hampir dimiliki oleh semua pabrikan, kecuali Samsung. Tapi, raksasa elektronik asal Korea selatan itu digadang-gadang tengah menyiapkan smartphone dual kamera dalam waktu dekat. Ada dua produk yang tengah digosipkan yakni Samsung Galaxy C10 dan Samsung Galaxy Note 8.

Jadi, prediksi lain yang menyebutkan bahwa angka penjualan smartphone dual kamera di 2017 akan meningkat hingga 400% juga tak terlalu berlebihan. Februari lalu, Counterpoint, firma riset pasar, mengatakan bahwa penjualan smartphone dual-kamera akan mencapai 300 juta unit pada 2017, yang merupakan kenaikan 400% tahun-ke-tahun. Jika tren smartphone dual-camera setup terus mendominasi pasar, maka akan segera menjadi standar seperti halnya fitur pemindai sidik jari.

Tapi, kemungkinan hingga saat ini masih banyak pengguna yang belum terlalu tertarik dengan fitur dual kamera. Atau memang belum merasa membutuhkannya. Pertanyaanya, apa sih sebenarnya yang bisa diperbuat oleh smartphone dual kamera? Layak atau sekedar gimmick? Nah, mungkin Anda perlu mempertimbangkannya, apa sih kelebihan dari fitur dual kamera ini.

Dual Camera Sebelum 2016

Kemampuan kamera pada smartphone akan sangat terbatas. Ini karena kamera yang ada pada smartphone punya keterbatasan fisik. Dan harus bisa dipasang pada perangkat yang memiliki ketebalan 7mm.

Nah, fitur dual kamera di ponsel ini sendiri sudah le ih berkembang. Setidaknya, Counterpoint Research pernah menjabarkan masa dual kamera sebelum dan sesudah 2016.



Pada tahun 2011, LG dan HTC meluncurkan smartphone baru yang diberi nama Optimus 3D dan HTC Evo 3D. Mereka memanfaatkan kamera dual yang mampu merekam video 3D. Sebenarnya, ini sangat terinspirasi oleh tren booming 3D pda saat itu, yang dipimpin oleh film 'Avatar' yang booming. Poin penjualan utama Optimus 3D adalah kemampuannya untuk menikmati film 3D tanpa mengenakan kacamata tambahan.

Sayangnya, sebagian besar kualitas konten 3D tidak mengena dihati pengguna. Karena jumlah sasaran konsumen yang terbatas, kinerja penjualan Optimus 3D mengecewakan. Pada tahun 2014, HTC mengadopsi kamera ganda untuk flagship HTC M8-nya. Perangkat ini menyediakan berbagai fitur editing termasuk UFocus (pilihan untuk menentukan target apa yang ada dalam fokus dan kemampuan untuk mengaburkan lingkungan), Dimension Plus (kemampuan untuk melihat gambar dalam 3D), dan Sketch (yang mengubah lingkungan sekitar seperti efek sketsa sementara fokusnya tetap sama). Semua pengeditan pasca-shot ini diaktifkan oleh kamera sekunder yang mencatat informasi mendalam saat pengambilan gambar.

Dual Camera Setelah 2016

Hingga saat ini, kamera ganda sedang diimplementasikan untuk berbagai penggunaan dan untuk mendukung pemasaran. Menggandeng brand kamera terkenal di dunia Leica, seperti halnya yang dilakukan oleh Huawei pada kamera dual Huawei P9.

Dual kamera pada Huawei P9 bertugas untuk mengambil dua gambar dimana, satu gambar warna dan yang lainnya monokrom. Kemudian, 2 gambar tersebut digabungkan untuk membuat satu gambar akhir dengan memanfaatkan lebih banyak data pencahayaan yang disediakan oleh sensor monokrom, yang diketahui punya kelebihan menangkap 2,5 - 3 kali lebih banyak cahaya daripada sensor warna.

Kombinasi warna dan sensor monokrom untuk kamera ganda baru-baru ini menyebar ke vendor lain. Xiaomi, yang disebut ‘Apple-nya Cina”, menerapkan pengaturan dual camera pada Mi 5S Plus. Nah, Mi5S Plus adalah smartphone pertama yang menggunakan teknologi Qualcomm Clear Sight yang menggabungkan dan memproses data gambar dari kedua kamera, satu untuk warna dan yang lainnya untuk monokrom, memanfaatkan ISP Spectra (prosesor sinyal gambar) di Snapdragon 821.

Lain halnya dengan LG yang mengambil pendekatan berbeda dari Huawei. Kedua lensa kamera LG G5 memiliki sudut pandang yang berbeda satu sama lain. Satu adalah 78 derajat dan yang lainnya adalah 135 derajat, memungkinkan pemotretan super lebar. Selain itu, dengan menggunakan 2 lensa bersama-sama, LG menawarkan 'Pop Out Picture', sebuah fitur menarik yang dapat menerapkan berbagai efek pengeditan seperti blur dan distorsi. Model terbaru LG, model V20, dan entry level, X Cam, keduanya telah mengadopsi kamera ganda yang mirip dengan G5 karena konsumen menunjukkan umpan balik positif pada kamera super-angle, terutama bagus untuk 'groufies'.

Belakangan banyak muncul fitur dual kamera yang lebih bervariasi. Bahkan, ada yang diletakkan di depan untuk memaksimalkan kualitas gambar untuk selfie, seperti yang diusung oleh Oppo dan Vivo. Jadi, intinya, dual kamera ini bisa diadopsi untuk melakukan banyak hal agar fitur kamera di smartphone punya ‘rasa’ yang sama dengan kamera profesional.

Untuk saat ini, setidaknya ada 4 kategori kualitas yang bisa dihasilkan oleh dual kamera, yakni ;

  • Efek Bokeh (banyak terdapat pada smartphone dual kamera)     
  • RGB+Monochrome     
  • Ultra-wide angle (135 degree)     
  • 2x Optical Zoom (56mm) untuk meningkatkan Portrait mode

Nah, berbagai fitur yang ditawarkan pada dual kamera ini tentu bisa Anda pertimbangkan. Apakah Anda ingin lebih mengekplorasi hasil gambar yang lebih lebar, lebih tajam atau yang memiliki warna yang lebih natural. (*)

Berbagai sumber