pulsa-logo

Diakuisisi Microsoft, Bos Nokia Kecipratan Rp 250 Miliar!


Nariswari

Minggu, 22 September 2013 • 20:02

Smartphone, Internet, Google Search Engine, Yahoo Search Engine, Akuisisi Nokia oleh Microsoft, microsoft windows


Akuisisi Microsoft terhadap bisnis ponsel Nokia rupanya memberi berkah untuk CEO Nokia, Stephen Elop. Betapa tidak, ia akan menerima pembayaran sebesar US$ 25,4 juta atau lebih dari Rp 250 miliar sebagai bonus atas kepemimpinannya di Nokia.Berdasarkan kesepakatan itu, Elop akan menerima 18 bulan gaji dan uang dari insentif dan skema pembagian saham.

Elop pindah dari Microsoft untuk mengoperasikan Nokia pada September 2010 dan akan kembali ke ‘mantan majikannya’ yaitu Microsoft, ketika kontraknya di Nokia selesai. Microsoft akan mendanai 70% pembayaran bonus Elop, yang telah memicu kemarahan pemerintah Finlandia. Menteri perekonomian Finlandia, Jan Vapaavuori mengatakan, insenfif buat Elop itu tidak masuk akal dan merasa sulit untuk memahami manfaat dari bonus yang sangat besar tersebut.

Awal bulan ini Microsoft menyetujui kesepakatan untuk membeli bisnis ponsel Nokia senilai US$ 7,2 miliar.

Pembelian direncanakan akan selesai pada awal 2014, ketika sekitar 32.000 karyawan Nokia akan dialihkan ke Microsoft. Pemegang saham Nokia akan memberikan suara pada kesepakatan pada tanggal 19 November mendatang. Dalam informasi yang diberikan kepada pemegang saham menjelang pertemuan itu, Nokia akan menjelaskan secara rinci kompensasi Elop.

Ketika kesepakatan dengan Microsoft ditandatangani pada 3 September lalu, Elop setuju untuk mundur sebagai CEO Nokia dan mengambil pekerjaan baru di Microsoft ketika kontraknya selesai. Karena perubahan itu, Nokia mengatakan bahwa ia berhak menerima 18 bulan gajinya di perusahaan itu, seperti yang digambarkan Nokia sebagai "Insentif tunai manajemen jangka pendek” yang bernilai US$ 5,7 juta. Elop juga berhak atas piden saham senilai US$19,7 juta. Elop memang terbilang CEO jempolan. Ketika menjadi nakhoda Nokia pada September 2010, ia menjadi orang pertama yang bukan berasal dari Finlandia, negara asal Nokia.

Pada Februari 2011, ia mengirim memo peringatan kepada staf untuk menggambarkan Nokia sebagai perusahaan yang berdiri pada "burning platform" karena dikelilingi oleh para kompetitor inovatif yang mengambil pangsa pasar Nokia. Elop memutuskan bahwa perusahaan harus meninggalkan operasional perangkat lunak untuk smartphone produksinya.

Sebagai gantinya, Nokia harus menggunakan teknologi Microsoft, dengan meluncurkan seri Lumia di September 2012.Tapi tragisnya, ponsel itu gagal merebut pasar Apple dan Android. (Nariswari)