pulsa-logo

Rapor Vendor Global Triwulan Ketiga 2017


RENO

Jum'at, 24 November 2017 • 14:33

smartphone terbaik 2017, iphone x, iphone 8, samsung galaxy note 8, xiaomi,


Pada periode triwulan ketiga tahun 2017 ini (Juli-September), pasar ponsel global kedatangan beberapa produk ikonik dari beberapa merek terkenal. Apple, salah-satunya, menghadirkan seri iPhone 8 dan iPhone X. Sementara Samsung menggelontorkan Galaxy Note 8 pada bulan Agustus. Sementara LG juga tak mau kalah dengan meluncurkan flagship seri V30.

Momen triwulan ketiga ini memang kerap dipilih oleh para vendor untuk merilis ‘senjata’ terbaru mereka. Maklum, produk yang diluncurkan pada periode tersebut diharapkan akan menjadi incaran para konsumen pada musim liburan akhir tahun.

Di Indonesia, pada periode yang sama, dihiasi oleh pertempuran antar merek smartphone di kelas menengah. Kisaran harga Rp2-4 juta rupiah banyak bermunculan. Nah, diantara banyaknya model yang diluncurkan, primadonanya adalah smartphone dual kamera.

Yup, hampir semua merek mengeluarkan produk berkamera ganda, mulai dari Samsung, LG, Asus, Xiaomi, Moto, Huawei, Advan dan masih banyak lagi. Dual kamera ini boleh dibilang sedang digandrungi dan tampaknya para pengguna sedang kepincut dengan foto portrait (bokeh) yang bisa dihasilkan lewat rekayasa mengunakan kamera ganda ini.

Tapi terlepas dari strategi mereka, International Data Corporation (IDC) merilis rapor terbaru mengenai positioning para vendor di kancah global. Seperti biasa, IDC melaporkan hasil temuan mereka berdasarkan jumlah pengiriman.



Catatan IDC pada periode tersebut, total pengiriman smartphone global mencapai 373,1 juta, naik 2,7 persen dari 363,4 juta unit yang di capai pada triwulan yang sama tahun lalu. Lihat table, lima besar vendor dengan pengiriman smartphone terbanyak masih dipegang oleh Samsung. Berikutnya diikuti oleh Apple, Huawei, Oppo, dan Xiaomi.

Yang menarik untuk diperharikan adalah posisi Xiami, dimana pada periode triwulan ketiga tahun ini kembali muncul sebagai 5 besar pabrikan smartphone dunia. Padahal tahun lalu, posisi tersebut masih dipegang oleh Vivo. Sementara peringkat Samsung, Apple, Huawei dan Oppo tak ada perubahan.

Keberhasilan Xiaomi  masuk kembali menjadi Top 5 pabrikan smartphone dunia berkat penjualan yang kinclong di India selain di negeri asalnya. Di India, pada periode yang sama, Xiaomi berhasil mencetak angka 9,2 juta pengiriman. Dilansir dari ndtv.com (13/10), pengumuman itu disampaikan oleh  Manu Kumar Jain, Vice President Xiaomi dan Managing Director Xiaomi India dalam sebuat cuitan.

Produk-produk Xiaomi yang menjadi jagoan di India diantaranya Redmi Note 4, Redmi 4 dan Redmi 4A. Bagi Xiaomi, ini merupakan pencapaian terbaik di negeri itu. "Kami memulai dengan penjualan awal 100.000 unit per kuartal pada 2014, melampaui angka 1 juta pada Q3 2015, 3 juta di Q3 2016 dan sekarang untuk pertama kalinya (melewati) 9 juta pada Q3 2017," Jain dalam cuitannya.

Xiaomi pun baru-baru ini mengumumkan bahwa hingga bulan kesepuluh tahun ini mereka berhasil mengapalkan 70 juta unit. Perusahaan yang dikomandoi Lei Jun itu juga mengklaim telah melampaui 10 juta unit, sekama dua bulan berturut-turut pada tahun ini.

Bahkan Xiaomi juga dilaporkan menjadi merek smartphone dengan pertumbuhan tercepat di seluruh dunia menurut Counterpoint Research. Penelitian tersebut mengklaim bahwa Xiaomi muncul sebagai merek dengan pertumbuhan tercepat dalam hal pengiriman tahun ke tahun (lebih dari 81 persen) didorong oleh penjualan yang kuat di China dan India. Xiaomi juga merupakan merek dengan pertumbuhan tercepat di China dan India selama kuartal tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh IDC yang mengklaim bahwa meskipun berada di tempat kelima secara global (tapi) menjadi yang terbesar pertumbuhannya, menggandakan penjualan menjadi 27,6 juta unit, terutama didorong oleh kesuksesan di India.

Samsung yang Tak Tergoyahkan

Posisi Samsung hingga saat ini tetap tak tergoyahkan. Meski sempat didera masalah karena kegagalan Galaxy Note 7 tahun lalu, toh kepercayaan terhadap brand asal Korea Selatan itu tak memudar. Alhasil, pada triwulan ketiga, sang raksasa teknolo dari Negeri Gingseng itu masih mencatat pengiriman smartphone terbesar.

Di posisi kedua dipegang oleh Apple. Meskipun jumlahnya hanya lewat sedikit dari setengah pengiriman Samsung. Kesenjangan tersebut terlihat melebar di antara keduanya. Seperti yang dapat Anda pada tabel, pangsa pasar Samsung meningkat 1,4 poin persentase (dari 20,9 persen menjadi 22,3 persen) karena ada lonjakan pengiriman lebih dari 7,2 juta smartphone untuk mencapai 83,3 juta.

Pada tiap kuartalnya,  Samsung meraup sekitar seperlima pasar, dan itu tetap bertahan hingga tiga kuartal tahun 2017. Hal ini ditopang oleh peluncuran Galaxy Note 8 yang berjalan dengan mulus, dan permintaan yang kuat bagi Samsung untuk menutupi Note 7.

Sayangnya, pisi mobile Samsung diprediksi akan menatap penurunan pendapatan. Ini karena secara  keseluruhan, model yang banyak terjual adalah model yang lebih terjangkau, seperti Seri J dan Seri A. Yup, tahun ini, Samsung menggelontorkan begitu banyak smartphone kelas menengah yakni seri J. Siasat ini boleh jadi untuk membendung produk-produk asal Tiongkok yang sebagian besar bermain di segmen ini.

Sementara itu, Apple mampu bertahan di posisi kedua dengan pangsa pasar 12,5 persen dengan kenaikan pengiriman berkisar 1,2 juta dengan total 46,7 juta perangkat. Apple jelas tidak bisa memanfaatkan situasi Samsung yang kurang beruntung.

Sementara iPhone 8 dan iPhone 8 Plus tidak terlalu mendapat sambutan yang meriah. Semua mata kini tertuju pada iPhone X. Ini bukan tahun iPhone, meskipun ini adalah tahun anniversary iPhone yang ke 10, dan Apple meluncurkan tiga smartphone baru untuk pertama kalinya guna merayakan untuk merayakannya. Jadi kemungkinan lonjakan pengiriman iPhone akan mencapai angka terbaiknya di triwulan keempat.

Yang juga cukup mengejutkan adalah Huawei. Pada triwulan ketiga 2017 ini, perusahaan berlogo bunga lili merah itu mencapai angka pengiriman 39,1 juta atau meningkat sebanyak 5,4 juta unit dibanding kuartal yang sama tahun lalu. Ini yang menjadikan Huawei bertahan di posisi ketiga.

Oppo juga demikian. Meski bertahan di posisi keempat, mereka berhasil menaikan prosentase market share sebesar 1,1 poin (menjadi 8,2 persen). Tahun lalu, Oppo dan Vivo berhasil menggeser Lenovo dan Xiaomi, di posisi keempat dan kelima. Meskipun akhirnya Xiaomi berhasil merebut kembali posisi tersebut. (*)