pulsa-logo

Tren Fitur Ponsel 2018


dian iskandar

Rabu, 20 Desember 2017 • 17:23

fitur smartphone 2018, samsung, apple, artificial intelligence, a.i.,


Tahun2017 segera berakhir dan begitu banyak hal-hal menarik di tahun ini khususnya jika kita perhatikan trend smartphone yang mengilhami para pabrikan untuk berinovasi baik terkait model maupun fitur yang ditawarkan.

Catatan penting 2017

Tahun ini merupakan tahun bersejarah bagi Apple dimana pabrikan smartphone asal negeri Paman Sam itu merayakan kehadiran satu decade produk unggulan mereka yakni iPhone. Apple merayakannya dengan melahirkan edisi khusus iPhone X (baca iPhone Ten) dengan desain dan fitur yang fenomenal.

Sebagai game changer, iPhone X berhasil menginspirasi banyak pabrikan dengan model layar dan fitur keamanan pemindai wajah. Sementara Samsung, sang rival Apple sekaligus pemimpin pasar smartphone di dunia meneruskan tradisi mereka lewat seri S dan Note.

sumber: Applesumber: Apple

Samsung juga sangat antusias memasarkan smartphone kelas menengah dengan beragam peluncuran seri J seperti yang dilakukannya di Indonesia. Seri J ini merupakan seri yang paling banyak berkontribusi bagi pabrikan asal negeri gingseng itu dalam mempertahankan dominasinya di pasar smartphone.

Untuk pabrikan asal Cina seperti Huawei, Xiaomi, Oppo dan Vivo, tahun ini terlihat begitu sengit memperebutkan tahta sebagai lima besar pabrikan smartphone dunia. Posisi Vivo pada kuartal ketiga tahun ini di pasar global, harus rela disalip oleh Xiaomi dan tersingkir sebagai produsen smartphone lima besar dunia berdasarkan pengiriman yang dicatat oleh IDC.


Positioning Vivo, sama halnya dengan Oppo yang tampaknya masih nyaman dengan segmen pasar mereka yang mengedepankan keunggulan kamera selfie. Yang menarik dari Oppo dan Vivo adalah, kedua merek ini sama-sama menggandeng developer game mobile populer seperti AoV dan Mobile Legend. Strategi yang sangat brilian mengingat penggemar game tersebut memang tak sedikit.

Catatan penting lain di pasar smartphone di Indonesia adalah kiprah Xiaomi dan Huawei yang belakangan menjadi sorotan lewat produknya yang fenomenal. Huawei, yang belum lama ini mengeluarkan seri Nova 2i, bisa dibilang cukup berhasil mengalihkan perhatian konsumen lewat dual kamera depan dan belakang. Sementara Xiaomi punya Mi A1 yang merupakan produk pertamanya dengan sistem operasi Android One dan dual kamera di bagian belakang.

Beralih ke Asus, sepak terjang pabrikan asal Taiwan tahun ini juga cukup baik. Sebagai pabrikan yang pernah mencicipi posisi 5 besar pemain smartphone di Indonesia, Asus tengah nyaman memasarkan Zenfone 4 dengan berbagai model dan segmentasi. Baterai besar dan fitur dual kamera menjadi andalan mereka.

Nah, dari beberapa produk yang dipasarkan tahun ini, bisa disimpulkan bahwa fitur-fitur unggulan yang menjadi daya tarik sebagian besar konsumen di Indonesia maupun di pasar global, berfokus pada sektor kamera, layar dan keamanan smartphone.

Fitur dual kamera menjadi hal yang paling menonjol di tahun ini. Popularitas fitur dual kamera ini didorong oleh harganya yang makin terjangkau. Tahun lalu, fitur ini memang belum banyak diadopsi oleh smartphone kelas menengah jadi hanya dimliki oleh smartphone kelas flagship.

Untuk layar, tren smartphone sangat dipengaruhi oleh smartphone flagship yang menampilkan rasio body-to-screen hingga 85 persen lebih. Ini menjadikan smartphone tampak memiliki layar penuh. Ditambah rasio layar 18:9 menjadikan smartphone terlihat anti main stream, setidaknya untuk saat ini.

Soal keamanan, ada dua metode baru yang paling menonjol. Yakni, pemindai retina mata yang diusung oleh Samsung dan satu lagi pemindai wajah dengan teknologi 3D yang disodorkan oleh Apple. Tapi sepertinya, fitur pemindai wajah lebih menonjol. Banyak pabrikan yang sudah mengadopsi fitur ini meskipun tidak secanggih teknologi yang dimiliki oleh Apple.

Tren fitur di 2018

Beberapa prediksi dari bloger-bloger terkenal mengenai tren fitur smartphone di 2018, secara umum masih tak begitu berbeda dengan apa yang terjadi di tahun ini. Meski diantaranya akan dibuat menjadi lebih membumi seperti kemampuan Artificial Intelligent yang akan semakin beragam pada penggunaannya. Berikut fitur-fitur yang diprediksi akan menjadi tren di tahun mendatang.

1. Dual Kamera

Seperti yang disebutkan tadi, penggunaan dual kamera di tahun depan diprediksi akan semakin masif. Ini bisa dilihat dari beberapa bocoran produk mendatang yang saat ini sudah diperbincangkan. Sebut saja Huawei Nova 2s. Resmi diumumkan 8 Desember lalu, perangkat ini kemungkinan akan masuk ke Indonesia pada tahun depan.

Nova 2s menyandang dual kamera pada bagian depan dan juga belakang dengan sensor 20 MP + 2 MP dengan aperture f/2.0 di bagian depan, dan 16 MP RGB + 20 MP monochrome dengan aperture f/1.8 di bagian belakang. Selain Huawei, Samsung juga digosipkan akan mengenalkan seri Galaxy S9 pada awal 2018. Baru-baru ini, Samsung A8 (2018) juga tengah digosipkan akan memiliki dual kamera pada bagian depannya.

Bukan tidak mungkin, di kelas low end, penggunaan dual kamera juga bisa dimulai pada tahun depan. Meskipun hingga saat ini belum ada bocoran mengenai hal itu.

2. Desain Bezel less dan rasio layar 18:9

Saat ini, desain bezel less masih menjadi pembeda antara smartphone kelas high end dengan kelas menengah juga low end. Meski demikian, beberapa pabrikan kian berani membawa fitur tersebut pada perangkat yang lebih terjangkau. Beberapa perangkat kelas menengah besutan Oppo, Vivo, Huawei, LG dan Samsung sudah membawa fitur ini pada smartphone kelas menengah mereka.

Dengan layar yang memiliki aspek rasio 18:9 dan juga desain berbezel tipis, smartphone kelas menengah ini memiliki nilai jual tersendiri bagi mereka yang mengidamkan desain ekslusif ala smartphone papan atas.

Ini juga yang akan mengilhami beberapa pabrikan pada tahun mendatang untuk lebih banyak lagi menawarkan produk smartphone dengan desain ini.

3. Pemindai retina dan pemindai wajah

Sidik jari sudah hampir menjadi fitur standar. Smartphone kelas low end pun sudah banyak yang menggunakan fitur ini sebagai pengaman perangkat. Nah, berkaca pada dua teknologi yang diusung raksasa Samsung dan Apple, pemindai retina dan wajah ini bakal lebih banyak digunakan pada smartphone di tahun depan.

Secara ilmiah, pengenalan iris adalah salah satu teknologi biometrik yang paling akurat. Tidak seperti sidik jari, iris tidak bisa dipalsukan. Hanya orang hidup yang bisa menggunakan pengenalan iris karena jika Anda meninggal, iris menghilang setelah dilatasi pupil. Sedangkan untuk pengenalan wajah, mungkin tidak seaman iris dan pemindai sidik jari, tapi mungkin lebih praktis. Anda tidak perlu khawatir memiliki goresan di jari Anda. Anda tidak perlu menatap area tertentu dari layar smartphone Anda atau menyesuaikan jarak antara mata Anda dan pemindai iris. Pengenalan wajah masa depan dapat menangkap data 2D dan 3D untuk keamanan tambahan.

Popularitas pemindai wajah ini kian populer. Bahkan sudah juga digunakan pada smartphone low end, meski dengan menggunakan metode yang lebih sederhana dengan gambar 2D.

4. Layar lipat

Setelah sekian lama Samsung mengenalkan konsep layar ponsel yang bisa dilipat, tampaknya produk jadi dalam bentuk smartphone utuh bakal hadir di awal 2018. Kabar ini sempat menjadi viral di media gadget dimana Samsung digosipkan bakal mengenalkan perangkat tersebut di ajang CES 2018 yang artinya akan muncul di Januari mendatang.

Smartphone lipat Samsung akan menampilkan layar yang bisa ditekuk. Analis mengatakan bahwa memproduksi perangkat sedemikian rupa dengan spesifikasi high-end dan faktor bentuk tipis tidak akan mudah. Kabar mengenai posel lipat Samsung pun hampir menghiasi media setiap tahunnya, tapi kali ini keluar dari mulut petinggi Samsung sendiri.

Jika saja kabar ini benar, maka bukan tidak mungkin Samsung akan menjadi game changer untuk kelas smartphone flagship.

5. Artificial Intelligent (AI)

 Perkembangan smartphone AI memang telah membuka jalan bagi era baru teknologi mobile yang akan meningkat, salah satu yang menjanjikan untuk membuat ponsel masa depan lebih pintar.

Melengkapi gadget mobile dengan teknologi AI mungkin adalah salah satu cara terbaik bagi produsen ponsel untuk mendapatkan konsumen yang besar serta mempertahankan minat pelanggan.

Upaya terus menerus oleh perusahaan seperti Samsung, Apple, Huawei, Google, dan lainnya, melahirkan teknologi AI smartphone. Teknologi yang sekarang memungkinkan smartphone premium untuk belajar dan mengenali pemiliknya. Selebihnya, di smartphone, penggunaan AI akan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna sehari-hari.