pulsa-logo

Konektivitas Wireless di Smartphone


Aldrin Symu

Kamis, 07 November 2019 • 10:57

wireless connectivity, koneksi smartphone, nfc, wifi, bluetooth, infrared, infamerah, smartphone


Smartphone merupakan perangkat yang dilengkapi dengan beragam konektifitas. Selain konektifitas menggunakan kabel (port USB dan lainnya), ada juga yang namanya konektifitas tanpa kabel (nirkabel/wireless). Bahkan konektifitas wireless inilah yang menjadikan smartphone terlihat lebih canggih dibandingkan dengan perangkat lainnya.

Konektifitas wireless pada smartphone terbilang lengkap. Namun masih banyak pengguna smartphone yang tidak memahami konektifitas apa saja yang ada pada perangkat pintar tersebut. Apa perbedaan antara konektifitas satu dan lainnya juga kurang dipahami. Untuk itu, pada edisi ini akan dibahas, apa saja konektifitas wireless yang umumnya ada pada smartphone terkini.

Infrared (inframerah)

Konektifitas infrared ini yang pertama muncul di ponsel sebelum adanya bluetooth. Hanya saja, infrared pada jamannya ponsel Symbian atau ponsel Java memiliki keterbatasan kemampuan dibanding infrared pada smartphone saat ini.

Inframerah merupakan radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang yang lebih panjang dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Berasal dari bahasa latin yang berarti ‘bawah merah’, radiasi inframerah awalnya memiliki panjang gelombang antara 700nm hingga 1mm. Pada smartphone terkini, infrared merupakan remote multi perangkat layaknya remote TV atau perangkat sejenis.

Inframerah ditemukan secara tidak sengaja oleh Sir William Herschell, astronom kerajaan Inggris ketika ia sedang mengadakan penelitian mencari bahan penyaring optik yang akan digunakan untuk mengurangi kecerahan gambar matahari pada teleskop tata surya.

Gelombang infrared mudah untuk dibuat, harganya relatif murah, tidak dapat menembus tembok atau benda gelap, serta memiliki fluktuasi daya tinggi dan dapat diintervensi oleh cahaya matahari. Sebagai alat komunikasi pengontrol jarak jauh. Inframerah dapat bekerja dengan jarak yang tidak terlalu jauh (kurang lebih 10 meter bila tanpa penghalang).

Pada pengiriman data dengan infrared, kedua lubang infrared harus berhadapan satu sama lain. Hal ini agak menyulitkan kita dalam mentransfer data karena caranya yang merepotkan. Selain itu infrared berbahaya bagi mata dan lebih lambat dibandingkan dengan Bluetooth.


Bluetooth

Bluetooth beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz dengan menggunakan sebuah frequency hopping traceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real time antar host bluetooth dengan jarak terbatas. Meskipun lebih baik dibanding infrared, jangkauan bluetooth juga pendek (sekitar 10 meter) dengan kemampuan transfer data yang rendah.

image: wikipedia.orgimage: wikipedia.org

Bluetooth dirancang untuk memiliki fitur-fitur keamanan sehingga dapat digunakan secara aman, baik dalam lingkungan bisnis maupun rumah tangga. Fitur-fitur yang disediakan bluetooth antara lain enkripsi data, autentikasi pengguna, lompatan frekuensi cepat (1600 hops/sec) dan kontrol pengeluaran daya. Fitur-fitur tersebut menyediakan fungsi keamanan dari penyadapan sampai dengan tingkat keamanan layer yang lebih tinggi seperti password dan PIN.

image: wikipedia.orgimage: wikipedia.org

Protokol bluetooth menggunakan sebuah kombinasi antara circuit switching dan packet switching. Bluetooth dapat mendukung sebuah kanal data asinkron, tiga kanal suara sinkron simultan atau sebuah kanal di mana secara bersamaan mendukung layanan data asinkron dan suara sinkron. Setiap kanal suara mendukung sebuah kanal suara sinkron 64 kb/s. Kanal asinkron dapat mendukung kecepatan maksimal 723,2 kb/s asimetris, di mana untuk arah sebaliknya dapat mendukung sampai dengan kecepatan 57,6 kb/s. Sedangkan untuk mode simetris dapat mendukung sampai dengan kecepatan 433,9 kb/s.

WiFi

Menurut WiFi Alliance, WiFi merupakan produk jaringan nirkabel lokal (WLAN) dengan standar Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11. Sehingga WiFi disinonimkan dengan WLAN. WiFi mempunyai sejarah keamanan yang berubah-ubah. Sistem enkripsi pertamanya, WEP, terbukti mudah ditembus. Protokol berkualitas lebih tinggi lagi, WPA dan WPA2, kemudian ditambahkan hingga WPS.

Istilah WiFi pertama dipakai secara komersial pada bulan Agustus 1999, dicetuskan oleh sebuah firma konsultasi merek bernama Interbrand Corporation. WiFi Alliance mempekerjakan Interbrand untuk menentukan nama yang lebih mudah diucapkan ketimbang IEEE 802.11.

image: wikipedia.orgimage: wikipedia.org

Agar terhubung dengan WLAN (WiFi LAN), sebuah perangkat harus dilengkapi dengan pengontrol antarmuka jaringan nirkabel. Gabungan perangkat dan pengontrol antarmuka disebut stasiun. Semua stasiun berbagi satu saluran komunikasi frekuensi radio. Transmisi di saluran ini diterima oleh semua stasiun yang berada dalam jangkauan. Versi WiFi yang paling luas dalam pasaran AS (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 GHz sampai 2.483,50 GHz. Pada smartphone, WiFi ini menjadi konektifitas yang wajib ada sebagai alternatif konektifitas internet (selain kartu SIM).

Near field communication (NFC)

Komunikasi jarak-dekat (NFC) merupakan bentuk komunikasi nirkabel jarak pendek di mana antena yang digunakan lebih pendek dari gelombang sinyal operator (yang mencegah interferensi gelombang dari antena yang sama).

Pada jarak dekat antena dapat menghasilkan medan elektrik atau medan magnetik tetapi bukan medan elektromagnetik. Komunikasi NFC merupakan medan eletrik yang termodulasi atau medan magnetik termodulasi, tetapi tidak berasal dari gelombang elektromagnetik radio. NFC magnetis memiliki sifat yang dapat menembus konduktor yang dapat membalikkan gelombang radio.

image: wikipedia.orgimage: wikipedia.org

Keunggulan dari NFC terletak pada perannya sebagai teknologi yang dapat membuka berbagai bentuk komunikasi dan transaksi dengan cara yang sangat nyaman ketika digunakan oleh pengguna. NFC memungkinkan orang untuk melakukan hal yang mereka inginkan dengan menyentuh atau menempatkan perangkat mereka dekat dengan layanan yang dikehendaki. Hal ini membuat bentuk layanan elektronik dan interaksi lainnya lebih mudah diakses oleh banyak orang.

NFC bekerja diantara dua perangkat yang berdekatan (biasanya dengan jarak beberapa sentimeter). Setelah sambungan dibuat dalam hitungan detik, informasi dapat dipertukarkan antara kedua perangkat, baik menggunakan NFC secara langsung atau melalui teknologi nirkabel lain. Peralatan NFC dapat digunakan pada sistem pembayaran tak bersentuhan, sama seperti yang digunakan pada kartu kredit dan tiket elektronik serta menyediakan pembayaran mobile untuk menggantikan atau melengkapi sistem ini.

Disadur dari berbagai sumber