Atrk
ads skin gagal

Bezel-less dan Rasio Layar 18: 9 Standar Baru Kecantikan Smartphone

  • PULSA
  • Tuesday, 10 October 2017 12:29
  • Published in Blog

Sony Images Data 2017 Oktober Thumb Other400 0

Kami agak terkejut ketika sekitar bulan april lalu, The Verge,-sebuah situs online yang membahas teknologi-, menyajikan artikel berjudul “hey Sony, your bezel showing”.

Dalam artikel tersebut, The Verge menyindir desain smartphone Sony Zperia XZs yang tampak jadul dengan dagu dan dahi yang lebar.  Mereka menyebut smartphone Sony tersebut dengan julukan smartphone retro.

Di kisaran bulan April hiangga awal oktober ini, kita disuguhi oleh berbagai macam smartphone dengan desain bezel yang super tipis, bahkan nyaris tanpa bezel. Samsung Galaxy S8 misalnya. Mereka secara provokatif memunculkan tagline “unbox your phone” dengan maksud menyindir smartphone-smartphone lain yang masih terkungkung dalam desain bezel yang tebal dan teknologi yang ketinggalan.

Langkah Samsung kemudian diikuti oleh LG G5 yang meskipun bezelnya tak setipis Galaxy S8, namun ukurannya sudah jauh lebih ramoing disbanding pendahulunya, LG G5.

LG Images Data 2017 Oktober Thumb Other400 0

Berturut kemudian munul Essential, smartphone besutan pendiri Android, Andy Rubin juga memunculkan desain layar lebar dengan pinggiran super tipis. Desain bagian atasnya malah sudah setipis bagian sampingnya. Xiaomi menyusul rombongan bezel tipis dengan memunculkan Xiaomi Mi Mix 2, yang secara market head to head dengan Samsung Galaxy Note 8 yang datang belakangan. Terakhir, Apple mengeluarkan jagoannya yaitu iPhone X, juga dengan layar super lebar dengan bezel yang tipis hampir di semua sisi.

Penggunaan edge-to-edge display (display dari tepi ke tepi) sebenarnay sudah mulai dijajaki oleh Samsung sejak pemunculan Galaxy S6 Edge. Tak hanya menampilkan desain yang melengkung hingga ke tepi, namun Samsung juga membuatnya fungsional menempatkan berbagai menu di sisi kanan dan kiri layar yang melengkung.

Google Pixel 2, yang muncul paling belakang mungkin tidak menerapkan desain bezel-less seekstrim iPhone X atau Xiaomi Mi Mix, namun yang menarik, mereka menyematkan teknologi Squezze yang sebelumnya ada di HTC U11 untuk mentrigger fitur-fitur tertentu.
Rasio baru

Tren desain bezel-less sebenarnya tidak muncul sendirian.  Selain berlomba-lomba menipiskan sisi smartphone, brand saat ini juga mulai merombak displaynya dengan memunculkan rasio baru. Jika sebelumnya rasio panjang dan lebar layar rata-rata adalah 16:9, kini para pembuat smartphone mulai berani “memanjanglan” smartphone. Contoh paling gambling adalah LG G6 (yang kemudian diikuti oleh LG Q6) yang memakai rasio layar 18:9. Kemudian ada Samsung yang menerapkan layar dengan perbandingan 18.5:9 di Galaxy S8, S8 Plus dan Note 8. Xiaomi Mi Mix 2 pun tak mau ketinggalan ikut-ikutan menggunakan rasio 18:9.

Penggunaan rasio baru ini sebenarnya bias dimengerti. Dengan ukuran layar smartphone saat ini yang cenderung main lebar, produsen smartphone harus memutar otak supaya smartphoneya tidak terlihat ‘bulky’ dan tetap nyaman digenggam.  Dan akhirnya dua solusi bertemu sekaligus: menipiskan bezel dan ‘memanjangkan’ layar dengan merubah rasionya.

Restrukturisasi tombol dan fungsi

Kedua tren ini, bezel-less dan penggunaan layar yang lebih panjang ternyata memiliki implikasi terhadap fungsi-fungsi yang selama ini sudah mapan. iPhone X smapai emnghilangkan home button yang juga berfungsi sebagai inputan untuk fitur Touch ID di bagian depannya. Sebagai gantinya, mereka menggunakan teknologi baru yaitu Face ID untuk mengenali penggunanya.

Samsung Images Data 2017 Oktober Thumb Other400 0

Smartphone lain seperti Samsung Galaxy S8 menghilangkan tombol fisik yang sebelumnya ada di Galaxy S7. Sebagai gantinya, mereka menaruh tombol virtual di layar dan menggeser sensor sidik jarinya di bagian belakang di samping modul kamera.

Wacana untuk mengembangkan sensor sidik jari di bawah layarpun kembali mengemuka demi memberi ruang bagi display yang lebih besar. Qualcomm dikabarkan sedang mengerjakan sensor sidik jari ultrasonic yang dapat bekerja di bawah layar OLED setebal 1,2 milimeter, atau kaca setebal 0,8 milimeter, atau bahan alumunium dengan ketebalan 0,65 milimeter.

Tak hanya mampu bekerja di bawah lapisan kaca atau alumunium, sensor ultarsonik ini dikabarkan juga dapat bekerja meski layar atau jari pengguna dalam keadaan basah, kotor atau berminyak. Sebenarnya teknologi seperti ini akan diterapkan di Samsung Galaxy S8, namun hingga kehadirannya, S8 hanya memakai sensor sidik jari biasa.

Selain sensor dan berbagai fungsi yang mengalami perpindahan, penggunaan layar lebar edge-to-edge juga dituding menjadi salah satu penyebab semakin banyak brand smartphone yang meninggalkan  port audio. Layar edge-to-edge  sebenarnya bukanlah satu-satunya pemicu tren ini, karena sebenarnya teknologi audio nirkabel yang makin baik dan juga asesoris audio nirkabel yang semakin banyaklah yang jadi penyebab utamanya.

Merambah ke pasar middle

Jika awalnya tren desain bezel-less dipicu oleh smartphone-smartphone flagship, namun ternyata langkah ini juga diikuti oleh smartphone yang masuk kategori middle.

Vivo V7 Images Data 2017 Oktober Thumb Other400 0

Vivo V7+ yang baru diluncurkan akhir bulan September lalu tampil dengan teknologi FullViewTM Display 18:9 dengan mengandeng layar seluas 5,99 inci. Mereka mengklaim bahwa tampilan visual menjadi 12,5% yang lebih besar dibandingkan layar tradisional dengan rasio 16:9. Sementara itu, bezel tampil ramping dengan hanya berukuran 2,15mm.

Oppo yang sampai berita ini diturunkan belum meluncurkan produk terbarunya, sudah mulai melempar teaser foto-foto dan informasi yang mengisyaratkan bahwa smartphone terbarunya akan tampil dengan bezel super tipis. Sebelumnya, mereka sudah meluncurkan Oppo F1s dengan bezel setebal kurang dari 2 milimeter. Di smartphone terbarunya nanti, OPPO mengklaim akan menggunakan bezel yang lebih tipis lagi sambil mengusung teknologi layar yang disebut Near Display.

Jangan lupa, disamping kedua smartphone tersebut, LG sudah mencuri start terlebih dahulu dengan meluncurkan smartphone ramping untuk pasar middle yaitu LG Q6. Akan kah tren ini berlanjut ke brand-brand lainnya? Kita tunggu saja! @ariefburhan

 

Rate this item
(0 votes)