pulsa-logo

Waduh, Iran Blokir WeChat!


Nariswari

Senin, 30 Desember 2013 • 15:49


Pemerintah Iran mulai memblokir layanan mobile instant messaging besutan China, yakni WeChat secara resmi pada 20 Desember 2013. Seorang ahli telekomunikasi Iran memperkirakan bahwa sekitar setengah dari 500 situs paling populer di dunia telah disensor oleh Teheran. Tidak terkecuali WeChat.

Dilansir dari wantchinatimes, sebuah blog internasional Global Voices melaporkan bahwa warga Iran belum dapat mengakses WeChat sejak Committee for Determining Criminal Web Content (Komite Negara untuk Menentukan Pidana Konten Web di Iran) memutuskan untuk memblokir platform media sosial tersebut.

Komite yang beranggotakan 13 hakim agung tersebut didirikan pada tahun 2009. Komite ini diketuai oleh Jaksa Agung Iran, Gholam Hossein Mohseni Ejei. Enam dari anggotanya adalah anggota kabinet Presiden Iran, Hassan Rouhani. Presiden dan jajaran menteri Iran sering menggunakan platform media sosial untuk berkomunikasi, yang memungkinkan mereka untuk terkoneksi satu sama lain. Meski demikian, warga Iran tidak diperbolehkan untuk menggunakan platform ini.

Iran sejak lama memiliki sistem sensor internet yang memonitor dan blog situs asing , terutama berita, konten pornografi dan situs media sosial atau chatting. Pemerintah Iran telah memblokir lebih dari 500 situs paling populer di internet. Menurut Alex Halderman (asisten profesor ilmu komputer di University of Michigan), Iran bahkan dengan tegas memblokir  Facebook dan Twitter terlebih dahulu.

WeChat memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif di Cina dan sekitar 270 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Tidak jelas berapa banyak pengguna aktif yang berdomisili di Iran sebelum diblokir. (Nariswari)