Atrk
ads skin gagal

Prediksi 2011: Era Smartphone, QWERTY dan Touchscreen Masih Tren

  • Friday, 31 December 2010 17:07
  • Published in News

 

Samsung Galaxy S Android Korean Launch 4

 Ilustrasi

Bicara mengenai pasar ponsel tanah air, tercatat memiliki beberapa keunikan tersendiri. Pasalnya, di Indonesia tak hanya dibanjiri ponsel gobal (branded), namun juga ponsel lokal asal Cina. Dan, jumlah ponsel lokal ini tak sedikit, dengan banderol yang jauh lebih murah. Alhasil peta kompetisi di pasar ponsel pun terlihat sengit, dan kompleks.

Berdasarkan hasil ‘ngobrol’ PULSAonline dengan beberapa penjaga konter/gerai ponsel di ITC Roxy Mas-Jakarta, terungkap beberapa fakta seputar penjualan ponsel. Memang sih, data-data yang diambil sebatas di ITC Roxy Mas, tapi setidaknya bisa menjadi barometer tren penjualan ponsel tanah air.

Berdasarkan data yang telah diolah, Nokia tercatat masih mendominasi pasar. Lebih-lebih untuk segmen ponsel Rp 1 juta-an, lewat produk Nokia C3, yang tercatat laris manis di pasaran. Data pasar ini sekaligus membuktikan klaim Nokia Indonesia, dimana beberapa waktu lalu melaporkan bahwa tipe Nokia C3 telah terjual hingga satu juta unit hanya dalam waktu 6 bulan saja.

Sementara, untuk kategori ponsel lokal Nexian tercatat sebagai vendor yang paling laku produk ponselnya. Maklum lah, vendor lokal satu ini memang kerap melepas ponsel dengan paket bundling menarik, semisal menggandeng artis kenamaan. Beberapa produknya seperti Nexian Rhoma, Nexian Slank, dan Nexian Nidji. Bahkan, menurut penuturan pedagang dan salah satu dealer Nexian, paket bundling dengan Slank membukukan penjualan paling baik.

Hingga akhir 2010 ini, angka penjualan secara keseluruhan dari ponsel lokal (Cina) terbilang stabil. Memang sih, dari data penjualannya memang tak sefantastis kala ponsel asal Cina ini pertama kali booming di Indonesia. Namun, setidaknya hingga kini ponsel lokal masih memiliki pelanggan/konsumen yang setia.

Hal ini terbilang wajar, mengingat mayoritas ponsel lokal menawarkan ponsel berfitur lengkap dengan banderol yang jauh lebih murah dibandingkan ponsel global. Bahkan, fitur-fitur unik seperti TV analog tercatat menjadi fasilitas ‘jagoan’ yang mampu mengalahkan dominasi ponsel global. Apalagi ponsel dengan fitur TV belakangan ini hanya dilego di bawah Rp 500 ribu-an.

Seiring dengan persaingan vendor lokal dan global tersebut, pasar ponsel kedepannya di tahun 2011 tampaknya akan berkiblat di model ponsel pintar (smartphone), dengan dukungan sistem operasi. Seperti kita tahu, OS Android berhasil melaju dengan pesat, dengan dukungan dari bermacam vendor di dunia. Hanya saja, untuk pasar Indonesia tampaknya disain keypad QWERTY dan layar sentuh masih akan berkibar menjadi tren.

Rate this item
(0 votes)
  • Last modified on Wednesday, 20 November 2013 18:26
  • font size