pulsa-logo

Ada Apa dengan Apple?


dian iskandar

Selasa, 27 November 2018 • 19:26

apple, iphone, iphone xs, iphone xs max, iphone xr


Apple iPhone XS, XS Max dan XR (apple)Apple iPhone XS, XS Max dan XR (apple)

Beberapa minggu belakangan ini Apple dikabarkan telah memangkas produksi trio iPhone terbaru yang dirilis pada September lalu. iPhone yang dimaksud adalah tipe XS, XS Max dan XR. Padahal, Desember mendatang atau liburan akhir tahun merupakan masa panen bagi Apple untuk menggenjot penjualan.

Seperti dilansir Reuters yang mengutip kabar dari WSJ, pemangkasan produksi tersebut dilakukan karena permintaan iPhone baru yang melemah dan lebih rendah dari perkiraan. Pemangkasan produksi ini juga berpengaruh kepada para perusahaan pemasok yang terlibat produksi iPhone.

Pemasok layar Japan Display Inc, misalnya, dikabarkan telah memangkas prospek setahun penuh dalam upaya mengantisipasi permintaan smartphone lemah, sementara pembuat chip British IQE Plc mengatakan mereka memprediksi pengurangan material dalam kinerja keuangannya pada tahun berjalan.  Selain itu ada Lumentum Holdings Inc, AMS AG, perusahaan yang pemasok perangkat lunak untuk FaceID Apple juga menurunkan perkiraan mereka.

Menurut WSJ, dari ketiga produk baru Apple di 2018, iPhone XR yang paling banyak dipangkas hingga sepertiga dari hampir 70 juta unit yang telah dipesan ke beberapa pemasok untuk diproduksi antara bulan September dan Februari.

Salah satu display iPhone di Margo CitySalah satu display iPhone di Margo City

Foxconn terkena imbas

Imbas pemangkasan produksi iPhone tak hanya mempengaruhi kinerja pemasok, tapi juga perusahaan perakit terbesar iPhone yakni Foxconn. Foxconn Technology Group, dilaporkan memotong 20 miliar yuan ($ US2.9 miliar) biaya tahun 2019 untuk menghadapi "tahun sulit dan kompetitif," menurut sebuah memo internal perusahaan seperti dikutip Bloomberg.


Berkaitan dengan bisnis iPhone, maka akan dilakukan pengurangan anggaran biaya sebesar 6 miliar yuan di tahun depan dan Foxconn dilaporkan memiliki rencana untuk mengurangi sekitar 10 persen staf non-teknis, juga menurut memo yang diperoleh Bloomberg.

Apple telah menyesuaikan strategi demi mengantisipasi pertubuhan penjualan smartphone-nya yang melambat. Ini bisa digantikan dengan harga handset-nya yang lebih tinggi dan menggenjot pendapatan lain dari layanan, termasuk video digital, streaming musik dan penyimpanan data.

Sayangnya, sebagian besar pemasok bergantung pada peningkatan volume perangkat untuk mengembangkan usaha mereka. Itu lah yang menyebabkan peringatan keuangan di perusahaan seperti Lumentum dan Japan Display Inc.

Mengejutkan

Pemangkasan produk iPhone terbaru ini cukup mengejutkan banyak pihak, terutama para analis. Betapa tidak, minggu pertama penjualan iPhone XS, tercatat lebih baik dari iPhone X. Seperti dilansir NDTV (5/10) lalu, perusahaan analis Flurry memperkirakan penjualan minggu pertama iPhone XS dan iPhone XS Max jauh lebih baik daripada iPhone 8, iPhone 8 Plus dan iPhone X. Hal itu didasarkan aktivasi iPhone XS pada periode 21-27 September.

Analytics Flurry dalam laporannya mengatakan bahwa Apple menghasilkan 7 persen lebih banyak pendapatan selama minggu pertama penjualan iPhone XS dan iPhone XS Max, dibandingkan dengan penjualan gabungan dari iPhone X, iPhone 8, dan iPhone 8 Plus selama minggu pertama mereka.

Selama minggu pertama, iPhone XS dan iPhone XS Max memperoleh pangsa pasar 0,42 persen dan 0,68 atau jika digabung menjadi 1,1 persen. Sebagai perbandingan, pangsa pasar iPhone 8 dan 8 Plus pada periode minggu pertama hanya 0,76 persen.

Penyebab Melorotnya Permintaan iPhone XR

iPhone XR (apple)iPhone XR (apple)

iPhone XR merupakan produk iPhone paling terjangkau yang diluncurkan pada tahun ini. Meski begitu, produk ini ternyata menjadi model yang tak begitu diminati. Padahal, produk ini sebelumnya digadang-gadang bisa terjual hingga 100 juta unit.

Ming-Chi Kuo dari TF Securities International, seorang analis terkenal yang akrab dengan Apple, termasuk yang optimis terhadap iPhone XR. Dilansir dari Yahoo Finance (15/11), Kuo telah memangkas memangkas perkiraan pengapalan iPhone XR untuk kuartal akhir 2018 dari 100 juta unit menjadi 70 juta unit.

Alasan pertama menurut Kuo adalah "dampak negatif pada kepercayaan konsumen terhadap perang dagang, terutama di pasar Cina."

Pasar Cina merupakan salah satu pasar penting bagi Apple. Selama tahun fiskal 2018, Apple melaporkan pendapatan 51,94 miliar dolar AS di wilayah tersebut atau hampir 19,6% dari total penjualan tahun ini.

Pada momen earning calls 1 November lalu, CEO Apple Tim Cook di Cina seperti dikutip dari sumber yang sama, mengatakan, “iPhone, sangat kuat, pertumbuhan dua digit yang sangat kuat di sana."

Masalah berikutnya menurut Kuo adalah terkait harga dan value yang ditawarkan. Kuo menyebutkan "ekspektasi yang ditawarkan iPhone XR yang lebih terjangkau atau (memilih smartphone) dual-kamera dan bezel yang lebih tipis dimana sudah tersedia pada tingkat harga saat ini."

Dengan kata lain, Kuo ingin menyebut bahwa iPhone XR tidak mewakili ‘value for money’, dengan bezel yang lebih tebal dari iPhone XS dan iPhone XS Max (layaknya yang terdapat pada perangkat Android) dan hanya memiliki kamera tunggal.

Sementara harga iPhone XS dan iPhone XS Max yang lebih mahal, lebih punya alasan untuk dibeli karena fitur dual-kamera, disamping fitur lainnya yang menyegmentasi kedua produk ini di level high end. Intinya, Kuo berharap iPhone XR harus memiliki pembeda yang tak terlalu jauh dengan perangkat Android di level harga yang sama.

Huawei Mate 20Huawei Mate 20

Kuo juga menyinggung "persaingan dari Huawei Mate 20" sebagai faktor yang ikut menyebabkan lemahnya permintaan iPhone XR. Pada kuartal kedua 2018, misalnya, IDC mengatakan bahwa Huawei telah dikirimkan lebih banyak dari yang dilakukan Apple dan menjadikan Huawei sebagai vendor smartphone terbesar kedua di dunia. Data IDC untuk kuartal ketiga juga menunjukkan Huawei di tempat kedua terkait pengiriman unit. (*)

    2018-12-05 14:42:20


    iPhone 4S di Tahun 2018?