pulsa-logo

Catatan Penting Pasar Smartphone di Triwulan Ketiga 2018


dian iskandar

Senin, 12 November 2018 • 22:12

oppo, samsung, apple, huawei, honor, idc


Periode triwulan ketiga (Juli-September) 2018 telah berakhir. Itu berarti waktunya para vendor mendapatkan rapor kinerja tiga bulanan. Sebelum membahas soal rapor, ada beberapa catatan menarik yang terjadi selama periode tersebut.

Beberapa flagship setidaknya diluncurkan pada periode triwulan ketiga 2018. September lalu, Apple mengenalkan produk mutakhirnya yakni iPhone XS, XS Max dan XR. Apple juga sekaligus mengenalkan chipset terbaru A1 Bionic serta iOS versi 12. Perangkat iPhone terbaru ini mendapat catatan dari beberapa pengamat, terutama mengenai harga jual yang lebih mahal dari perangkat tahun lalu.

Sebelumnya di bulan Agustus, Samsung meluncurkan seri Galaxy Note9. Samsung menawarkan perubahan besar pada Galaxy S Pen yang kini bisa juga difungsikan sebagai remote untuk mengakses beberapa fitur galaxy Note9 seperti kamera dari jarak tertentu berbekal koneksi Bluetooth.

Kembali di September, Huawei mengambil kesempatan mengenalkan chipset terbaru mereka yakni Kirin 980. Huawei tampaknya sengaja mendahului Apple sebelum mereka mengenalkan iPhone terbarunya. Kirin 980 merupakan chipset tercanggih besutan Huawei untuk saat ini. Menggunakan proses manufaktur 7nm, chipset ini juga dikenalkan sebagai yang pertama di dunia. Meskipun, Apple berhasil mengenalkan bukan hanya chipset tapi juga dengan perangkat iPhone terbarunya yang menggunakan chipset 7nm.

Masih di periode yang sama, Oppo akhirnya juga ikut bermain dikelas flagship. Juli lalu Oppo memperkenalkan seri Find X dengan disain segar yang benar-benar baru di industri smartphone. Find X mengusung desain pop up camera demi menawarkan layar yang lebih lapang. Sementara kamera depan dan belakang diletakkan pada bodi yang bisa dimunculkan lewat proses mekanis otomatis ketika pengguna menekan menu kamera.

Pengiriman smartphone global turun 6%


Meski hampir semua vendor tampak bekerja keras untuk memacu kinerjanya melalui produk-produk unggulan, nyatanya di triwulan ketiga 2018 pengiriman smartphone tercatat mengalami penurunan. Laporan terbaru IDC yang diumumkan awal November, pengiriman smartphone total secara global mencapai 355,2 juta unit.

Angka tersebut juga berarti ada penurunan tahun ke tahun sebesar 6,0%. Selain itu, periode ini adalah kuartal keempat secara berturut-turut penurunan year-on-year (yoy) penurunan di pasar global. Ini tentu menimbulkan pertanyaan tentang masa depan pasar smartphone. Pandangan IDC sendiri tetap bertahan bahwa 2019 nanti akan kembali tumbuh, meski untuk saat ini masih terlalu dini untuk mengatakan seperti apa pertumbuhan itu.

IDC juga mencatat ada dua faktor yang memicu penurunan pengiriman smartphone di triwulan ketiga 2018. Pertama, Samsung, sebagai vendor smartphone terbesar dalam hal pangsa pasar, hanya meraup 20,3%, atau turun 13,4% (yoy). Dan kedua, Cina, yang merupakan pasar negara terbesar untuk konsumsi ponsel cerdas, terhitung sekitar sepertiga dari pengiriman global, juga turun sudah empat kuartal berturut-turut.

Samsung mengalami kuartal terberat dengan penurunan pengiriman 13,4% menjadi 72,2 juta unit. Sang pemimpin pangsa pasar terus merasakan tekanan dari semua arah, terutama dengan Huawei yang semakin mendekat setelah dua triwulan berturut-turut menjadi vendor terbesar nomor dua. Selain itu, pertumbuhan pasar seperti India dan Indonesia, di mana Samsung telah memegang posisi teratas selama bertahun-tahun, terus dikejar oleh merek-merek asal Cina seperti Xiaomi, OPPO, dan Vivo.

Sementara itu, pasar domestik Cina, yang mewakili sekitar sepertiga perputaran smartphone di seluruh dunia, telah mengalami menurun sejak triwulan kedua 2017, dan pada triwulan ketiga 2018 merupakan kuartal keenam berturut-turut di mana pasar melihat kontraksi. Semester pertama pasar smartphone Cina turun 11% dan tantangan ini berlanjut pada periode triwulan ketiga. Secara keseluruhan IDC memperkirakan penurunan ini ikut berdampak pada pertumbuhan di 2019.

"Pasar domestik Cina terus ditantang karena belanja konsumen secara keseluruhan terkait smartphone telah turun," kata Ryan Reith, wakil presiden program dengan IDC Worldwide Mobile Device Trackers seperti dikutip dari laman resmi IDC. "Tingkat penetrasi yang tinggi, ditambah dengan beberapa tantangan ekonomi beberapa waktu lalu, telah memperlambat pasar smartphone terbesar di dunia. Meskipun demikian, kami yakin pasar ini akan mulai pulih pada 2019 dan seterusnya, didorong oleh siklus penyegaran yang mencakup semua segmen, didukung oleh migrasi 5G."

Pemimpin pasar

Samsung pada periode triwulan ketiga 2018 masih mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar smartphone global berdasarkan pengiriman. Meskipun mendapat perlawanan keras dari beberapa vendor Cina di Indonesia dan India, Samsung masih cukup untuk mempertahankan posisi pangsa pasar teratas. Peluncuran Galaxy Note 9 dinilai berhasil dan terus menumbuhkan pengiriman. Namun, tantangan Samsung yang lebih besar adalah di kelas mid-range dan low-end.

Tapi Samsung, tak tinggal diam. Demi terus menggenjot pertumbuhan, beberapa waktu lalu pabrikan asal Korea Selatan itu mengeluarkan seri A7 dan A9 (2018) yang fenomenal. Samsung Galaxy A7 (2018) akan meramaikan smartphone triple kamera yang pertama kali dipopulerkan oleh Xiaomi. Bahkan, seri A9 (2019) menjadi smartphone pertama dengan empat kamera pertama di dunia. Tapi, hasil pengiriman kedua perangkat ini baru akan muncul di triwulan keempat 2018, mengingat peluncurannya ada pada periode tersebut.

Posisi kedua dipegang oleh Huawei. Laporan IDC mengenai terkait pengiriman smartphone pada triwulan ketiga 2018 ini mencatat pengiriman Huawei mencapai 52,0 juta handset dan meraih 14,6%. Sekedar informasi, tahun ini  Huawei memasang target 200 juga pengiiriman, dan menurut salah satu petinggi Honor ketika ditemui PULSA beberapa waktu, pihaknya optimis bisa mencapai target tersebut.

Pengiriman Huawei didorong oleh seri P dan juga pembaruan seri Mate sehingga membuatnya tetap kompetitif. Begitu juga dengan merek Honor, yang ditargetkan untuk menyasar anak muda dan mengandalkan penjualan online, terus berkembang dengan baik di beberapa pasar.

Di posisi ketiga masih dipegang oleh Apple (iPhone) yang pada periode tersebut berhasil mengirim 46,9 juta unit, atau naik 0,5% dari 46,7 juta unit tahun lalu. Sementara untuk perangkat terbaru Apple, hasilnya baru akan terungkap pada triwulan keempat.

Posisi keempat diisi oleh Xiaomi, yang berhasil meraup 9,7% pangsa pasar berdasarkan pengiriman pada triwulan ketiga 2018. Xiaomi melanjutkan ekspansi globalnya dengan peningkatan pangsa pasar di negara-negara di mana dia telah berkembang termasuk India dan Indonesia, dan membuat kemajuan ke pasar Eropa seperti Spanyol.

Jumlah pengiriman Xiaomi pada periode triwulan ketiga tahun ini mencapai 34,3 juta perangkat. Tahun ini targetnya adalah 100 juta pengiriman. Menurut Xiaomi, target tersebut telah berhasil diraihnya pada akhir Oktober lalu.

Posisi lima besar di posisi buncit diisi oleh Oppo. Sama halnya dengan Samsung, meski mengalami penurunan, Oppo berhasil mempertahakan mereknya di lima besar. (*) Isk/berbagai sumber