pulsa-logo

Persaingan Para Pabrikan Handphone yang Makin Ketat


dian iskandar

Kamis, 26 Juli 2018 • 09:45

counterpoint, samsung, oppo, vivo, xiaomi, huawei, apple, iphone, lg, pangsa pasar, smartphone, 2018, market


Berkaca pada laporan triwulan pertama pengiriman smartphone yang dirilis oleh para periset pasar, tahun ini Samsung tampaknya masih cukup perkasa. Data yang pernah dirilis Counterpoint Research, posisi teratas dalam hal pengiriman pada triwulan pertama 2018 masih dipegang oleh Samsung dengan total 78 juta unit atau mewakili 21,7% pangsa pasar. Namun, jumlah tersebut turun 3% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan terbesar justru diperoleh oleh iTel (mungkin merek asal Tiongkok)  yang berhasil muncul sebagai 10 besar pabrikan smartphone diurutan paling buncit. Pengiriman smartphone iTel tumbuh sangat fantastis dengan 213 persen peningkatan dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun lalu.

Sementara itu, pertumbuhan terbesar kedua dipegang oleh Xiaomi dengan 27 juta unit atau meningkat 101 persen (dibandingkan periode yang sama tahun lalu). Xiaomi belakangan ini memang terlihat bergitu antusias menggarap pasar negara berkembang seperi India dan Indonesia. Bahkan, Counterpoint juga pernah mengeluarkan data yang menyebut Xiaomi menduduki tempat pertama jumlah pengiriman smartphone di India pada triwulan akhir 2017 lalu.

Laporan laba Samsung pada triwulan pertama 2018 ini sedikit melampaui ekspektasi dari analis perusahaan pialang. Rata-rata, para analis memperkirakan bahwa Samsung akan melaporkan penjualan 60 triliun won dan laba 11 triliun won. Perusahaan ini mendapat sokongan dari peluncuran Samsung Galaxy S9 dan Samsung Galaxy S9 +. Kedua perangkat ini masuk pada penjualan periode kuartal awal.

Diantara beberapa merek asal Cina, Huawei masih menjadi merek yang terkuat. Meski hanya mengalami pertumbuhan sebesar 14 persen, posisi sebagai tiga besar di ancah global masih tak tergoyahkan. Saat ini pangsa pasar yang diraih perusahaan berlogo bunga lili merah itu mencapai 10,9 persen.

Upaya Huawei dalam memperluas pasar di luar Cina telah menghasilkan pertumbuhan yang kuat di Eropa (+ 46%), MEA (+ 38%) dan di India (+ 146%) di merek tersebut masuk ke daftar merek 5 smartphone teratas untuk pertama kalinya dalam Q1 2018.

Masalahnya adalah, tahun ini hampir semua prediksi periset pasar menyebutkan bakal terjadi penurunan pengiriman smartphone. Hal ini juga akan dialami oleh pasar dalam negeri di Cina. Oleh sebab itu, pabrikan asal Tiongkok tengah giat-giatnya menggenjot pasar domestik.  Di Asia, Indonesia dan India menjadi sasaran mereka untuk menggeber penjualan. Selain itu, beberapa merek juga sudah mulai ekspansi ke Eropa.


Xiaomi beum lama ini menyusul jejak Huawei untuk menggarap pasar Eropa. Xiaomi telah membuka gerai resminya di Madrid. Xiaomi juga diketahui melakukan ekspansi ke Italia dan Perancis. Bahkan, mereka juga punya rencana memasuki pasar AS di akhir tahun ini.

Sementara Oppo dan Vivo bakal terus menjaga positioning mereka yang sudah cukup baik di negara-negara berkembang. Oppo dan Vivo bahkan sudah lebih berani dengan menjajaki pasar baru mereka di level high end yang bakal berhadapan dengan Samsung dan iPhone.

iPhone tetap bertaji

Ada yang menarik mengenai penjualan iPhone pada Mei lalu. Meski Samsung masih cukup tangguh sebagai pemimpin pasar, namun penjualan smartphone-nya pada Mei lalu masih kalah dengan iPhone.

Menurut periset pasar Counterpoint Research, iPhone 8 menjadi smartphone yang paling laris di Mei 2018. Dari catatan tersebut, produk Apple mendominasi 5 besar penjualan smartphone tertinggi dengan iPhone X dan iPhone 8 Plus yang berada pada posisi ketiga dan kelima.

Penjualan smartphone Mei 2018 (Counterpoint)Penjualan smartphone Mei 2018 (Counterpoint)

Di posisi kedua, menurut riset bulanan itu ditempati oleh Samsung Galaxy S9+. Secara keseluruhan top 10 smartphone terlaris diisi oleh enam pabrikan untuk semua kategori harga. Xiaomi berhasil menempatkan Redmi 5A di posisi keempat dan Redmi Note 5 di posisi ke-9, sementara pabrikan asal Tiongkok lainnya yang masuk 10 besar adalah Huawei di posisi ketujuh yang diwakil oleh P20 Lite, Vivo X21 di posisi 8 dan Oppo A83 di posisi ke-sepuluh.

Perangkat iPhone keluaran akhir mengambil pangsa pasar 6.8%, sementara duo Galaxy S9 meraup 4.9%. Bisa disimpulkan bahwa satu dari sepuluh smartphones yang terjual pada mulan Mei milik Apple atau Samsung.

Hasil pemantauan pasar itu juga mencatat keberhasilan Huawei P20 series di India, namun hanya P20 Lite yang menjadi tertinggi penjualannya secara global. Counterpoint juga menegaskan bahwa Oppo dan Vivo memelihara pasar dengan cukup baik berkat potongan harga dan promosi yang gencar.

Samsung dan LG Bombardir Produk untuk Genjot Revenue

Prediksi turunnya angka pengiriman smartphone pada tahun ini ditambah dengan agresi dari pabrikan asal Tiongkok tentu saja tidak akan membuat LG dan Samsung terdiam. Menurut sumber industri seperti dilansir Digitimes (18/7), LG dan Samsung tampaknya sedang memborbardir pasar di hampir semua segmen secara global untuk meningkatkan pendapatan smartphone mereka. Ini sangat kontras dengan fokus mereka sebelumnya yang lebih fokus pada model high end.

Samsung dan LG telah meluncurkan masing-masing sembilan dan delapan smartphone baru, sejauh ini di paruh pertama 2018 dibandingkan dengan sekitar 11 model yang dirilis oleh dua vendor masing-masing pada tahun 2016 dan 2017. Selain itu, dua vendor tersebut juga meluncurkan sejumlah model di beberapa pasar luar negeri yang ditunjuk pada tahun 2018.

Kebijakan ‘shotgun marketing’ yang diadopsi oleh kedua merek itu datang pada saat pasar smartphone global dilaporkan mengalami penurunan, melihat total pengiriman unit global yang mengalami pertumbuhan sebesar 3% per tahun pada kuartal pertama 2018, kata sumber itu, mengutip data dari perusahaan riset pasar.

Data dari Strategy Analytics menunjukkan bahwa pangsa global Samsung merosot menjadi 22,6% pada kuartal pertama 2018 dari 22,7% tahun lalu, sementara LG melihat pangsa pasarnya turun ke 3,3% pada kuartal ini. Selama periode yang sama, pangsa pasar Apple menguat menjadi 15,1% dari 14,4%, Huawei naik 2% menjadi 11,4% dan Xiaomi naik dua kali lipat menjadi 8,2%.

Huawei, Xiaomi dan merek Cina lainnya telah mampu memanfaatkan model mereka yang biasanya datang dengan rasio harga/kinerja tinggi, untuk meraup penjualan di semua segmen, terutama di Asia dan Eropa.

Huawei dilaporkan telah mengirimkan lebih dari enam juta unit P20 sejak diluncurkan pada bulan Juni, yang mewakili peningkatan 81% dibandingkan dengan pendahulunya P10 untuk periode waktu penjualan yang sama, kata sumber tersebut.

Kinerja Mi 8 Xiaomi juga mengesankan, mengingat pengirimannya mencapai lebih dari satu juta unit dalam 18 hari pertama penjualan. Spesifikasi Mi 8, yang menampilkan layar OLED 6,21 inci, Qualcomm Snapdragon 845 CPU dan kamera ganda 12-megapiksel ganda, sebanding dengan LG V35 ThinQ, namun harga Mi 8 jauh lebih murah.

Produk high end Huawei juga mendapat respon baik di pasar Jepang, dan perusahaan berlogo bunga lili merah itu juga dilaporkan tengah mencari jalan untuk masuk ke pasar Korea.

Meski demikian, melihat jarak yang cukup besar antara posisi Samsung sebagai pemimpin pasar dengan para kompetitornya,  tahun ini kami percaya bahwa parbikan asal negeri gingseng itu tetap akan bersinar tahun ini.(*)