pulsa-logo

Apa Itu Samsung DeX


Aldrin Symu

Rabu, 06 November 2019 • 17:58

samsung, samsung dex, desktop experience, galaxy note 10+


Smartphone kini sudah menjadi andalan utama untuk segala aktivitas. Meski demikian, ternyata kebutuhan akan layar yang lebar dan segala kenyamanan pada perangkat komputer atau laptop, terkadang menjadi kebutuhan yang krusial pada aktivitas tertentu. Minimal "ngangenin". Untuk memenuhi hasrat tersebut, para pengembang menyiapkan beberapa cara agar smartphone dapat terhubung langsung ke monitor ataupun perangkat komputer. Salah satu cara lama yang biasa dilakukan adalah dengan ‘mirroring’. 

Mirroring dapat diterjemahkan dengan proses menghubungkan 2 (dua) perangkat. Perangkat pertama (smartphone) sebagai input dan perangkat kedua (monitor atau laptop) sebagai output. Sesuai namanya, mirroring adalah memproyeksikan apa yang terdapat pada smartphone. Proses menghubungkan ini dapat dilakukan dengan menggunakan kabel ataupun tanpa kabel. 

Namun seiring perkembangan, proses mirroring tersebut menjadi lebih luas dan memudahkan. Seperti yang dikembangkan oleh Samsung yang diberi nama “Samsung DeX”. Apa itu Samsung DeX? Tulisan ini akan menjadi awal dari beberapa tulisan yang akan menjelaskan fitur ini secara gamblang, seperti yang sudah kami janjikan pada review Samsung Galaxy Note10+ pada waktu lalu.

Fitur Samsung DeX

Samsung DeX adalah fitur yang pertama kali disertakan pada smartphone Samsung Galaxy S8 dan S8+ yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan keyboard, mouse, dan monitor layaknya sebuah desktop. Dengan kata lain, ponsel dijadikan layaknya sebuah CPU.

Dikutip dari situs resminya (developer.samsung.com), nama "DeX" merupakan singkatan dari "Desktop eXperience". Samsung terus mengembangkan fitur ini agar dapat digunakan pada banyak perangkat terbarunya seperti Galaxy S9, S10, Note8, Note9 dan Note10 di seluruh Android Pie . Ini juga telah diperkenalkan pada beberapa tablet kelas atas, termasuk Galaxy Tab S4 dan Tab S6.

Awal Mula 


Pada awalnya DeX mengharuskan penggunaan sebuah aksesoris docking yang disebut Stasiun DeX yang dilengkapi port USB-C, ethernet, output HDMI 2.0 dan dua port USB 2.0. Dengan peluncuran Note9 pada bulan Agustus 2018, Samsung memperkenalkan adaptor DeX HDMI, kabel dan adaptor multiport, yang menghilangkan kebutuhan untuk aksesori docking sebelumnya.

Hingga pada perkembangan terakhir, yakni di Samsung Galaxy Note10, kita hanya membutuhkan kabel USB Type C bawaan, untuk menghubungkan perangkat ini ke display atau perangkat lain yang kompatibel. Jadi lebih simpel.

source: Samsungsource: Samsung

Ketika terhubung ke layar, perangkat itu sendiri dapat berfungsi sebagai touchpad atau terus digunakan dengan cara yang biasa saat DeX beroperasi. Oh iya, Samsung DeX ini juga telah digunakan dalam pengaturan keamanan publik untuk mengganti laptop di dalam kendaraan loh. Tercatat Departemen Kepolisian Chicago telah mengumumkan pada bulan September 2019 bahwa mereka melengkapi beberapa kendaraan dengan Samsung DeX di dalam kendaraan patroli mereka.

Tidak lama berselang, Samsung mengumumkan "Linux on Galaxy"  yang memungkinkan penggunaan distribusi Linux yang kompatibel. Namun pada Oktober 2019 Samsung mengumumkan bahwa Linux pada DeX tidak akan tersedia untuk Android 10 dan memperingatkan pengguna bahwa setelah upgrade ke Android 10 mereka tidak akan dapat menurunkan versi kembali dan secara permanen kehilangan kemampuan untuk menggunakan aplikasi Linux penuh.

Cara Kerja Samsung DeX

Samsung DeX merupakan pengembangan dari mode Multi-Window Android N. Samsung melakukan pengembangan kode tambahan, penambahan fitur ekstra dan mengintegrasikannya dengan perangkat keras aksesoris seperti pemindai Iris. Tidak diperlukan Samsung API eksklusif untuk meluncurkan aplikasi di Samsung DeX, karena diaktifkan secara default. Aplikasi biasanya berjalan normal selama mematuhi praktek pengkodean Android.

Mode Samsung DeX memungkinkan perangkat Anda untuk mendapatkan pengalaman layaknya PC ke layar lebar dengan aplikasi yang sama yang Anda gunakan di ponsel Anda setiap hari. Dengan kata lain, Anda bisa mengakses game, instagram dan fitur editing ponsel dengan akses mirip desktop. Lengkap dengan kontrolnya. Dan ketika tersambung dengan monitor, Anda bisa menggunakan monitor tersebut secara bersamaan dengan aplikasi lain yang mungkin terinstal pada perangkat Anda (monitor atau laptop).

Setelah memenuhi berbagai persyaratan perangkat keras, periperal dan perangkat lunak, barulah Anda dapat menyiapkan Samsung DeX. Samsung DeX memperkenalkan sejumlah fitur baru ke pengalaman Android. Ketika sebuah aplikasi diluncurkan di Samsung DeX, ia akan mengadopsi 1 dari 3 jenis windows yang berbeda yaitu:

1. Jendela Resizable: Aplikasi yang memenuhi standar Android N Multi-Window.    

2. Jendela ukuran tetap: Aplikasi yang tidak memenuhi standar Android N Multi-Jendela. 

3. Tidak didukung: Aplikasi yang hanya berbasis widget, atau tidak praktis untuk digunakan di Samsung DeX. (aldrin/sanusi)

Bersambung... (eksperimen bermain game di Galaxy Note10+ dalam mode DeX)