pulsa-logo

Galaxy M, Racikan Baru Samsung untuk Hadang Smartphone Asal Cina?


dian iskandar

Rabu, 20 Februari 2019 • 19:50

samsung, galaxy m, samsung galaxy m,samsung galaxy m20, samsung galaxy m10


Peluncuran Samsung Galaxy M20Peluncuran Samsung Galaxy M20

Samsung baru saja melepas seri terbaru dari keluarga Galaxy. Ya, Galaxy M sudah sudah resmi dibawa Samsung ke Indonesia pada Senin (11/2). Saat ini Samsung punya dua tipe Galaxy M yakni Galaxy M10 dan Galaxy M20. Namun hanya yang pertama kali dipasarkan di Indonesia adalah Galaxy M20.

Untuk bisa bersaing di segmen yang padat, Samsung meracik Galaxy M20 dengan fitur yang menggoda seperti halnya yang selama ini ditawarkan oleh merek seperti Asus, Xiaomi, Honor dan Realme. Sebut saja layar dengan notch, dual kamera, dan baterai besar.

Lebih detailnya Samsung Galaxy M20 dibekali layar berdiagonal 6,3 inci dengan reolusi 2.340 x 1.080 piksel dan memiliki aspect ratio 19,5:9D di bagian atas ada poni kecil  berbentuk ‘V’yang memuat kamera selfie 8 megapiksel. Samsung menyebut layar Galaxy M dengan Infinity V Display. Biar lebih kekinian, Galaxy M20 punya dual kamera dengan kombinasi 13 megapiksel dan 5 megapiksel wideangle.

Soal kinerja, Galaxy M20 dibekali chip Exynos 7904, RAM 3 GB, storage 32 GB. Galaxy M 20 juga punya varian dengan Ram 4GB dan 64 GB penyimpanan. Nah, salah-satu fitur yang ditonjolkan adalah baterai 5.000 mAh yang diklaim membuat perangkat ini bisa menyala 28 jam (talktime) atau memutar video non-stop selama 17 jam.

Seperti yang disebutkan di atas, Samsung membekali Galaxy M 20 dengan baterai berkapasitas 5.000 mAh. Ini adalah kapasitas terbesar pada smartphone Samsung kelas menengah saat ini. Selebihnya, Galaxy M20 juga ditopang dengan fitur fast charging.

Samsung Galaxy M20 dilengkapi baterai berkapasitas 5000mAh (samsung)Samsung Galaxy M20 dilengkapi baterai berkapasitas 5000mAh (samsung)

Lewat kampanye ‘Sobat anti lowbat’, Samsung menawarkan Galaxy M20 pada masa flash sale dengan banderol Rp2,7 juta untuk varian RAM 3GB + 64 GB penyimpanan.


Fokus di India dan Indonesia

Samsung Galaxy M10 dan M20 pertamakali diluncurkan di India. Seri M ini dikaitkan dengan milenial atau anak muda. Dalam siaran pers pada laman Samsung India dijelaskan bahwa Seri Galaxy M adalah komitmen Samsung yang mendalam terhadap inisiatif 'Make for India' yang berfokus pada penciptaan produk dan inovasi untuk meningkatkan kehidupan konsumen lokal.

Tak salah memang jika Samsung fokus pada pasar seperti India dan Indonesia. Di India, Samsung mendapat perlawanan dari Xiaomi dan harus merelakan posisi pemuncak pasar smartphone berdasarkan pengiriman.

Berdasarkan data terakhir yang dirilis oleh IDC, periode triwulan terakhir 2018, Samsung hanya mengantongi market share 22,4% dengan total pengiriman 31,8 juta unit smartphone. Sementara Xiaomi berhasil meraih 28,9% atau 41,1 juta pengiriman smartphone.

Xiaomi terus mendominasi dengan pertumbuhan YoY sebesar 28,6% di 2018Q4. Menurut IDC, pencapaian ini berkat kinerja perangkat seri Redmi yang terjangkau dibantu oleh kampanye pemasaran yang masif dan ekspansi offline dengan program mitra pilihan Mi dan pembukaan toko fisik di daerah-daerah di India.

Redmi 5A dan Redmi Note 5 / Pro seri Xiaomi muncul sebagai perangkat penjualan tercepat 2018 di seluruh merek yang masing-masing berhasil meraih 10 juta pengiriman sepanjang tahun. Merek terus memimpin di saluran online dengan pangsa 47,2%, naik ke slot kedua di saluran offline dengan melampaui Vivo pada 2018Q4.

Di Indonesia, Xiaomi sudah ada di posisi kedua sejak kuartal kedua 2018. Samsung memang masih menjadi penguasa, tapi jelas ada di posisi yang tidak nyaman karena bisa saja apa yang terjadi di India akan berlanjut di Indonesia.

Bertukar Strategi

Samsung Galaxy M jelas masuk dalam kategori middle end, baik dari fitur yang ditawarkan juga harga banderolnya. Persoalannya, Samsung juga sudah memiliki varian dikelas menengah seperti seri Galaxy J dan Galaxy seri A. Lalu, apakah lantas kehadiran seri M ini bakal menggusur seri sebelumnya? Sudah dipastikan itu tidak terjadi.

Seri M ini akan melengkapi seri-seri yang sudah ada. Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia Ju Yong pada saat peluncuran Galaxy M20 di Jakarta mengatakan bahwa seri Galaxy M tidak ditujukan sebagai pengganti lini Galaxy A dan Galaxy J yang sudah eksis sebelumnya, melainkan sebagai pelengkap.

Lebih spesifiknya, Galaxy M digadang-gadang menjadi andalan Samsung untuk penjualan online lewat toko-toko e-commerce di Indonesia. "Kami mendengar konsumen, jadi ini bukan pengganti, tapi tambahan. Kami lihat pasar online untuk smartphone di Indonesia itu besar," kata Yong pada kesempatan yang sama.

OK, kata kuncinya adalah mengandalkan pemasaran online. Strategi ini jelas sudah dilakukan lebih dulu oleh pabrikan asal Cina. Sebut aja Xiaomi, Honor dan sub-brand baru seperti Realme. Meski demikian, apa yang dilakukan oleh Samsung setelunya juga dilakukan oleh Xiaomi. Hanya saja, keduanya punya penekanan yang berbeda.

Samsung misalnya, akan mengejar Xiaomi dkk dengan Galaxy M lewat pemasaran via toko online. Begitu juga yang dilakukan oleh Oppo lewat sub-brand Realme. Sedangkan Xiaomi, menjadikan sub-brand Redmi untuk terus melaju di pasar online dan mendorong merek MI untuk mengisi segmen produk flagship di toko-toko fisik.

Vivo juga baru-baru ini mengumumkan kehadiran sub-brand baru iqoo. Namun sayangnya hingga kini belum ada informasi lebih lanjut apakah brand baru Vivo itu akan menjadi.

Nah, dengan Galaxy M, dihaparkan Samsung bisa comeback menjadi yang terbesar di India dan terus mendominasi pasar smartphone di Indonesia.(*)