pulsa-logo

Dua Fitur Ini Sedang Tren di 2018


dian iskandar

Selasa, 07 Agustus 2018 • 17:40

kamera ai, layar poni, tren smartphone 2018


Tren desain smartphone dengan layar berponi (notch) di 2018Tren desain smartphone dengan layar berponi (notch) di 2018

Tahun ini, fitur dual kamera semakin masif digunakan oleh berbagai tipe dan merek handphone. Tren ini mulai dikenalkan pada 2016 lalu dan puncaknya terjadi pada tahun lalu. Hingga sekarang, dua kamera seakan menjadi standar sebuah handphone keluaran terbaru.

Nah, di 2018 ini ada fitur yang juga sedang naik daun. Meski ini hanya sebatas lipstick, tapi toh banyak yang menirunya. Tren yang pertama adalah desain dengan layar notch atau sering diistilahkan sebagai poni. Yakni layar dengan coakan yang dibuat untuk wadah kamera depan beserta beberapa sensor.

Tak dipungkiri, tren layar berponi ini dipopulerkan oleh Apple sejak diperkenalkannya iPhone X pada akhir tahun lalu. Layar dengan bentuk ini pun sebetulnya pernah dicibir oleh para kompetitor Apple. Tapi lambat laun malah banyak yang meniru.

Model ponsel layar berponi ini kemudian menjadi populer dan diadopsi oleh beberapa vendor asal Tiongkok seperti Oppo, Vivo dan Xiaomi.

Penggunaan poni ini sebetulnya merupakan salah satu solusi agar sebuah ponsel bisa memiliki layar yang lebih luas tanpa harus menghilangkan kamera depan, sensor atau perangkat keras lainnya dari bagian depan ponsel.

Tapi sebetulnya, menurut beberapa artikel di media teknologi menyebutkan bahwa handphone pertama dengan layar berponi bukan lah iPhone X. Android Authority (15/3) menyebut bahwa Essential Phone – lah yang pertama.

Hanya saja, Essential Phone membuat poni hanya seukuran lubang kamera. Sedangkan poni pada iPhone X lebih lebar dan tampak lebih jelas.


Essential Phone diluncurkan pertama kali pada 30 Mei 2017. Poninya memang kecil tapi cukup baik yang memberikan ponsel bentuk yang unik serta menghasilkan rasio layar-ke-bodi 84,9 persen. Meski begitu, sebetulnya LG memiliki paten dengan desain yang sama pada awal November 2016. Samsung pun  mengajukan paten yang sama, tepat sebelum Apple merilis iPhone X.

Essential Phone (essential)Essential Phone (essential)

Meski demikian, tak ada yang meragukan bahwa disain layar berponi yang tengah nge-tren ini terinspirasi dari iPhone X. Diumumkan tepat pada 12 September 2017, iPhone X menempatkan beberapa sensor dan kamera untuk FaceID, dan menghapus tombol home / sensor sidik jari sehingga bisa mendapatkan rasio layar-ke-bodi sekitar 82,9 persen.

iPhone X di Margo CityiPhone X di Margo City

Huawei mendominasi penjualan handphone berponi

Menurut data dari Sigmaintell Consulting seperti dilansir Digitimes (2/8), pengapalan global handphone berponi dari enam vendor teratas pada semester pertama 2018 berjumlah 86,1 juta unit. Vendor terbanyak yang mengapalkan adalah Huawei.

Huawei mengirim total 25,4 juta unit handphone berponi di semester pertama. Selanjutnya ada Apple di peringkat kedua dengan pengiriman 20,7 juta unit. Oppo, Vivo dan Xiaomi menyusul di belakangnya. Sementara Samsung di periode tersebut belum tampak melepas handphone berponi. Maklum, Samsung memang pernah membuat iklan yang sedikit menyindir soal disain layar berponi.

Kendati demikian, Samsung pernah dikabarkan mengajukan paten handphone dengan layar berponi. Seperti dilansir Tom’s Guide (16/4) yang mengutip blog Belanda, Mobielkopen, menunjukkan ponsel Samsung dengan poni di layar depannya. Samsung mengajukan permohonan paten dengan kantor paten SIPO China.

Samsung mungkin tidak akan memberikan banyak informasi terkait hal ini. Perlu dicatat, ini hanyalah pengajuan hak paten, dan bukan pernyataan resmi soal desain masa depan. Bahkan, Mobielkopen juga menemukan pengajuan paten yang menunjukkan bahwa Samsung punya paten dengan rasio layar ke bodi hingga 99 persen.

Tren penggunaan AI

Fitur Artificial Intelligence (AI) dengan cepat menjadi bagian integral dari handphone kekinian. Dengan hadirnya fitur AI computing mendorong lebih banyak pemrosesan on-device, karena vendor menggunakan lebih banyak AI untuk digunakan di beberapa aplikasi dan membantu fitur tertentu. Asisten virtual seperti Siri, Bixby, dan Google Asisten Google sudah makin banyak ditemukan di handphone yang beredar di pasaran.

Honor View 10 yang memiliki teknologi AI pada kameranyaHonor View 10 yang memiliki teknologi AI pada kameranya

Prediksi terbaru yang diterbitkan oleh Strategy Analytics menyebutkan bahwa mereka melihat kemajuan teknologi yang cukup pesat dari AI yang dihadirkan ke dalam ponsel pintar sejak dari 2010 hingga tahun 2023.

Laporan itu juga telah memperkirakan penjualan handphone dengan teknologi AI secara global dan di enam wilayah. Laporan Strategy Analitics tersebut mencatat bahwa penggunaan Google Asisstant telah meningkat menjadi asisten virtual teratas dengan lebih dari 50%. Presentase ini bisa dilacak pada dimasukkannya fitur asisten pintar pada handphone versi Android terbaru.

Posisi kedua diikuti oleh Siri. Yang patut dicatat adalah klaim dari Analis Senior Ville-Petteri Ukonaho yang menyebutkan bahwa asisten virtual yang naik daun paling cepat adalah yang berasal dari Cina yakni Baidu Duer yang diprediksi akan menduduki tempat kedua dalam beberapa tahun mendatang.

Laporan Strategy Analitics ini juga menyimpulkan bahwa pada tahun 2018, lebih dari setengah dari handphone yang dijual secara global akan memiliki asisten virtual di dalamnya. Dan jumlah ini akan terus bertumbuh hingga 90% hingga pada tahun 2023.

Memang, dari sekian banyak handphone dengan AI yang beredar, rata-rata hanya mengedepankan penggunaannya sebatas pada kemampuan kamera. Tapi ini juga tidak salah, sebab AI akan sangat membantu pengguna untuk mendapatkan hasil yang baik tanpa harus melakukan banyak penyetelan.

Ke depan, AI akan banyak digunakan pada banyak aspek, seperti halnya yang tengah dilakukan oleh Huawei. Seperti dilansir Gizmochina (02/08) Huawei tengah menggarap asisten virtual-nya dengan kemampuan untuk membaca emosi pengguna.

Huawei mulai menggarap AI sejak 2013 ketika meluncurkan asisten virtualnya di Cina. Fungsinya mirip Siri, Cortana, Alexa dan Google Assistant. Asisten virtual Huawei saat ini digunakan setiap hari oleh 110 juta orang dan dengan demikian, raksasa teknologi ini berusaha untuk meningkatkannya dengan perangkat lunak yang memungkinkan penggunaan AI emosional.

Huawei telah mengisyaratkan bahwa akan menggunakan AI untuk membantu asisten pribadi virtualnya berinteraksi dengan pengguna pada tingkat emosional. Asisten virtual saat ini menyediakan informasi relai dan menangani tugas dengan cara robot tanpa emosi karena responsnya tetap sama terlepas dari kondisi emosional pengguna saat ini.

Laporan terbaru oleh firma riset Gartner awal tahun ini telah mengungkapkan bahwa emosi AI akan dapat menggunakan analisis untuk mendeteksi suasana hati orang dan merespons dengan jawaban yang lebih personal.

Wakil direktur penelitian Gartner, Annette Zimmerman seperti dikutip dari Gizmochina, telah mengisyaratkan bahwa pada tahun 2022, perangkat pribadi kita akan tahu lebih banyak tentang keadaan emosi kita daripada keluarga kita sendiri.

Asisten pribadi akan memiliki kemampuan untuk membaca ekspresi wajah, menganalisis suara dan perilaku pengguna. Asisten virtual akan dapat memahami konteks perintah yang mereka terima dan merespons dengan jawaban yang lebih sesuai dengan emosi pengguna.

Asisten virtual ini dengan kemampuan membaca emosi akan menemukan aplikasi dalam mobil dan perawatan kesehatan. Jadi, AI tampaknya akan menjadi tren yang cukup panjang.