pulsa-logo

Siapa Penguasa Pasar Wearable Device 2018?


dian iskandar

Kamis, 28 Juni 2018 • 12:10

smartwatch, xiaomi, samsung, apple, fitbit, garmin, fossil, wearable device,


Penguasa pasar smartphone hingga saat ini masih dipegang oleh Samsung. Prestasi Samsung di industri smartphone memang belum terkalahkan selama beberapa tahun. Tapi, prestasi itu tak lantas bisa membawa Samsung menjadi penguasa pasar wearable device (piranti sandang). Padahal Samsung juga termasuk yang konsisten menggarap perangkat jam pintar.

Tahun lalu, 5 pabrikan terbesar untuk piranti sandang menurut catatan International Data Corporation (IDC) diantaranya dipegang oleh Apple, Xiaomi, FitBit, Garmin dan Fossil.

Pengiriman perangkat sandang selama tahun 2017 (IDC)Pengiriman perangkat sandang selama tahun 2017 (IDC)

Tahun 2017, Apple meraup pangsa pasar 15,3 persen berdasarkan pengiriman, sementara Xiaomi mengantungi 13,6 persen dan diikuti oleh Fitbit dengan 13,3 persen. Garmin dan Fossil hanya berhasil meraup satu digit pangsa pasar dengan masing-masing 5,4 persen dan 4,3 persen.

Apple berhasil menjadi yang terdepan berkat inovaasi yang terus dikembangkan pada produk Watch-nya. Bahkan Apple Watch punya reputasi yang sangat baik pada fitur kesehatannya dan punya sistem pendeteksi jantung yang paling akurat.

Tak jarang banyak pengguna yang akhirnya merasa bahwa Watch bisa menjadi “asisten kesehatan” pribadi. Apple pun menuai pujian dari beberapa kasus yang dialami penggunanya dimana mereka terselamatkan oleh peringatan dini yang disampaikan oleh Apple Watch. Seperti halnya kejadian beberapa waktu lalu dimana pengguna Apple, seperti dilansir Phonearena (14/5), Gaston D’Aquino, 76 tahun warga Hongkong menceritakan bahwa alarm Apple Watch memberitahukan detak jantungnya terlalu tinggi dan menuntunnya pergi ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, D'Aquino memberi tahu dokter bahwa ada peringatan dari Apple Watch. Untuk memastikan kondisi kesehatannya, rumah sakit tersebut menjalankan EKG (Electrocardiagram) dan hasilnya dokter merujuk D'Aquino ke seorang ahli jantung. Ternyata, dua dari tiga arteri koroner utamanya benar-benar tersumbat, dan yang lainnya 90 persen tersumbat.


Setelah melewati operasi dan keluar dari rumah sakit, Gaston menulis surat kepada CEO Apple Tim Cook yang memberi tahu bagaimana Apple Watch menyelamatkan hidupnya.

Xiaomi Tawarkan Piranti Sandang Termurah

Mi Band, piranti sandang besutan Xiaomi pernah mengantarkan perusahaan teknologi asal Cina itu sebagai pemimpin pasar global pada kuartal kedua tahun lalu. Mi Band menjadi andalan Xiaomi dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Mi Band pertama yang dikeluarkan Xiaomi hanya dibanderol tak lebih dari Rp200 ribuan. Bentuknya memang sederhana, lebih mirip dengan gelang sebab tak memiliki layar. Tapi kemudian Xiaomi menawarkan Mi Band generasi kedua (Mi Band 2) yang dilengkapi dengan layar kecil untuk menampilkan data heart rate dan jam.

Harga Mi Band 2 pun masih sangat terjangkau buat semua kalangan. Saat ini Mi Band 2 harganya rata-rata hanya mencapai Rp300-350 ribu saja. Mi Band 2 ini yang turut berjasa menjaga posisi Xiaomi sebagai brand piranti sandang terbesar bersama dengan Apple.

Nah, kabar baiknya Xiaomi juga tengah menyiapkan generasi ketiga Mi Band. Ini diketahui dari beberapa bocoran yang berseliweran di jagad maya. Kabarnya, penerus Mi Band 2 itu bakal menyandang layar OLED yang gosipnya bakal menampilkan layar warna. Ini merupakan perbedaan cukup mencolok jika dibandikan dengan Mi Band 2 yang masih menggunakan layar monokrom.

Salah satu perbaikan besar yang diharapkan dari Mi Band 3 atas pendahulunya adalah bahwa perangkat itu akan dilengkapi dengan panel OLED sentuh yang sensitif. Beberapa rumor mengatakan bahwa Mi Band 3 akan membawa dukungan untuk beberapa mode gerakan.

Fitur lain yang diharapkan hadir di Mi Band 3 adalah dukungan Bluetooth 4.2 dan konektivitas NFC. Seperti Mi Band 2, diharapkan tetap bodi anti-percikan IP67. Kemungkinan Mi Band 3 juga memiliki baterai yang sedikit lebih besar.

Dari bocoran yang diungkap oleh Gizmochina (30/5) harga Mi Band 3 juga masih cukup terjangkau. Hanya sekitar 26 dolar AS atau setara Rp400 ribuan.

Apple dan Xiaomi Penguasa Pasar di Q1 2018

Popularitas piranti sandang di 2018 meningkat drastis. Ini dibuktikan dari data yang disampaikan Canalyst yang mencatat kenaikan 35% dibanding tahun lalu menjadi 20,5 juta unit pada Q1 2018. Hal ini didorong oleh permintaan yang kuat untuk perangkat yang mengutamakan kesehatan. Smartwatches menyumbang 80% dari pendapatan piranti sandang, naik 74% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Apple menjadi vendor teratas dengan tota 3,8 juta Apple Watch, sementara Xiaomi membuntuti dengan jarak yang sangat dekat dengan total pengiriman 3,7 juta unit. Fitbit, Garmin, dan Huawei, mengikuti di belakangnya.

Menurut Canalys, sukses Apple mempertahankan posisi berkat Apple Watch Series 3 yang memiliki kemampuan LTE. “Operator menyambut pendapatan tambahan dari penjualan perangkat dan pendapatan berlangganan tambahan untuk data di Apple Watch, dan daftar operator yang menjual Apple Watch LTE di seluruh dunia meningkat setiap bulan,” kata Analis Senior Canalys, Jason Low.

Pengiriman perangkat sandang pada Q1 2018 (Canalys)Pengiriman perangkat sandang pada Q1 2018 (Canalys)

Hingga saat ini, Apple mewakili 59% dari total jam tangan pintar yang aktif secara global. Kesuksesan Apple ini juga berkat ekosistem Apple yang kuat. “Sementara ekosistem Apple memiliki penawaran jam LTE yang kuat, kurangnya produk serupa di ekosistem Android sangat mencolok. Jika Google memutuskan untuk mengejar peluang dengan Pixel Watch yang diisukan, itu akan melejitkan kompetisi yang sangat dibutuhkan di ruang ini,” lanjut Jason.

Untuk pasar smartwatch, Garmin berhasil menjadi vendor smartwatch terbesar kedua setelah Apple, dengan 1 juta smartwatch yang dikirim pada kuartal terakhir. "Transisi Garmin ke jam pintar telah cepat karena memfokuskan keahlian GPS-nya untuk pecinta olahraga outdoor," kata Vincent Thielke, Analis Riset di Canalys.

Samsung Siap Mengejar

Ekosistem tampaknya juga harus diperhatikan oleh para vendor piranti sandang. Boleh jadi ketertinggalan Samsung pada industri ini karena sedikit memaksakan penggunaan OS Tizen pada smartwatch besutannya.

Tapi, kabar baiknya Samsung diisukan bakal menggunakan WearOS versi Android untuk piranti sandang pada Gear S4 mendatang.

Kabar lainnya, jam pintar Samsung yang akan datang juga bakal menyandang nama Galaxy, layaknya smartphone Samsung.

Kabar ini dihembuskan oleh Evan Blass, pembocor ulung di dunia teknologi. Dilansir Slashgear, dalam cuitannya Blass mengatakan bahwa seorang pegawai Samsung tampaknya menggunakan jam tangan jenis perangkat yang menggunakan OS Wear, bukan Tizen.

Baru-baru ini, Google juga telah mengumumkan sederet jam tangan yang cocok untuk sistem operasi Wear OS. Diantaranya adalah Fossil Q Venture, LG Watch Sport, Louis Vuitton Tambour, Michael Kors Sofie, Montblanc Summit, Hugo BOSS Touch, dan Movado Connect dan beberapa merek terkenal lainnya.

Kabar jam pintar Samsung bakal menggunakan WearOS memang belum terkonfirmasi. Tapi jika benar demikian, langkah itu bisa disimpulkan sebagai usaha Samsung untuk mengejar ketertinggalan.(*)