pulsa-logo

Garap Film Kontroversi, Sony Picture Diretas Hacker Korea Utara?


Nariswari

Selasa, 02 Desember 2014 • 17:15

Sony Picture, Federal Bureau of Investigation, tabloid FBI, tabloid tabloid pulsa


Federal Bureau of Investigation (FBI) merilis sebuah surat peringatan yang isinya memperingatkan semua pelaku-pelaku bisnis di  AS akan ancaman hacker telah menggunakan perangkat lunak berbahaya untuk meluncurkan serangan cyber yang bersifat destruktif di Amerika Serikat. Hal ini menyusul kasus yang menimpa Sony Pictures Entertainment pekan lalu. Yang dimana anak perusahaan Sony yang menggarap film, multimedia dan animasi tersebut diserang oleh hacker dan sistem jaringan computer dan internet sempat lumpuh total.

Dilansir dari reuters, Ahli cybersecurity mengatakan bahwa perangkat lunak berbahaya yang dijelaskan dalam peringatan yang dirilis oleh FBI tersebut menggambarkan salah satu yang dialami oleh Sony, yang merupakan serangan maya yang sangat destruktif yang dilancarkan terhadap sebuah perusahaan asing (Jepang) di tanah AS. Laporan FBI tidak mengatakan berapa banyak perusahaan-perusahaan lain yang juga telah menjadi korban serangan hacker.

Surat peringatan sebanyak 5 (lima) lembar tersebut dirilis oleh FBI pada Senin (1/12) dengan sekaligus memberikan beberapa rincian teknis tentang perangkat lunak berbahaya yang digunakan dalam serangan hacker itu. Melalui surat tersebut, juga diberikan saran tentang cara darurat untuk mengatasi malware dan meminta perusahaan untuk menghubungi FBI jika mereka mengidentifikasi malware yang serupa. Laporan itu mengatakan malware menimpa semua data pada hard drive komputer, termasuk master boot record, yang mencegah mereka dari boot up.

Melalui format email, surat peringatan dari FBI tersebut kemudian diteruskan ke semua Divisi Keamanan dan IT di banyak perusahaan dan sentral bisnis di AS, termasuk larangan untuk tidak memberikan informasi yang bersifat confidential (bersifat rahasia perusahaan).

FBI merilis dokumen peringatan tersebut, setelah terjadinya serangan hacker di Sony Pictures Entertainment, yang membawa email perusahaan lumpuh selama seminggu dan melumpuhkan sistem jaringan lain. Serangan itu dirasa sebagai ancaman serius bagi Sony Pictures Entertainment, mengingat mereka sedang  mempersiapkan untuk merilis beberapa film yang sudah diantisipasi akan dirilis selama musim liburan besok. Film, yang dijadwalkan akan dirilis di Amerika Serikat dan Kanada pada 25 Desember, adalah sebuah komedi tentang dua wartawan yang direkrut oleh CIA untuk membunuh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Pemerintah Pyongyang –Korea Utara sendiri telah lebih dulu mengecam film kontroversial tersebut dengan istilah "sampah sponsor terorisme dan pemicu perang" yang ditulisnya dalam surat yang ditujukan ke Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada bulan Juni 2014. Namun pihak Sony tetap bergeming, dan tetap melanjutkan proyek pembuatan film tersebut.

Seorang juru bicara Sony mengatakan perusahaan telah memulihkan sejumlah layanan penting dan telah bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menyelidiki masalah tersebut. Namun pihak Sony enggan untuk mengomentari apakah pihaknya melibatkan FBI dalam kasus yang menimpanya.

Sony telah mempekerjakan tim respon insiden (FEYE.O) Mandiant FireEye Inc untuk membantu membersihkan "serangan" itu. Sementara itu Joshua Campbell (juru bicara FBI )menolak berkomentar ketika ditanya tentang apakah benar adanya perangkat lunak yang telah digunakan untuk menyerang unit pisi film dan multimedia di Sony Corp adalah berasal dari hacker di Korea Utara yang tersinggung dengan rencana pembuatan film pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.


Namun bagian teknis dari laporan FBI mengatakan bahwa beberapa perangkat lunak yang digunakan oleh hacker tersebut telah disusun dalam bahasa Korea. Akan tetapi pihak FBI belum berani menyimpulkan apakah serangan hacker ke Sony Pictures tersebut berasal dari Korea Utara dan berkaitan dengan film kontroversial yang sedang digarap Sony tersebut. (Nariswari)

Sumber