pulsa-logo

Lagi Tren Bikin Sub-brand


dian iskandar

Rabu, 05 September 2018 • 14:57

huawei, honor, xiaomi, pocophone, oppo, realme


Peluncuran Pocophone F1 di IndonesiaPeluncuran Pocophone F1 di Indonesia

Baru-baru ini pasar handphone tanah air kedatangan tamu baru yang masih berasal dari Tiongkok. Ya, benar, yang kami maksud adalah Pocophone. Kehadiran Pocophone di Indonesia boleh dibilang begitu singkat. Bayangkan, hanya berselang 4 hari setelah diluncurkan di India. Ini berarti Indonesia menjadi negara kedua yang dijajaki oleh merek baru tersebut.

Meski demikian, jejak Pocophone di Indonesia sudah mulai tercium sejak 12 Juli lalu dimana informasi sertifikasi perangkat tersebut terpampang di laman Kominfo dan akhirnya Pocophone F1 secara resmi hadir di Indonesia pada 27 Agustus.

Banyak hal menarik dari kehadiran Pocophone ini. Bukan hanya terkait produk yang ditawarkan, nama besar Xiaomi yang ada di belakang Pocophone. Ya, Pocophone merupakan sub-brand dari Xiaomi yang artinya masih berkaitan.

Memang, strategi menelurkan produk baru lewat sub-brand sudah dilakukan oleh beberapa merek asal Tiongkok lainnya. Anda pasti mengenal merek Honor juga kan? Honor secara resmi masuk ke Indonesia pada tahun ini tepatnya di bulan April. Nah, Honor ini merupakan sub-brand kepunyaan Huawei.

Jauh sebelum itu, sub-brand yang juga pernah masuk ke Indonesia ada ZUK, Flash dan OnePlus. Sayangnya, ketiga brand ini tak berumur panjang. Boleh jadi ini juga ada kaitannya dengan kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sehingga memaksa mereka untuk memproduksi perangkatnya di sini.

ZUK merupakan sub-brand yang diusung oleh Lenovo. Tapi merek ini sudah lama lagi tak terdengar gaungnya di kancah global. Ada yang menyebut brand ini sudah dibekukan tapi gosip terbaru menyebutkan bahwa ada beberapa seri ZUK bakal muncul lagi.


Sementara OnePlus memang bukan sub-brand dari Oppo Mobile, tapi ada sedikit kaitannya dengan Oppo. Menurut informasi yang kami kutip dari Wikipedia, OnePlus didirikan 16 Desember 2013 oleh mantan wakil presiden Oppo Pete Lau dan Carl Pei. Menurut dokumentasi pemerintah China, satu-satunya pemegang saham institusional di OnePlus adalah Oppo Electronics.

Lau (pun) membantah bahwa OnePlus adalah anak perusahaan Oppo dan menyatakan bahwa Oppo Electronics (bukan Oppo Mobile produsen ponsel) adalah investor utama OnePlus dan mereka "dalam pembicaraan dengan investor lain" (meskipun belum ada cerita baru mengenai hal ini).

Yang pasti, Oppo memang punya sub-brand dan bukan OnePlus tapi Realme. Brand ini sudah menancapkan kukunya di pasar handphone terbesar kedua di dunia yakni India. Sementara di Indonesia belum ada kepastian apakah Realme juga akan ikut meramaikan persaingan.

Saat ini Realme sudah mengeluarkan satu produk Realme 1, The Realme 1, dengan sederet fitur unggulan, desain menarik dan sudah pasti lebih terjangkau. Berbekal RAM 6GB, penyimpanan 128 GB dan chipset Helio P60, perangkat ini dibanderol 13.990 Rupee India atau setara dengan Rp2,8 jutaan. Menarik bukan? Dan kabarnya, Realme 2 juga akan segera hadir.