pulsa-logo

Raport Q3 Raksasa Smartphone Dunia


dian iskandar

Jum'at, 08 November 2019 • 17:49

realme, oppo, apple, iphone, samsung, xiaomi,


Periode triwulan ketiga 2019 telah berakhir pada akhir September lalu. Meski demikian, belum banyak perusahaan analis pasar yang merilis hasil kinerja para pabrikan smartphone. Satu-satunya yang sudah merilis data pengiriman smartphone pada periode tersebut adalah Canalys.

Pengiriman smartphone Q3 2019 (Canalys)Pengiriman smartphone Q3 2019 (Canalys)

Menurut Canalys, data global pengiriman smartphone periode triwulan ketiga 2019 menunjukan hasil yang baik. Pada periode tersebut pengiriman smartphone tercatat tumbuh 1% dan ini adalah pertumbuhan yang pertama terjadi sejak dua tahun terakhir.

Angka-angka baru dari Canalys menunjukkan bahwa ada 352 juta smartphone terdistribusi pada kuartal ketiga, ada kenaikan sedikit dibandingkan dengan jumlah pengiriman 349 juta pada periode yang sama tahun lalu. Meskipun kenaikan ini terbilang sangat sedikit, setidaknya periode ini memberikan hasil positif sejak tahun 2017 dimana pengiriman smartphone terus turun.

Hingga periode ketiga tahun ini posisi pertama pemegang pangsa pasar berdasarkan distribusi masih dipedang oleh Samsung. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu berhasil meraih peningkatan pangsa pasar meski hanya 2 persen jika dibandingkan dengan Q3 2018.

Menurut Canalys, pertumbuhan Samsung dapat dikaitkan dengan sejumlah faktor, termasuk mengguyur model yang lebih banyak pada segmen kelas atas Galaxy Note10, ada dua model dengan dua ukuran layar yang berbeda untuk pertama kalinya, di samping versi 5G.

Selain itu, Samsung juga punya varian yang beragam untuk kelas menengah lewat Galaxy Seri - A yang juga membantu mendorong pertumbuhan. Mulai dari A10, A20 sampai A90 5G yang dirilis bulan lalu. Samsung dipercaya bakal mendorong 5G dan akan memainkan peran besar dalam penjualan ke depan.


Posisi kedua masih diduduki oleh Huawei. Meski tahun ini raksasa teknologi asal Cina itu sempat bersitegang dengan AS terkait sanksi dagang, nyatanya berhasil meraih pertumbuhan paling besar dari 14,9% pangsa pasar menjadi 19% dan hanya selisih 3,4% di belakang Samsung.

Pada acara peluncuran Huawei Mate X, Huawei mengumumkan bahwa mereka telah mencapai angka penjualan 200 juta unit merek ponsel pintar di seluruh dunia. Selain itu, Huawei juga menargetkan untuk menjual lebih dari 10 juta unit Huawei Mate 30 yang baru mereka luncurkan. Juga, memperkirakan bahwa total pengiriman akan mencapai 250 juta hingga akhir tahun 2019.

Tahun lalu, Huawei menjual 206 juta unit smartphone. Dan meskipun nilai 250 juta adalah target penjualan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan data tahun sebelumnya, namun Huawei optimis bahwa mereka telah merencanakan berbagai strategi untuk mencapai penjualan smartphone dengan target yang tinggi, bahkan hingga 300 juta unit.

Seperti diungkap Gizchina, CEO Bisnis Konsumen Huawei Yu Chengdong mengatakan bahwa meskipun berada di bawah sanksi pelarangan perdagangan AS, pengiriman smartphone Huawei masih mempertahankan tingkat kenaikan 26%. Jika tidak ada sanksi dari AS tersebut, Huawei memperkirakan bahwa pengiriman smartphone Huawei akan menjadi yang pertama di dunia tahun ini. Itu berarti bisa mengalahkan Samsung yang menjadi raja smartphone yang sementara ini belum terkalahkan.

Apple Sedikit Tergelincir

Posisi ketiga masih kepunyaan Apple, namun pada periode triwulan perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs ini sedikit mengalami penurunan dari 13,4% menjadi 12,3%. Angka penurunan tersebut berarti Apple mengalami penurunan 7% dari total pengiriman smartphone global.

Menurut Canalys, ini sebagian besar disebabkan oleh penjualan iPhone XR, XS, dan XS Max yang melemah, yang diluncurkan September lalu. Canalys juga mencatat bahwa Apple bisa mengalami pertumbuhan lebih rendah jika hanya meluncurkan dua model iPhone. Bukan rahasia lagi bahwa penjualan iPhone Apple telah menurun dalam beberapa triwulan terakhir, itulah sebabnya perusahaan asal Cupertino AS itu telah menggandakan pendapatan dari layanannya.

Laporan resmi Apple seperti dikutip PULSA dari Phonearena pendapatan kuartal keempat fiskal pendapatan dari layanan, sebesar 12,512 miliar dolar AS, melampaui perkiraan Wall Street sebesar 12,15 miliar dolar AS.

Divisi ini adalah unit bisnis Apple terbesar kedua dan paling menguntungkan. Dengan pendapatan Layanan tumbuh 18% setiap tahun dari 10,60 miliar dolar AS tahun sebelumnya, Apple dapat mencapai target yang ditetapkannya untuk mencapai 50 miliar dolar AS pendapatan kotor pada tahun 2020.

Divisi ini menjadi semakin penting bagi Apple karena menjadi andalan baru ketimbang penjualan unit iPhone aktif. Ini termasuk bisnis yang bergantung pada pendapatan berlangganan berulang seperti Apple Music, Apple Arcade, Apple TV + dan Apple News +. Ini juga termasuk Apple Pay, App Store, iCloud dan Apple Care.

Posisi keempat, ada Xiaomi yang berhasil melampaui Oppo. Kinerja bagus Xiaomi di triwulan ketiga ini salah-satunya ditopang oleh penjualan yang baik di India. Data dari Counterpoint Research Xiaomi diklaim menjadi pabrikan smarthone dengan penjualan tertinggi pada kuartal ketiga 2019. Di India, Xiaomi menyumbang 26 persen dari keseluruhan penjualan smartphone. Meskipun mereka mengalami sedikit penurunan dari Q3 2018 yang mencapai angka 27 persen. Seri Redmi 7A, Redmi Note 7s, dan Redmi Note 7 Pro diklaim menjadi perangkat paling laris dari Xiaomi.

Posisi paling buncit dari lima besar menurut catatan Canalys ditemati oleh Oppo. Tahun ini Oppo tampaknya lebih fokus pada smartphone dengan value yang lebih tinggi. Seri Reno menjadi andalan dengan target pasar yang mengedepankan kualitas kamera, desain dan performa tinggi.

Meski begitu, anak perusahaan Oppo yakni Realme sudah berhasil menjadi merek smartphone yang kian populer. Hanya dalam waktu satu tahun beroperasi, realme telah mencatat beragam pencapaian yang membanggakan. Di Indonesia, realme telah merangsek masuk ke posisi 5 besar pemain ponsel pintar. Tidak hanya dari Counterpoint, tapi hasil laporan lembaga survey lain seperti Canalys dan IDC turut menyuarakan hal yang sama. Menjadi salah satu dari banyak lagi bukti bahwa realme memang benar berhasil menarik perhatian pasar Indonesia hanya dalam waktu kurang dari satu tahun. (*)Isk/berbagai sumber