Atrk
ads skin gagal

Pria ini Dipenjara Karena Kebanyakan SMS dan Telpon

Kebanyakan SMS Dan Telpon Bisa Dipenjara Images Stories Imagesseptember2014 Thumb Other400 0

Seorang pria berkewarganegaraan Perancis kabarnya sekarang mendekam di balik jeruji besi setelah dituntut secara hukum oleh mantan pacarnya karena perbuatan yang sangat mengganggu melalui panggilan ponsel dan SMS.

Tidak tanggung-tanggung, mantan pacarnya mengatakan bahwa si pria menelepon dan meng-SMS dirinya sampai 21807 kali dalam sehari!

Dilansir dari huffingtonpost, Menurut Agence France-Presse, pria 33 tahun yang belum dipublikasikan namanya tersebut diganjar dengan hukuman penjara 10 bulan (enam bulan di antaranya ditangguhkan) dan denda sebesar USD$ 1.300. Pihak kepolisian mengatakan bahwa mereka mendapat laporan dari seorang wanita yang mengeluhakn bahwa dirinya merasa "diteror" dengan SMS dan panggilan ponsel tiap hari, selama periode perpisahan mereka pada tahun 2011. Si wanita awalnya mencoba menahan diri dan bersabar, bahkan mencoba berbagai cara untuk menghindari panggilan dari si pria. Mulai dari Silence Mode, hingga ganti kartu SIM. Entah bagaimana caranya, si prisa tetap akhirnya mengetahui nomor kontaknya, dan kembali menghujaninya dengan SMS dan panggilan ponsel.

Pria yang kemudian diciduk oleh polisi itu mengatakan bahwa ia telah berusaha untuk menghubungi mantan pacarnya karena ia hanya ingin memberitahunya bahwa dirinya sudah mendapat pekerjaan. "Saya banyak hutang budi pada dia. Dia telah berbagi apartemen dengan saya. Pada saat itu, logika saya adalah mengumpulkan kembali uang untuk membalas budi baiknya... atau setidaknya mengucapkan terima kasih padanya. Dan saya tidak akan menghentikan panggilan sebelum dia mendengar ucapan tulus saya." katanya kepada pengadilan di Lyon- Perancis, Kamis (4/9).

Beda dengan versi mantannya, si pria mengatakan bahwa dirinya "hanya" menelepon sekitar 73 kali sehari. "Dia mencoba untuk memblokir jalur ponsel dari saya, tapi saya selalu memiliki cara untuk mendapatkan kontaknya melalui orangtuanya dan di tempat kerjanya." Ujar si pria.

Sementara itu, Pengadilan Perancis juga memerintahkan si pria untuk menjalani perawatan kejiwaan dan rehabilitasi mental, dengan menjauhkan semua kontak, menghentikan semua kontak dengan mantannya, dan memberikan jarak radius tertentu dengan mantannya tersebut.

Menurut Manuella Spee, pengacara penggugat, ponsel sebagai alat komunikasi janganlah dijadikan alat untuk "menyiksa" seseorang dalam bentuk terror baik melalui SMS maupun melalui panggilan ponsel. Ia menambahkan bahwa kliennya kini menderita karena trauma pasca gangguan terror dari si pria. (Nariswari)

Rate this item
(0 votes)