pulsa-logo

2018, Tahun Terberat Samsung?


dian iskandar

Selasa, 13 Februari 2018 • 12:59

samsung, xiaomi, apple, huawei, oppo,


Samsung Store (PULSA)Samsung Store (PULSA)

Posisi sebagai raksasa smartphone dunia hingga kini masih dipegang oleh Samsung. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu, menurut perusahaan riset pasar International Data Corporation (IDC), berdasarkan distribusi produknya, masih menguasai pangsa pasar 21,6%. Posisi ini masih sangat kokok jika dibandingkan dengan rival terbesarnya yakni Apple yang masih bercokol di posisi kedua dengan 14,7%.

Jika dibandingkan dengan performa pada tahun sebelumnya, market share Samsung mengalami kenaikan sebesar 1,9%. Jumlah pengiriman Samsung naik dari 311,4% yang diraih pada 2016 naik menjadi 317,3%. Meski begitu, posisi Samsung di 2017 punya beberapa catatan yang kurang menyenangkan.

Samsung mulai mengalami pukulan pada periode triwulan terakhir 2017 (Oktober – Desember), dimana Apple berhasil menyalip menjadi raja baru smartphone global. Padahal, Samsung sebelumnya tak terkalahkan, setidaknya pada tiga triwulan sebelumnya.

Total distribusi smartphone global pada triwulan akhir 2017 mencapai total 430,7 juta atau turun 6,3% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 yang mencapai 403,5 juta unit. Masih menurut IDC, posisi lima besar pada kuartal akhir 2017 adalah Apple, Samsung, Huawei, Xiaomi, dan Oppo. Menariknya, hanya Xiaomi yang berhasil mengirim smartphone terbanyak.

Seperti yang dapat Anda lihat pada tabel, Apple berhasil menyalip Samsung dengan tumbuhnya pangsa pasar sebesar 1,0 %, dari 18,2 persen menjadi 19,2 persen. Sementara pangsa pasar Samsung naik tipis 0,4 %, dari 18,0 persen menjadi 18,4 persen.

Pertumbuhan pangsa pasar smartphone berdasarkan pengiriman di 2017 (IDC)Pertumbuhan pangsa pasar smartphone berdasarkan pengiriman di 2017 (IDC)

Posisi Huawei sangat layak unuk diperhatikan. Perusahaan berlogo bunga lili merah itu berhasil mencapai dua digit pangsa pasar smartphone global. Kabarnya, tahun ini Huawei juga akan memasuki pasar Amerika Serikat yang sangat cocok dengan profile produk Huawei.


Samsung Mulai Goyah di Cina dan India

Di pasar ponsel terbesar di dunia, Cina, Samsung harus mengakui kekuatan merek-merek dalam negeri. seperti Oppo, Xiaomi, Vivo dan Huawei.

Menurut data Counterpoint Research, seperti dihimpun PULSA dari Sammobile (17/1), tidak ada satu pun smartphone Samsung yang masuk ke daftar 10 daftar terlaris 2017 di negeri tirai bambu itu. Kecuali iPhone dan iPhone 7 Plus, merek lain berasal dari dalam vendor negeri.

Pangsa pasar Samsung di Cina mulai mengalami penurunan secara hingga 20 persen pada 2015 menjadi 2% pada kuartal ketiga 2017. Pangsa pasar diperkirakan akan turun lebih jauh angka yang lebih kecil 1,6% di kuartal keempat. Pada Q3 2017, Samsung menduduki peringkat kesembilan dalam hal pangsa pasar di China. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan dominasi pasar yang dinikmati Samsung di pasar lain.

Salah satu alasan yang mungkin bisa mengatasi masalah Samsung di Cina adalah kurangnya line up smartphone mid-range dan smartphone murah yang kuat untuk dapat bersaing dengan produk yang ditawarkan oleh merek asal Cina dalam hal budget.

Pangsa pasar smartphone di Cina 2017 (Counterpoint)Pangsa pasar smartphone di Cina 2017 (Counterpoint)

Berdasarkan catatan perusahaan riset pasar Canalys, Samsung juga tengah kehilangan posisi-nya sebagai raja ponsel di India. Berdasarkan pengiriman, pada periode triwuan terakhir 2017, posisi Samsung berhasil disalip oleh Xiaomi.

Perkiraan pangsa pasar smartphone di India 2017 (Canalyst)Perkiraan pangsa pasar smartphone di India 2017 (Canalyst)

Xiaomi berhasil menyalip Samsung jadi vendor smartphone paling atas dengan angka pengiriman ponsel hampir mencapai 8,2 juta unit pada kuartal empat tahun lalu. Sementara jumlah smartphone yang dikirim oleh Samsung mencapai 7,3 juta dalam kuartal tersebut.

Dalam beberapa minggu terakhir, Xiaomi menyodok ke atas dengan pangsa pasar mencapai 27% yang kemudian disusul oleh Samsung di posisi kedua dengan raihan 25%. Gabungan antara Xiaomi dan Samsung, melebihi angka pengiriman pasar smartphone di seluruh India.

Namun, Samsung tampaknya tak begitu saja menerima catatan dari Canalyst. Samsung ‘keukeuh’ masih menjadi penguasa ponsel di India. Seperi dikutip PULSA dari TechRadar (26/1), juru bicara Samsung mengatakan, "Samsung adalah perusahaan smartphone nomor 1 India ‘by a distance’."

Pernyataan Samsung juga tak salah. Sebab data yang digunakan memang berbeda. Samsung lebih mempercayai analisa dari GfK, yang melacak penjualan hingga ke tangan konsumen, di kuartal terakhir (November-Desember), Samsung memiliki value pangsa pasar 45% dan volume pangsa pasar 40%.

Sebetulnya ini bukan bantahan Samsung yang pertama kali. Tahun 2015 lalu, Samsung telah mengambil langkah serupa terhadap laporan Canalys lainnya. Waktu itu, Canalys mengatakan Micromax telah menjadi pabrikan smartphone papan atas di India. Menariknya, Samsung juga mengutip data dari Gfk pada saat itu, dan mengatakan bahwa pihaknya memiliki 40% marketshare smartphone India.

Posisi Samsung di Indonesia

Data terbaru mengenai posisi Samsung di Indonesia memang belum beredar. Terakhir, IDC merilis data pengiriman smartphone periode triwulan ketiga 2017 dimana Samsung masih menjadi merek jagoan. Meski demikian, untuk periode triwulan terakhir 2018, bisa diprediksi posisi Samsung di Indonesia belum tergoyahkan. Namun untuk tahun ini tampaknya mereka akan mendapat persaingan yang lebih ketat. Sebab, kondisi pasar ponsel di Indonesia tak jauh berbeda dengan India yang sama-sama masuk kategori pasar berkembang. Pertarungannya tak hanya soal inovasi, tapi yang paling sensitif adalah soal harga.

Menariknya, rencana Samsung tahun ini sempat bocor. Seperti dikutip PULSA dari Phonearena yang bersumber dari media Korea Selatan, The Investor, Samsung disebut-sebut pasang target 320 juta unit di 2018. Informasi tersebut disebut-sebut berasal dari kutipan proyeksi Samsung yang bocor ke pemasok.

Jika saja data itu bisa dipercaya, itu berarti penjualan smartphone Samsung tetap datar, dan alasan untuk ‘main aman’ adalah karena pasar ponsel yang mulai jenuh, menurut bocoran informasi dari perusahaan tersebut.

Berikut bocoran proyeksi penjualan Samsung untuk 2018:

-    320 juta smartphone

-    40 juta fitur ponsel

-    20 juta tablet

-    5 juta piranti sandang

Kalau saja Samsung bisa berhasil dengan proyeksi penjualan 320 juta unit smartphone, maka akan dengan mudah mempertahankan posisi nomor satu di pasar smartphone global. Dua pesaing terbesar, Apple dan Huawei, diperkirakan menjual 200 juta dan 150 juta setiap tahunnya.

Tapi semua bisa berubah ketika Samsung tidak mengantisipasi pasar potensial mereka yang salah-satunya adalah Indonesia.