pulsa-logo

Segahar Apa Smartphone di 2019?


dian iskandar

Rabu, 12 Desember 2018 • 16:20

snapdragon, nubia red magic, xiaomi blackshark, asus rog


Kinerja smartphone buat sebagian orang menjadi pertimbangan penting dalam memilih smartphone. Cukup berasalan, karena saat ini industri mobile gaming juga sedang booming. Berkaitan dengan itu, tanpa kita sadari industri mobile gaming juga mempengaruhi fitur-fitur smartphone. Tak heran jika tahun ini, smartphone dengan label ‘gaming’ pun bermunculan. Ada ASUS dengan ROG, Nubia dengan Red Magic, Blackshark, juga Honor Play dan lain sebagainya.

Tentu saja, label smartphone gaming menjanjikan kinerja yang lebih smooth. Selain itu, ciri dari smartphone gaming yang ada saat ini adalah teknologi pendingin yang memang sangat krusial dalam menopang kinerja smartphone. Teknologi pendingin berfungsi untuk tetap terus menjaga performa smartphone agar selalu berada di level maksimum.

Meski demikian, teknologi pendingin bukan berarti hanya dimiliki oleh smartphone gaming. Buktinya Samsung hingga saat ini belum tertarik dengan embel-embel gaming di perangkatnya. Tetapi teknologi pendingin sudah disertakan semisal pada seri Galaxy S9.

Selain soal kinerja semisal prosesor kencang dan RAM lebih lega, industri gaming juga memicu ukuran layar yang lebih luas dan kapasitas baterai yang lebih besar. Tujuannya, agar pengguna lebih nyaman juga lebih berlama-lama bermain. Nah, untuk mengetahui fakta-fakta soal fitur smartpone ini, AnTuTu pernah menerbitkan preferensi pengguna smartphone global yang dihimpun pada periode kuartal ketiga 2018.

Seperti dilansir Gizmochina beberapa bulan lalu, AnTuTu mencatat bahwa layar Fullscreen, prosesor octacore dan RAM 6GB mendominasi.

Ukuran layar

Sebelum ada tren penggunaan layar dengan aspek rasio 18:9, memegang smartphone berlayar 6 inci terasa tak nyaman dan karena akan sulit digenggam dengan satu tangan. Tapi, berkat evolusi dari desain layar fullscreen dan bingkai yang makin tipis, maka memegang layar 6 inci kini tak lagi sulit.

Ini juga yang menjadikan smartphone dengan layar 6 inci mendominasi di 2018. Layar 6 inci menyumbang 14,56%, layar 6,2 inci 12,49%, layar 6,1 inci 3,71%, layar 6,3 inci 7,84%, dan bahkan layar 6,9 inci memiliki pangsa 3,96%. Pada saat yang sama, smartphone dengan ukuran layar 5,5 inci dan 5,8 inci masih lumayan besar, meskipun tidak seperti dulu. Ponsel 5,5 inci memiliki pangsa 12,67% dan penggunaan telepon 5,8 inci berada di 6,57% pada kuartal ketiga. Selain itu, ukuran layar 5,1 inci yang pernah populer hanya memiliki penyebaran penggunaan 6,32%.


Ukuran smartphone yang makin besar ini akan berdampak baik pada perkembangan industri smartpone. Sebab, itu berarti juga akan membuka kemungkinan menyertakan baterai yang lebih besar, lalu pembuangan panas menjadi lebih baik, dan secara keseluruhan, pengalaman pengguna juga semakin baik.

Resolusi Layar

Data dari AnTuTu juga menyebutkan bahwa layar dengan resolusi 1920x1080 masih mendominasi, tetapi proporsinya telah menurun dalam beberapa bulan terakhir. Di sini juga terlihat layar smartphone dengan aspek rasio 16:9 akan tergerus. Saat ini, aspek rasio layar full screen ada tiga jenis, diantaranya; 2160 × 1080 piksel dengan 17,48%, 2248 × 1080 piksel (9,54%) dan 2280 × 1080 piksel (7.01%).

Chipset, RAM dan ROM

Tahun ini bisa dipastikan bahwa chipset Octa-core menjadi yang paling dominan di industri. Proporsi ponsel yang menjalankan chipset Octa-core terus meningkat dan sekarang mendekati 80%. Meskipun MediaTek pernah mengenalkan chipset deca-core (10 core), nyatanya tak begitu mendapat sambutan yang cukup baik. Begitu juga dengan chipset hexa-core dan quad-core yang terus tergerus.

Penggunaan chipset Octa-core bisa dikatakan bakal melebihi angka 90%. Ini berkat teknologi chipset octa core yang sudah merambah ke smartphone low-end, meskipun untuk saat ini chipset octa-core baru memegang 73,8%. Sementara chipset quad-core masih digunakan dalam kategori low-end tetapi beberapa dari produk ini jarang masuk database AnTuTu dan diperkirakan mencapai 21,9%.

sumber: AnTuTusumber: AnTuTu

Beralih ke RAM, seperti yang disebutkan tadi, smartphone Android rata-rata memiliki RAM 6GB dan itu mewakili jumlah 35,39%. Di sisi lain, ponsel RAM 4GB terus menguat dengan pangsa 28,79%. Sedangkan untuk kapasitas RAM 8GB baru mencapai 7,52%. Adapun RAM 2GB dan 3GB RAM, memiliki pangsa komulatif 20%.

Nah, kapasitas memori penyimpanan (ROM) sebagian besar flagship sekitar adalah penyimpanan 6GB + 64GB. Untuk di segmen mid-range, penyimpanan 4GB + 64GB sepertinya sudah menjadi standar untuk ponsel kelas menengah saat ini. Secara khusus, model penyimpanan 64GB menyumbang 40,99% dari, diikuti oleh 128GB yang menyumbang 25,1%, sementara kapasitas 32GB menyumbang 15,83%.

Jadi, menurut database AnTuTu pada kuartal ketiga 2018, smartphone dengan layar penuh, CPU octa-core, RAM 6GB, dan memori 64GB adalah yang paling populer di antara pengguna. Boleh dikatakan hasil akhir di 2018 tak akan berubah lebih jauh.

Kinerja Rata-rata Smartphone di 2019

Untuk mengukur kinerja smartphone yang paling dominan di 2019, kami memprediksiakan sangat bergantung pada smartphone di segmen menengah. Alasannya, segmen menengah akan lebih banyak diserap oleh pasar terutama di pasar Negara-negara berkembang dengan jumlah penduduk yang lebih besar.

Alasan lainnya, pergantian tahun berarti juga akan terjadi pergeseran trend dimana salah-satunya ditandai dengan perubahan pada desain dan chipset yang lebih segar. Boleh jadi, smartphone kelas menengah di tahun mendatang akan mendapat limpahan dari fitur-fitur yang saat ini masih melekat di segmen high end.

Sebut saja teknologi chipset 10nm, yang bukan tidak mungkin akan diturunkan ke smartphone kelas menengah. Sebab, smartphone level flagship di 2019 nanti akan menggunakan chipset terbaru dengan proses tenologi 7nm, seperti Snapdragon 855 dan Kirin 980.

Tahun ini saja, sudah ada smartphone dengan Snapdragon 845 yang lebih terjangkau seperti Pocophone F1 dan Asus Zenfone 5Z. Tidak menutup kemungkinan Huawei juga akan bermain di level menengah dengan chipset Kirin 970 di tahun mendatang.

Standar Flagship

Standar untuk smartphone flagship di 2019 ditandai dengan kehadiran chipset mobile berteknologi 7nm. Ini sudah dibuktikan dengan pengumuman oleh Huawei dengan Kirin 980 dan yang terbaru adalah Snapdragon 855 besutan Qualcomm. Muungkin yang berbeda adalah Samsung, karena chipset terbarunya yakni Exynos 9820 menggunakan proses produksi 8nm.

sumber: AnTuTusumber: AnTuTu

Menariknya, kinerja dari masing-masing prosesor juga telah muncul di AnTuTu. Seperti dilansir Phonearena (5/12), dari grafik perbandingan, Snapdragon 855 menjadi yang tertinggi untuk smartphone Android dengan skor 343.051 poin. Tapi jika dibandingkan dengan chipset A12 Bionic iPhone XS yang mencetak 352.405, masih kalah sedikit. Chipset terbaru Qualcomm bahkan berhasil melewati Kirin 980 yang meraup poin 309.425.

Tapi hasil ini tidak dijelaskan masing-masing produk yang menjalankan chipset tersebut serta informasi RAM yang digunakan. Jadi untuk sementara hasil ini belum sepenuhnya bisa dijadikan patokan.

Untuk standar RAM pada smartphone flagship kemungkinan masih banyak yang akan menggunakan kapasitas RAM 8GB. Meskipun beberapa pabrikan sudah memiliki produk varian terbatas dengan RAM 10 GB. (*) isk/berbagai sumber