pulsa-logo

Wajah Baru Ponsel Fitur


Kurdi

Kamis, 12 Oktober 2017 • 12:42

Andromax Prime, Soundphone C1 dan Soundphone C3, spesifikasi smartphone


Ditengah persaingan smartphone yang makin sengit, peminat ponsel fitur hampir tak terlalu dilirik. Padahal sejatinya di Indonesia, jumlah pengguna smartphone baru mencapai 68 juta saja. Setidaknya itu yang disampaikan oleh Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys disela-sela peluncuran produk Andromax Prima Kamis (5/10) lalu.

Dari keterangan itu bisa disimpulkan bahwa, pengguna ponsel fitur di Indonesia tergolong masih banyak. Hal yang sama juga pernah diungkap oleh General Manager Product Polytron, Usun Pringgodigdo seperti dikutip dari Liputan6.com (16/8), pangsa pasar feature phone di Indonesia menyentuh angka 7 persen, sedangkan market size-nya masih tinggi. Ada 800.000 unit feature phone yang terjual di seluruh penjuru Tanah Air.

Ini juga yang menginspirasi banyak merek lokal yang masih nyaman menggelontorkan ponsel fitur. Selain Polytron, merek-merek seperti i-cherry bahkan merek asal Cina juga masih banyak beredar di pasaran. Memang, untuk ponsel fitur yang masih mengandalkan teknologi 2G atau 3G tidak termasuk perangkat yang wajib memenuhi Tingkat kandungan Dalam Negeri (TKDN). Sehingga untuk impor lebih mudah.

Di pusat-pusat perdagangan ponsel di Jakarta hingga toko-toko online terkemuka, ponsel fitur masih banyak dijual. Bahkan, ponsel fitur sekarang punya banyak pilihan. Disainnya pun sangat unik, khususnya yang berasal dari Cina. Ada yang mengandalkan daya tahan yang baik dan tahan air seperti Gplus, bahkan ada juga yang dipadukan dengan baterai besar yang juga bisa sekaligus dijadikan power bank.

Merek global seperti Nokia saja masih memiliki varian produk ponsel fitur. Menandai comeback-nya sang raksasa pada jaman keemasannya, pabrikan asal Finlandia itu menggelontorkan seri Nokia 3310 (2017). Di Indonesia, Nokia 3310 dibanderol Rp650 ribu. Bahkan di ITC Roxy Mas, versi cloning Nokia 3310 pun sempat beredar, dan menurut sang penjual laku keras.

Menurut survey yang dilakukan oleh Smartfren, para pengguna ponsel fitur punya alasan tersendiri mengapa saat ini mereka masih menggunakannya. Setidaknya ada empat alasan; pertama karena tidak mudah rusak. Alasan ini cukup masuk akal mengingat ponsel fitur yang bodinya lebih tebal dan tak didominasi oleh layar, sehingga secara fisik lebih kuat. Kedua, baterai yang tahan lama, selanjutnya alasan karena budget terbatas, simple dan suara lebih jernih.


Ponsel Fitur dengan Teknologi Baru

Ponsel fitur kini sudah berubah dari sisi fitur yang ditawarkan. Tidak lagi ‘kuno’, ponsel fitur juga kini memiiki teknologi kekinian. Sebut saja Wifi, internet 3G/4G bahkan GPS.  Hanya bentuknya saja yang masih dipertahankan yakni mengandalkan keypad fisik alfanumerik.

Contoh ponsel fitur dengan teknologi terbaru telah dirilis oleh Blaupunkt. Pada 15 Setember lalu, merek asal Jerman itu merilis dua ponsel fitur baru Soundphone C1 dan Soundphone C3.  Soundphone C1 merupakan featured phone Blaupunkt berteknologi 3G yang dirilis dengan 2 versi yaitu single SIM dan dual SIM.

Soundphone C1 memiliki layar LCD sebesar 2.8 inch dengan dukungan memory internal 128 MB ROM dan 64 MB RAM. Ponsel Candybar ini juga disematkan dengan baterai sebesar 1000 mAh dan Kamera belakang sebesar 0.3 MP. Meski dijuliki ponsel fitur, ponsel mungil sudah dibekali beragam aplikasi smartphone yang telah langsung tertanam di dalamnya seperti WhatsApp, Facebook, Twitter, Youtube, dan lain sebagainya.

Sedangkan Soundphone C3 merupakan ponsel fitur yang "powerfull" karena sudah disematkan dengan teknologi 4G LTE dengan prosesor 1 GHz Dual Core Qualcomm Snapdragon 205. Soundphone C3 menawarkan pengalaman yang tak jauh beda dengan smartphone Android pada umumnya. Pada ponsel berlayar 2.4 inch ini tertanam Android 4.4 Kitkat dengan memory sebesar 4 GB ROM dan 512 MB RAM. Soundphone C3 juga dibekali dengan dual kamera sebesar 2 MP (rear) dan 0.3 MP (front).

Salah satu keunggulan dari Soundphone C3 yang tak kalah menarik adalah ponsel mini ini bisa digunakan sebagai MIFI atau "Car GPS Tracker" (lite) dengan hanya menyematkan salah satu software GPS Tracker yang banyak beredar dipasaran.

Nah yang terbaru adalah ponsel fitur yang dikenalkan oleh Smartfren yakni Andromax Prime. Awalnya kami agak bingung karena perangkat ini menyandang merek Andromax yang lebih dekat kepada ‘Android’. Tapi tidak sepenuhnya salah. Toh ternyata sistem operasi yang dikenakan tetap ‘berbau’ Android.

Andromax Prime merupakan ponsel fitur yang juga dibekali dengan teknologi 4G. Sederet teknologi terkini juga dihadirkan, seperti Wifi,GPS dan dua kamera depan dan belakang. Sistem operasi Andromax Prime menggunakan MocorDroid yang juga bisa disimpulkan sebagai Android yang di-downgrade. Platform ini diketahui dikembangkan oleh Lava, pabrikan ponsel asal India. Jadi tak heran jika di dalamnya ada berbagai aplikasi seperti WhatsApp, Youtube dan browser Opera.

Oleh karena Andromax Prime juga sudah didukung dengan teknologi VolTE, maka dukungan komunikasi suara juga taka da kendala. Bahkan pengguna bisa melakukan panggilan WhatsApp Call atau Video Call dari nomor kontak yang terdaftar.

Kehadiran Andromax Prime ini menurut Smartfren adalah untuk memudahkan pengguna ponsel fitur beralih ke teknologi 4G. Dengan pengalaman yang sama, pengguna bisa merasakan berbagai layanan berbasis internet dengan harga yang lebih terjangkau.

Di Indonesia, kehadrian ponsel fitur berteknologi 4G tampaknya bisa memudahkan operator selular meraih pelanggan baru dari pengguna ponsel fitur. Strategi ini memang cocok bagi Negara berkembang seperti Indonesia, seperti halnya yang dilakukan oleh para pabrikan ponsel di India. (*)

LATEST TIPS-APPS

Mengatur Pesan SOS di Smartphone Asus
BackUp Cloud di CloudMAX

2018-04-10 20:49:42