pulsa-logo

Persaingan Kelas Menengah yang Makin Panas


dian iskandar

Kamis, 26 April 2018 • 15:10

xiaomi, asus, honor, vivo


Hingga saat ini, posisi penguasa pasar ponsel di Indonesia masih digenggam Samsung. Meski demikian kedigdayaan Samsung tahun ini sepertinya mendapat perlawanan keras dari berbagai merek asal Tiongkok. Belum lagi, di kelas bawah, Advan yang merupakan brand lokal masih punya posisi bagus sebagai tiga besar pemegang pangsa pasar berdasarkan riset IDC.

Nah, mengawali fase triwulan kedua 2018, persaingan di kelas menengah terasa semakin panas. Hampir semua merek meluncurkan produk-produk jawara dengan range harga antara Rp2-4 jutaan. Produk-produk tersebut diluncurkan dengan jadwal yang berdekatan.

Rupanya, bulan April ini bisa dianggap sebagai momentum untuk menggenjot penjualan. Padahal, momen Lebaran masih jauh. Mungkin saat ini waktu yang tepat sebagai pemanasan menjelang “masa panen”.

Persaingan Di Kelas Smartphone Rp2 - 3 Jutaan

Minggu-minggu ini pasar smartphone Indonesia diramaikan oleh produk dengan kisaran harga Rp2-3 juta. Sebut saja produk terbaru Xiaomi. 18 April lalu, Xiaomi meluncurkan Redmi Note 5. Mengusung chipset termutakhir dari Qualcomm, Redmi Note 5 menjanjikan kinerja yang lebih baik di kelas menengah. Dengan chipset Snapdragon 636, Redmi Note 5 bakal mengalahkan smartphone di kelas menengah yang masih mengandalkan chipset Snapdragon 625. Apalagi perangkat ini juga punya RAM sebesar 4GB tipe DDR4.

Dari hasil benchmark yang dipamerkan pada saat peluncuran, kinerja Redmi Note 5 mencapai skor 116 ribuan menggunakan AnTuTu. Selain mengunggulkan kinerja, Redmi Note 5 juga punya kamera yang mumpuni. Fitur unggulan seperti dual kamera juga disematkan pada bagian belakang. Kamera Redmi Note 5 diklaim lebih andal dalam lingkungan rendah cahaya berkat teknologi dual pixel autofocus.


Fitur unggulan lainnya adalah teknologi kecerdasan buatan yang ikut disematkan untuk menopang fungsi kamera, bahkan juga untuk mendukung fitur keamanan face unlock yang baru pertama kali diterapkan oleh Xiaomi pada Redmi Note 5. Memiliki baterai 4000 mAh, Redmi Note 5 yang dibanderol Rp2.999.000 pada program flash sale, benar-benar ‘memanaskan’ persaingan di kelas menengah.

Smartphone yang menggunakan Snapdragon 636 juga diusung oleh Asus. Pabrikan asal Taiwan itu juga dipastikan akan memboyong AsuS Zenfone Max Plus (M1) yang ditenagai Snapdragon 636. Sebelumnya Asus sudah memasarkan Zenfone Max Plus versi chipset Mediatek dengan RAM 4G dan memori internal 64 GB yang dibanderol cukup murah, hanya Rp2,8 juta saja. Tapi mungkin Asus sadar, untuk menghadang gerak Xiaomi, mereka menyiapkan varian yang sepadan. Sayangnya belum ada informasi terkait dengan harga Zenfone Max Pro M1 varian Snapdragon 636.

Sama halnya dengan Redmi Note 5, Asus Zenfone Max Plus sudah dibekali layar full view beraspek rasio 18:9. Meski begitu, ukuran layar Zenfone Max Plus sedikit lebih kecil yakni 5,7 inci, sedangkan Redmi Note 5 punya bentangan layar 5,99 inci.

Produk lainnya yang juga masih di level harga Rp3 juta adalah Honor 9 Lite. Honor merupakan sub-brand Huawei yang kini mencoba melepaskan diri dari bayang-bayang sang induk. Honor menawarkan tiga seri sekaligus, Honor 9 Lite, Honor 7X dan Honor View 10. Hanya saja, untuk harga di bawah Rp3 juta diwakili oleh Honor 9 Lite.

Honor 9 Lite tampil elegan dengan bodi ramping dengan lapisan kaca 2.5D di belakang yang dirancang memberi kesan cemerlang yang bersinar seperti berlian. Fitur unggulan dari Honor 9 Lite adalah empat kamera (dua di depan dan dua di belakang) untuk mendukung fotografi portrait, baik pada kamera utama maupun selfie.

Kamera depan dan belakang Honor 9 Lite sama-sama dibekali dengan kamera 13MP + 2MP, dipadukan dengan beragam filter yang dapat meningkatkan hasil foto sesuai keinginan. Honor 9 Lite dibekali dengan 3GB RAM, 32 GB penyimpanan internal,  juga prosesor HiSilicon Kirin 659. Layar Honor 9 Lite memiliki aspek rasio 18:9 full HD+.

Menurut klaim Honor, produk ini laris manis pada ajang flash sale perdana yang digelar pada 9 April lalu. Hanya dalam waktu 1 menit, semua stok terjual habis.

Satu lagi produk dengan range harga Rp2-3 jutaan disodorkan oleh Vivo. Meski tak diumumkan secara besar-besaran, Vivo Y71 sudah tersedia di pasaran. Produk ini hadir dengan layar berukuran 5,99 inci dengan resolusi HD+(720 x 1,440 piksel) full view.

Smartphone ini juga telah dibekali dengan chipset Qualcomm Snapdragon 425 plus dukungan RAM sebesar 3GB dan memory internal 32GB. Di sektor fotografi, smartphone ini dibekali dengan kamera utama dengan resolusi 13MP yang didukung oleh LED flash untuk menjepret di malam hari dan kondisi remang. Adapun kamera depannya memiliki resolusi 5MP.

Smartphone ini tidak memiliki pemindai sidik jari, namun Vivo menggantinya dengan fitur Face Unlock, atau pemindaian wajah pengguna untuk membuka/mengaktifkan perangkat. Vivo Y71 menjalankan OS Android v8.1 Oreo, dan dibekali dengan baterai berkapasitas daya 3,360mAh. Vivo Y71 dibanderol Rp2.399.000.

Strategi Menggenjot Penjualan via Toko Online

Penjualan smartphone via toko online bukan hanya dilakukan sebagai bentuk pemasaran alternative. Setidaknya hingga saat ini penjualan via online masih menjadi yang utama bagi sebagian brand. Xiaomi, salah-satunya, mengandalkan penjualan online untuk mengejar efisiensi. Jadi, tak heran jika harga yang ditawarkan bisa lebih murah, jika dibandingkan dengan harga yang ada pada toko fisik, apalagi bukan mitra resmi, harganya bisa juga berbeda.

Selain lebih efisien, jalur pemasaran lewat toko online juga dipilih untuk lebih fokus menyasar kepada segmen yang diinginkan. Setidaknya ini diakui oleh Honor Indonesia. Menurut Presiden Honor Indonesia James Yang, Honor akan lebih fokus menggenjot penjualan via online. “Kami mengincar segmen anak muda milenial yang lebih banyak menghabiskan waktu berinternet daripada menonton TV,” kata James kepada PULSA beberapa waktu lalu.

Dia mengakui bahwa Honor akan menggenjot penjualan via online hingga 70-80 persen. Selebihnya Honor tetap akan mendistribusikan penjualan offline lewat mitranya. Sementara brand lainnya memanfaatkan penjualan online untuk melakukan program pre-order seperti yang dilakukan oleh Vivo, Oppo, Samsung dan beberapa merek lainnya. (*)