pulsa-logo

Kelebihan Layar Dynamic AMOLED, Layar yang Dipakai Samsung Galaxy Note10+ | TEKNO


Aldrin Symu

Selasa, 19 November 2019 • 17:17

apa itu layar dynamic AMOLED?, Layar, AMOLED,


Ponsel terbaik versi PULSA Editors’ Choice tahun ini, yakni Samsung Galaxy Note10+ diketahui membawa jenis layar yang relatif baru. Meskipun tidak bisa dibilang benar-benar baru. Merupakan pengembangan dari layar Super AMOLED yang menjadi kekuatan besar di kubu Samsung.

Teknologi layar pada smartphone terus berkembang, sejalan dengan arti penting layar itu sendiri sebagai jendela pertama dan utama perangkat tersebut. Dan jika berbicara tentang layar OLED atau AMOLED, maka Samsung lah yang akan terlintas di benak kita semua.

Panel layar Super AMOLED besutan Samsung masih mendominasi pasar, terutama untuk digunakan di beberapa ponsel flagship baik dari kubu Samsung maupun vendor lain di dunia. Meskipun demikian, Samsung tidak berhenti mengembangkan teknologi pada layar tersebut, dan lagi-lagi mampu menghadirkan inovasi terkini, salah satunya adalah layar ‘Dynamic AMOLED’. Apa kelebihan dari layar jenis ini?

AMOLED dan Super AMOLED

Bila kita berbicara layar ‘Dynamic AMOLED’, maka tentu saja kita akan membahas teknologi yang ada sebelumnya yaitu AMOLED. AMOLED merupakan singkatan dari Active Matrix Organic Emitting Diode. Yaitu sebuah jenis atau tipe layar yang sudah menggunakan teknologi OLED (Organic Light Emitting Diode), dimana keunggulan tipe layar ini terdapat pada ketajaman dan kecerahan layarnya yang sudah termasuk tinggi. Layar jenis ini dapat menghasilkan kualitas gambar yang sangat baik. Sudah memiliki fitur pengaturan warna RGB, mampu menghemat daya, serta masih akan tetap terlihat tajam sekalipun berada di bawah sinar matahari.

Setelah AMOLED muncul, Samsung menghadirkan teknologi layar Super AMOLED. Loh, apa bedanya Super AMOLED dengan AMOLED? Tidak seperti layar sentuh AMOLED biasa, layar Super AMOLED tidak memerlukan lapisan layar sentuh yang terpisah, karena layar sentuhnya sudah terintegrasi dan menyatu di dalamnya (built-in). Dengan kelebihan seperti itu, layar Super AMOLED memungkinkan respon yang lebih cepat ketika pengguna mengoperasikan perangkat melalui layar sentuhnya. Disamping itu, layar Super AMOLED juga dapat mengurangi refleksi cahaya, dan warna-warna yang ditampilkan jauh meningkat. Disamping respon yang lebih cepat dengan lapisan layar yang telah ditiadakan itu, juga memungkinan tampilan lebih jernih dan tajam.

Seperti teknologi pendahulunya AMOLED, Super AMOLED juga lebih mampu menghasilkan visualisasi gambar yang lebih jernih dan tajam di bawah teriknya sinar matahari langsung. Disamping itu dimensi perangkat elektronik dapat dirancang lebih tipis dan fleksibel.


Tingkat kontras yang tinggi merupakan salah satu faktor kunci mengapa jenis layar seperti ini mampu memperlihatkan warna yang mencolok. Layar jenis ini dapat memunculkan warna hitam dengan maksimal, karena tiap titik warna merupakan hasil pemancaran satu dioda terpisah, dimana ketika menampilkan warna hitam, maka tidak ada dioda yang bekerja, alias tidak ada backlight. 

Lalu, jenis layar yang terasa sudah ‘mumpuni’ ini kembali ditingkatkan kemampuannya, melalui teknologi anyar yang disebut Dynamic AMOLED. Apakah itu?

Cara Kerja ‘Dynamic AMOLED’

Secara singkat, Dynamic AMOLED merupakan layar Super AMOLED dengan dukungan tambahan dari HDR10+. Loh, apa lagi itu HDR10+? HDR adalah singkatan dari “high dynamic range”. HDR10+ merupakan format HDR yang hanya dikembangkan oleh Samsung. 

Seperti yang telah kita ketahui, di luar sana ada beberapa teknologi format HDR yang biasa digunakan. Utamanya pada layar-layar TV UltraHD dan konten-konten standar yang didistribusikan melalui beragam format, baik itu UltraHD Bluray, maupun konten streaming online. Yakni Dolby Vision milik Dolby, HDR10+ milik Samsung dan yang terkahir adalah HLG (Hybrid Log Gamma- open source).

Source: Samsung.comSource: Samsung.com

Secara singkat, HDR ini boleh disebut sebagai kemampuan untuk menampilkan warna dalam range yang lebih lebar dan lebih kaya warna, menjadi lebih jelas putihnya, lebih dalam dan lebih gelap hitamnya. Ini membuat gambar pada layar lebih terlihat dinamis. Konten HDR membuat detil area gambar gelap dan putih menjadi lebih baik hingga melebihi ukuran yang ada sekarang. HDR juga membuat gambar menjadi lebih natural (alami), warna yang mendekati warna asli sebagaimana yang kita lihat dalam kehidupan nyata. 

Nah, sebagai salah satu pemilik format HDR viewing seperti ini, maka Samsung mencoba menerapkan teknologi tersebut ke dalam perangkat ponselnya, yakni mulai dari Galaxy S10 di tahun ini. Tahun yang sama dengan peluncuran Galaxy Note10+. Samsung mencoba menerapkan layar dengan sertifikasi HDR10+ yang kemudian diberi nama Dynamic AMOLED.

Serifikasi ini berjalan untuk menonton konten-konten yang telah disupport, yakni video dengan format HDR, baik dari Youtube, maupun sumber lain semisal Netflix, yang kini telah mendukung dua format HDR (Dolby Vision dan HDR10+). Jangan heran ketika video yang ditaangkan membawa format HDR, maka tampilan video akan terlihat lebih dramatis, cenderung lebih gelap dan ketika menampilkan cahaya, terasa seperti memandang sebuah pemandangan dengan mata kepala sendiri.

Seperti halnya pada Samsung Galaxy S10, layar Dynamic AMOLED milik Galaxy Note10+ ini memiliki kecerahan hingga 1200 nits, artinya enak banget ketika digunakan di bawah terik matahari. Selain itu, dengan nilai kontras 2 juta berbanding satu, ok kami ulangi dengan menulis angka, 2.000.000 : 1, maka warna-warna yang ada pada layar akan tertampil mencolok, dengan nilai hitam yang tinggi. (Aldrin/USI/Berbagai sumber)