pulsa-logo

Kamera AI, Jualan Baru Para Vendor Smartphone


dian iskandar

Jum'at, 25 Mei 2018 • 15:09

google pixel 2, artificial intelligent, ai, kamera artificial intelligent, kirin 970, huawei, honor, vivo, oppo, samsung, asus, lg


Belakangan ini, para vendor smartphone banyak menawarkan fitur kamera yang dilengkapi dengan artificial intelligent (AI). Penggunaan AI atau jika diartikan secara sederhana adalah kecerdasan buatan, kini semakin marak terutama untuk fitur tambahan pada kamera smartphone. Boleh jadi ini merupakan standar baru pada kamera smartphone.

Penggunaan AI pada kamera dimotori oleh Google yang telah berhasil memperkenalkan AI pada kamera smartphone-nya di Pixel 2. Berkat teknologi ini, kamera Pixel 2 bisa menghasilkan gambar yang nyaris setara dengan kamera DSLR yang banyak digunakan oleh fotografer profesional.

Google Pixel 2 (TELUS.com)Google Pixel 2 (TELUS.com)

Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL, yang dirilis Oktober, telah dilengkapi dengan kamera AI yang menampilkan mode potret. Jadi, meskipun belum menggunakan dual lensa kamera, Pixel 2 bisa digunakan untuk mengambil gambar portrait untuk menghasilkan efek bokeh.

Mode potret Google secara otomatis menerapkan efek tidak fokus dalam waktu empat detik, membuat subjek lebih menonjol dengan mengaburkan latar belakang. Berkat AI, pengguna juga dapat lebih mengontrol bentuk efek- efek "bokeh," atau buram.

Google Pixel 2 memang tak di pasarkan di Indonesia secara resmi. Tapi jika Anda penasaran dengan kualitas kamera Pixel 2, silahan lihat di laman DXO Mark, sebuah situs yang khusus mengupas kualitas kamera smartphone terkenal.

Terkait dengan AI, vendor smartphone asal Cina Huawei juga telah serius mengantisipasi tren ini. Tahun lalu Huawei mengembangkan chip mobile terbaru mereka HiSilicon Kirin 970. Chip ini diklaim sebagai yang pertama yang memiliki dedicated neural processing unit (NPU).


Chip AI yang ada di Kirin 970 menggunakan teknologi yang disebut "pemrosesan saraf". Ini merupakan pembeda dari kompetisi yang ada, memberikan pengguna perangkat yang memiliki fungsi AI yang berdiri sendiri dan juga AI berbasis cloud.

Huawei Kirin 970 (4gltemall.com)Huawei Kirin 970 (4gltemall.com)

Smartphone dengan Kirin 970 yang pertama diluncurkan adalah Huawei Mate 10. Lalu ada Honor View 10 yang baru saja diluncurkan di Indonesia. Nah belakangan ini, smartphone dengan kamera berteknologi AI makin menjamur. Sebut saja Vivo, Oppo, Xiaomi, Samsung, Asus, LG, Honor, Huawei dan beberapa merek lainnya hampir secara berbarengan melepas produk smartphone dengan kamera AI.

Apa gunanya AI pada kamera smartphone?

Kecerdasan buatan (AI) akan semakin banyak digunakan. Bukan hanya pada smartphone tapi juga perangkat lain. Sebelum digunakan sebagai pelengkap pada kamera smartphone, fitur AI digunakan untuk memahami ucapan manusia seperti fitur Google Now dan Siri. Ini juga yang memicu hadirnya perangkat speaker pintar.

Nah, penggunaan AI pada kamera smartphone sebetulnya untuk mengurangi keterbatasan kemampuan lensa. "Perangkat lunak menjadi semakin penting untuk smartphone karena mereka memiliki kekurangan fisik optik, jadi kami telah melihat peningkatan fotografi komputasional yang mencoba meniru zoom optik," kata analis pencitraan Arun Gill, Analis Pasar Senior di Futuresource Consulting, seperti dikutip PULSA dari digitalcameraworld.com (28/2).

Misalnya seperti yang dilakukan Google pada Pixel 2 seperti yang sudah dijelaskan di atas. Untuk mendapatkan gambar bokeh, para pabrikan smartphone menggunakan dua kamera dengan dua tugas yang berbeda. Satu untuk fokus pada objek, satu lagi untuk mengambil gambar latar. Alhasil, pengguna bisa menikmati gambar dengan efek bokeh.

Sementara Google Pixel 2 hanya menggunakan satu lensa, maka AI berperan besar untuk bisa memproses hasil foto menjadi lebih dramatis. AI juga punya peran penting untuk menghadirkan fitur face unlock. Seperti halnya yang dilakukan Xiaomi pada produk Redmi Note 5, dimana fitur face unlock pada perangkat tersebut menggunakan AI.

Kegunaan lainnya adalah dengan AI maka pengolahan gambar akan diproses menggunakan algoritma untuk menggantikan proses optik, dan bisa untuk meningkatkan kualitas gambar dengan menggunakan visi mesin untuk mengidentifikasi isi dari suatu gambar. Sehingga, pengguna tak perlu lagi melakukan seting manual karena AI bisa mengenali objek apakah itu manusia, hewan, pemandangan alam, bahkan yang lebih spesifik lagi.

Penggunaan AI pada kamera selfie misalnya, akan memudahkan pengguna mendapatkan hasil foto yang lebih terang, warna kulit yang cerah serta filter yang sesuai. Sebelumnya, teknik di balik filter untuk mendapatkan 'kulit halus' dan mode 'kecantikan' hanya dengan mengaburkan gambar untuk menyembunyikan ketidaksempurnaan yang ada. Sekarang, proses tersebut diperankan oleh AI yang memang dibuat untuk melatih algoritme tentang wajah orang-orang.

Untuk Siapa Kamera AI?

Fitur AI pada kamera smartphone bisa gunakan untuk siapa saja terutama bagi mereka yang awam sekalipun soal fotografi. Peran AI disini akan memudahkan pengguna melewati proses penyetingan bahkan juga proses editing.

Tapi tidak serta merta dengan AI software editing menjadi tidak diperlukan. AI adalah teknologi pelengkap, yang membuat pengeditan foto lebih otomatis. Tetapi untuk kalangan profesional, peran editing masih sangat diperlukan. Lalu apakah ini juga akan mematikan profesi fotografer?

“Fotografer profesional menghasilkan uang ketika mereka sedang mengambil foto, bukan ketika mereka sedang memproses gambar,” kata Simon Fitzpatrick, Senior Director, Product Management at FotoNation seperti diutip PULSA dari digitalcameraworld.com. "AI membuat efek kreatif yang tampak profesional lebih mudah diakses oleh pengguna ponsel cerdas, dan itu membantu fotografer profesional memaksimalkan kemampuan mereka untuk mencari nafkah," tambahnya.

Saat ini AI memang merupakan fitur baru pada kamera smartphone, tetapi algoritma yang luar biasa dan tingkat perangkat lunak otomatis yang memungkinkan teknologi ini akan segera terbukti dan bukan tidak mungkin juga akan hadir di kamera profesional.

Jadi, apakah fitur ini hanya sekedar gimmick? kami rasa tidak, karena AI sendiri akan lebih banyak digunakan pada berbagai fitur. AI juga menjadi pembicaraan penting pada ajang Google I/O 2018 beberapa waktu lalu.

Namun, menurut pengamat, perluasan AI ke jenis perangkat keras yang lebih luas ini menghadirkan masalah baru - meningkatkan kompleksitas perangkat keras, juga memerlukan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang diandalkan oleh jutaan pengembang, dan akan merombak platform seperti Android lebih jauh lagi. (*)