pulsa-logo

Ini Dia Penguasa Ponsel Indonesia 2017


dian iskandar

Rabu, 11 April 2018 • 15:25

samsung, oppo, asus, vivo, xiaomi, advan, lenovo, pasar indonesia, infinix, nokia, andromax


ITC Roxy MasITC Roxy Mas

Secara global, menurut periset pasar Counterpoint Research distribusi smartphone di 2017 naik tipis, hanya 2 persen saja dbanding tahun 2016. Tapi, pada kuartal terakhir 2017, Counterpoint mencatat penurunan tajam sebanyak 5 persen.

Kenaikan distribusi smartphone tersebut juga dinikmati sebagian kecil oleh pasar smartphone di Indonesia. Tercatat, menurut International Data Corporation (IDC), pertumbuhan smartphone 2017 hanya naik 1 persen saja.

Sayangnya, ada penurunan tajam pada kuartal akhir 2017 dimana pasar smartphone Indonesia pada periode tersebut hanya terdistribusi 7,8 juta unit. Ini berarti ada penurunan 9 persen jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun 2016. Jumlah total perangkat pada 2017 yang didistribusikan di Indonesia mencapai 30,4 juta unit smartphone.

Menurut IDC, alasan penurunan adalah karena kombinasi pasokan pengiriman yang lebih rendah dan persaingan dari pemain top yang memengaruhi beberapa vendor.

“Kuartal keempat selalu menjadi kuartal pengiriman tertinggi sejak 2013, tetapi ini berubah pada tahun 2017. Kebanyakan vendor mengirim dalam jumlah yang lebih besar untuk persediaan perayaan akhir tahun dan Harbolnas (Hari Belanja Online) tetapi (ternyata) tidak dapat melakukannya pada 2017, sehingga total pengiriman 4Q17 lebih rendah dari yang diharapkan meskipun ada pertumbuhan signifikan dari para pemain top,” kata Risky Febrian, Analis Pasar IDC Indonesia yang kami kutip dari laman IDC.

Selain itu, IDC juga mencermati soal kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang pada tahun lalu harus mencapai 30 persen. Menurut IDC, vendor besar lebih cepat menyesuaikan sehingga dengan mudah mempertahankan kekuatan mereka di Indonesia.

“Ketika pembaruan TKDN mulai berlaku pada awal 2017 di mana persyaratan konten lokal harus diubah dari 20% menjadi 30%, vendor teratas dapat bereaksi dengan cepat dengan mematuhi persyaratan baru meskipun ada komitmen keuangan yang lebih berat, sehingga mengamankan dan memperkuat posisi mereka di Indonesia. Karena tingkat penggantian mulai menurun dan vendor ini menjadi lebih menonjol di Indonesia, vendor lain dengan mindshare yang lebih sedikit dan portofolio produk yang kurang kompetitif mengalami kerugian pada pangsa pasar mereka,” tambah Febrian.


Samsung Masih Penguasa Pasar

Meski kalah di Tingkok dan mulai gontai di India, posisi Samsung di Indonesia masih tak terkalahkan. Pangsa pasar Samsung berdasarkan distribusi produknya di Indonesia pada 2017 masih digdaya dengan 31,8 persen. Sementara posisi kedua dipegang oleh Oppo dengan 22,9 persen.

Perbandingan Penguasa Pasar Smartphone di Indonesia Tahun 2017 dengan 2016 (IDC)Perbandingan Penguasa Pasar Smartphone di Indonesia Tahun 2017 dengan 2016 (IDC)

Analisa IDC mengatakan bahwa Samsung mampu mempertahankan kepemimpinan pasarnya dan mendapatkan pangsa pasar dengan pengaturan distribusi yang efektif yang memungkinkan inventaris produk menjadi lebih cepat.

Sementara itu, OPPO melakukan pendekatan dengan dukungan selebriti terkenal dan melakukan kerjasama dengan game mobile populer untuk meraih segmen pasar yang dimaksud. Begitu juga dengan Vivo yang punya strategi hampir mirip dengan Oppo. Posisi Vivo di 2017 menduduki posisi kelima dengan pangsa pasar 6 persen.

Menariknya, Advan, menjadi satu-satuya pemain lokal di posisi lima besar dan meraih posisi ketiga. Advan berhasil mengalahkan Asus dan Vivo. Di 2017, Advan mengantungi 7,7 persen pangsa pasar.

Advan berhasil mempertahankan jaringan distribusi nasionalnya yang kuat dan memperkenalkan produk-produk baru dengan fitur-fitur terbaru, seperti kamera ganda, pemindai sidik jari, bezel tipis, dan pengenalan wajah, dan tetap bermain dalam kisaran harga kurang dari Rp2 jutaan.

Posisi ASUS sendiri tahun lalu berada di level keempat dengan 6,5 persen pangsa pasar. Posisi Asus turun jika dibandingkan pada 2016, dimana waktu itu ASUS masih bertengger di posisi ketiga. Menurut IDC, pangsa pasar ASUS menurun karena model yang baru diluncurkan menerima tanggapan yang lebih buruk bila dibandingkan dengan versi sebelumnya karena peningkatan harga dan persaingan dari pemain lain.

Di tahun yang sama, nasib kurang beruntung dialami oleh Lenovo. Meski pada 2016 masuk lima besar vendor di Indonesia, di 2017 Lenovo harus kehilangan posisi. Posisi tersebut digantikan oleh Vivo.

Lima Besar Penguasa Pasar Smartphone Indonesia Kuartal Keempat 2017 (IDC)Lima Besar Penguasa Pasar Smartphone Indonesia Kuartal Keempat 2017 (IDC)

Catatan Penting di 2017

Pertumbuhan smartphone 4G di Indonesia sangat menggembirakan. Periode triwulan terakhir 2017, perangkat 4G mencapai 93 persen. Ini berarti tumbuh 26 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2016. IDC mencatat, peningkatan signifikan ini didorong oleh ketersediaan smartphone berkemampuan 4G di segmen ultra-low-end Rp1 jutaan (<US $ 100), meningkat menjadi 63% di 4Q17 dibandingkan dengan 4Q16 yang hanya 28%.

Penjualan smartphone 4G ini juga ditopang oleh promosi operator selular dengan memberikan paket data yang menarik. Ponsel fitur bertenaga 4G juga telah diperkenalkan ke pasar oleh Andromax Prime dari Smartfren di 4Q17; namun, volume pengiriman tetap rendah karena masih dalam tahap awal.

Catatan penting lainnya adalah adanya peningkatan transaksi di toko online selama Harbolnas. Promosi dan diskon besar yang ditawarkan selama periode Harbolnas, menghasilkan 46% pertumbuhan pengiriman antar triwulan dan 43% pertumbuhan tahun ke tahun.

Channel online ini juga menjadi pilihan beberapa merek menengah dalam mengawali kehadirannya di pasar Indonesia. Ini karena ruang ritel offline menjadi lebih menantang terutama karena vendor besar terus memperluas jangkauan mereka.

Tidak hanya terbatas pada kuartal keempat, para vendor juga makin serius memasarkan produknya lewat toko online. Xiaomi, Samsung, Infinix, HMD (Nokia), dan beberapa merek lainnya, karena pembayaran lebih nyaman. Selain itu, banyak promosi, seperti cashback, cicilan dan bonus lainnya.

IDC juga memperkirakan bahwa ke depan pasar smartphone Indonesia akan mengalami tantangan yang berdampak pada tingkat pertumbuhan distribusi smartphone.

“Kami memperkirakan ruang pasar smartphone Indonesia mengalami beberapa tantangan yang berpotensi berdampak pada tingkat pertumbuhan pengiriman smartphone di tahun-tahun mendatang. Dengan pemilu mendatang dan peraturan TKDN, yang kemungkinan besar akan melihat pembaruan pemain lagi pada 2019, terutama yang lebih kecil, harus dapat bereaksi dengan cepat untuk menghindari kehilangan yang lebih besar.

Meskipun ada tantangan, Indonesia masih menjadi pasar utama bagi banyak pemain smartphone, dengan demikian, kami memperkirakan vendor baru akan memasuki pasar sebagai pengganti yang pensiun dari pasar. Kami akan melihat berbagai strategi yang sedang dicoba dan fitur baru yang diperkenalkan lebih menonjol, seperti smartphone entry-level berbasis Android Go, adopsi konten realitas virtual dan fitur pengenalan biometrik yang lebih ditingkatkan,” kata Febrian.(*) Sumber: IDC/dan berbagai sumber