pulsa-logo

Mengintip Teknologi di Balik Samsung S-Pen


Aldrin Symu

Sabtu, 23 November 2019 • 23:10

smart pen, s pen , pen pineapple, apple pen, samsung pen, galaxy note10+


Satu hal yang membedakan seri Note dengan lini lain di Samsung Galaxy adalah kehadiran sebuah stylus pintar yang disebut dengan nama S-Pen. Dengannya Anda bisa melakukan tugas-tugas kantor lebih mudah, semisal membubuhkan tanda tangan, mengedit file dokumen kerjaan karyawan, atau bahkan bekreasi menumpahkan ide dalam bentuk coret-coretan sederhana.

Tapi, tahukah Anda teknologi di balik perangkat s-pen ini?

Sejarah Awal

S Pen diperkenalkan sejak awal kehadiran Samsung Galaxy Note pertama di tahun 2011. Saat itu dikembangkan bersama dengan Wacom sebagai alat input tulisan tangan dan memiliki fitur pintar (smart). Tidak hanya itu, fungsi gesture juga sudah dibenamkan meskipun belum terlihat menarik. 

Sekedar kilas balik, sebelum digunakan oleh Samsung, pena elektrik buat smartphone dibuat oleh Wacom dan pertama kali diperkenalkan pada Januari 1984 dengan nama ‘WT-460M’. Lalu, produk lanjutannya Wacom Bamboo, adalah tablet grafis semacam layar sentuh yang sensitif terhadap berbagai jenis gerakan dan sentuhan. 

Setelah digunakan oleh Samsung, saat peluncuran Samsung Galaxy Note7, S Pen mendapat perhatian lebih. Sebab kemampuan S Pen ini memiliki beberapa keunggulan dibanding pendahulunya. S Pen ini memiliki kemampuan ‘air command’ yang lebih ditingkatkan, ‘magnify’ untuk fungsi kaca pembesar dan ‘translate’ (penerjemah) yang dapat mengenali 38 bahasa dan menerjemahkan nya menjadi 71 bahasa dunia.

Tidak hanya itu, S Pen juga memiliki kemampuan ‘smart select’ yang mampu membuat GIF animation dari tampilan video serta ‘screen off memo’ yang dapat mencatat dan menggambar. Dengan penggunaan teknologi EMR (electromagnetic resonance), ujung pena S Pen makin tipis (0.7mm) dan 4096 titik tekanan menghasilkan pola tulisan yang dapat diatur tebal tipisnya. 


Pada Samsung Galaxy Note 8, peningkatan S Pen terdapat pada software yang ditingkatkan. Sedangkan pada Samsung Galaxy Note 9, dikenalkanlah tambahan kemampuan Bluetooth LE (low energy) demi kemudahan fungsi remote control seperti yang biasa terdapat pada smartphone.

source: samsungsource: samsung

Cara Kerja EMR

Kembali lagi ke teknologi EMR yang digunakan. Bagaimana cara kerja teknologi EMR itu hingga bisa terlihat demikian canggih? 

(gambar)

Teknologi resonansi elektromagnetik bekerja dengan 2 bagian yaitu bagian pada tablet dan pada pena. Tablet menyediakan tenaga pada pena, sehingga pena tidak lagi memerlukan baterai. Pada bagian bawah permukaan tablet diletakkan sebuah papan sirkuit cetak yang dilengkapi dengan sebuah rangkaian yang terdiri dari gulungan pengirim/penerima dan sebuah reflektor magnet.

Induksi elektromagnetik ini akan mengenali perintah dari S Pen yang tidak hanya untuk menulis atau menggambar tetapi juga hover, dimana S Pen tidak harus menyentuh layar untuk berinteraksi, tetapi cukup berada di atasnya beberapa milimeter. Hover ini berguna untuk menampilkan isi SMS, foto pada sebuah folder, air gesture, menu dan lainnya. Cukup dengan mendekatkan pen pada lokasi yang sudah ditentukan tanpa harus menyentuh layar. 

Ada tiga bagian utama pada S Pen, bagian depan ujung pena (tip), gulungan koil yang menangkap aliran listrik dari induksi elektromagnetik digitizer dan papan sirkuit dimana listrik disimpan pada kapasitor. Papan sirkuit ini memiliki potensiometer untuk mengatur tingkat sensitifitas pen dan sebuah tombol klik untuk mengaktifkan menu.

Ketika tip dari S Pen menyentuh layar, maka akan mendorong gulungan koil bergerak naik dan pena dianggap aktif. Tekanan pena pada layar, yang mendorong koil naik turun memberikan instruksi sensitifitas pada aplikasi, apakah pena sedang menulis dengan tekanan halus atau lebih dalam. 

Dengan induksi elektromagnetik, jika Anda dekatkan ujung jari dan tekan tip S Pen, maka S Pen dianggap aktif meskipun tidak menyentuh layar dan mengambang beberapa milimeter di atasnya. 

Dengan kemampuan induksi elektromagnetik ini jika kita memasang pelindung layar seperti atau tempered glass di atas perangkat, maka tidak terasa ada perubahan sensitifitas yang berkurang. 

S-Pen pada Galaxy Note10+

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, S-Pen pada Samsung Galaxy Note10+ merupakan pengembangan teranyar yang membawa semua kebaikan S-Pen terdahulu. Dengan Low Energy Bluetooth dan semua fitur yang dibawa, kita bisa melakukan banyak hal di luar menulis dan tanda tangan. Hal-hal menarik yang bisa kita lakukan dengan S-Pen Samsung Galaxy Note10+ ini akan dibahas lebih lanjut pada tulisan mendatang. Tetap semangat! (Aldrin/Usi dari berbagai sumber)

    2019-11-19 18:45:42


    PULSA EDITORS' CHOICE 2019