pulsa-logo

Mengenal Aneka Teknologi Sensor Fingerprint


Aldrin Symu

Jum'at, 25 Oktober 2019 • 11:53

fingerprint, sensor sidik jari, tekno, fingerprint scanner,


Teknologi Fingerprint Ultrasonic (Qualcomm Snapdragon)Teknologi Fingerprint Ultrasonic (Qualcomm Snapdragon)

Fingerprints sensor merupakan salah satu fitur yang terdapat pada smartphone. Bahkan fitur ini hampir wajib ada pada smartphone terkini. Fingerprints sensor (sensor sidik jari) menjadi fitur pengaman pada smartphone sebagai kode akses untuk mengaktifkan ponsel. Meskipun kode akses untuk mengaktifkan ponsel sudah beragam (seperti pin atau pola) namun fitur sensor sidik jari masih dianggap teknologi yang terkini.

Namun sebenarnya sensor sidik jari ini tidaklah menggunakan teknologi yang sama. Karena sejak pertama diperkenalkan, sensor sidik jari mengalami perkembangan yang cukup pesat. Berikut ini beberapa teknologi sensor sidik jari pada smartphone yang sudah digunakan.

Teknologi sensor pada ponsel sebenarnya mengikuti perkembangan dari teknologi yang ada di pasaran. Jadi bila ada teknologi terkini yang tersedia, maka teknologi tersebut akan disematkan pada ponsel.

1. Optical Fingerprint Scanners

Optical fingerprint scanner ini merupakan teknologi awal yang digunakan untuk membaca sidik jari. Sesuai dengan namanya, teknologi ini menggunakan gambar atau image dari sidik jari yang diambil dan mengolahnya menggunakan algoritma khusus. Algoritma ini digunakan untuk menganalisa bagian-bagian unik dari sidik jari seperti kerutan di ujung jari atau tanda khusus yang lain serta menganalisa bagian yang gelap dan terang dari gambar sidik jari.

Cara kerjanya mirip dengan mesin absen yang menggunakan sidik jari. Saat Anda meletakkan jari di permukaan sensor, akan ada cahaya yang membaca bagian mana yang gelap dan terang. Setelah itu data akan disimpan di memori. Pada layar berjenis OLED, sensor jenis ini biasanya diletakkan di layar karena OLED mampu menentukan bagian piksel layar sebelah mana yang menyala. Berbeda dengan layar IPS yang seluruhnya menyala dan bisa mengganggu proses pemindaian.

Namun karena optical fingerprint scanner hanya mampu mengambil gambar 2D dan tidak bisa menentukan lekukan sidik jari, alhasil sensor ini mudah ditipu dengan menggunakan gambar sidik jari palsu.


Optical Fingerprint Scanners (androidauthority.com)Optical Fingerprint Scanners (androidauthority.com)

2. Capacitive Fingerprint Scanners

Teknologi lanjutan adalah scanner kapasitif. Sensor kapasitif menggunakan susunan kapasitor kecil di sensornya untuk mengambil data sidik jari. Sensor ini bekerja berdasarkan perubahan muatan energi listrik yang dapat disimpan oleh sensor akibat perubahan jarak lempeng, perubhan luas penampang dan perubahan volume dielektrikum sensor kapasitif tersebut. Konsep kapasitor yang digunakan dalam sensor kapasitif adalah proses menyimpan dan melepas energi listrik dalam bentuk muatan-muatan listrik pada kapasitor yang dipengaruhi oleh luas permukaan, jarak dan bahan dielektrikum.

Setelah detil sidik jari disimpan, data digital dari sidik jari ini akan dianalisa untuk mencari pola yang unik yang akan disimpan dan akan di panggil kembali saat dibutuhkan. Sensor kapasitif ini tidak bisa ditipu dengan foto. Hanya saja, bila jari yang digunakan dalam keadaaan basah, sensor akan kesulitan mendeteksi arus yang dibutuhkan.

Capacitive Fingerprint Scanners (androidauthority.com)Capacitive Fingerprint Scanners (androidauthority.com)

3. 3D Ultrasonic Fingerprint Scanners

Teknologi terkini adalah 3D ultrasonik scanner. Disebut 3D karena pencitraan yang dihasilkan seperti halnya tampilan 3 dimensi. Bahkan ‘in-screen fingerprint reader’ yang digunakan ultrasonik scanner ini merupakan tren baru dalam desain ponsel karena tidak mengambil ruang di bodi dan sesuai konsep layar dan bezel yang minim.

Teknologi sensor sidik jari 3D yang dikembangkan oleh Qualcomm ini menggunakan gelombang suara untuk membaca sidik jari. Dengan sensor yang dibenamkan ke dalam (salah satu dari beberapa lapisan) layar ponsel, jari Anda tetap menyentuh permukaan layar (bukan sensor), namun kulit mengirim sinyal listrik yang lantas mengaktifkan sensor. Kemudian sensor mengirim gelombang suara ke kulit, membaca dengan detil permukaan kulit (termasuk lekukan dan belokan sidik jari) dan menyimpan informasi tersebut ke prosesor. Tidak hanya itu, gelombang suara (sound waves) yang dikirimkan tersebut juga mampu mendeteksi aliran darah. Sehingga akan menolak memindai jari yang terluka atau jari yang tidak memiliki aliran darah. Qualcomm bahkan mengklaim ultrasonic fingerprint sensor bisa membaca permukaan jari hingga kedalaman 4mm.

3D Ultrasonic Fingerprint Scanners (Qualcomm Snapdragon)3D Ultrasonic Fingerprint Scanners (Qualcomm Snapdragon)

Dikutip dari berbagai sumber